Indonesia Negara Rawan Bencana, Kepala BNPB Ajak Jaga Alam
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Indonesia Negara Rawan Bencana, Kepala BNPB Ajak Jaga Alam

Indonesia Negara Rawan Bencana, Kepala BNPB Ajak Jaga Alam
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo. (IST)

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Indonesia, merupakan negara yang rawan terjadi bencana di dunia. Bahkan, tahun lalu, Indonesia negara nomor satu di dunia dengan jumlah korban bencana terbanyak.

"Kita negara risiko bencara terbesar, kita punya 500 gunung api, yang aktif 127 gunung api, 295 patahan lempeng di darat dan laut, sehingga negeri kita menjadi paling subur di dunia karena ada gunung api Ring of Fire. Tapi konsekuensinya, wilayah kita punya risiko tinggi terhadap bencara," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, saat membuka pameran kebencanaan dalam peringatan bulan PRB nasional, di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Jumat (11/10).

Ia pun berharap, masyarakat dapat bersama-sama mencegah terjadinya bencana daripada menanggulangi.

"Mudah-mudahan bisa meningkatkan kemampuan anak negeri bangsa untuk meningkatkan kapasitas di bidang riset teknologi kebencanaan, menjadi inspirasi bagi seluruh pihak yang memiliki kepedulian, kapasitas dan kemampuan untuk selalu menemukan inovasi agar dapat mengurangi risiko bencana baik hidrometeorologi maupun bencana geologi," urainya.

Bencana yang saat ini terjadi kata Doni, selain gempa yang terjadi di Maluku, juga bencana kebakaran hutan di sejumlah titik yang belum juga berakhir.

"Hari ini kita harapkan ada inovasi bukan hanya mitigasi struktur tapi non struktural, mengubah prilaku masyarakat, SDM harus dididik ditingkatkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan harus dilakukan," tukasnya.

Baca juga: Buka Pameran Kebencanaan, Ini yang Diharapkan Kepala BNPB

Cara mengatasinya, daerah yang memiliki potensi kebakaran hutan maka pendidikan dan pengetahuan masyarakat harus ditingkatkan, termasuk kembalikan gambut sebagaimana habitatnya.

Baca juga: Di Stand Papua Barat, Pengunjung Bisa cicipi Es Krim dari Sagu

Peringatan bulan PRB nasional ini, dilaksanakan di provinsi Bab selama tiga hari, 11-13 Oktober 2019, dengan berbagai kegiatan, seminar, penanaman pohon, pameran kebencanaan, jambore relawan dan lainnya. (*/TWO)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook