Perpusnas Gelar Sosialisasi Pengembangan Program Revitalisasi, Ini Target yang Akan Dicapai 
Banner DPRD Babel Bateng Covid 19
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Perpusnas Gelar Sosialisasi Pengembangan Program Revitalisasi, Ini Target yang Akan Dicapai 

Perpusnas Gelar Sosialisasi Pengembangan Program Revitalisasi, Ini Target yang Akan Dicapai 
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bekerjasama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar sosialisasi Pengembangan Program Revitalisasi di Daerah Transformasi Perpustakaan Berbasis Inkusi Sosial di Swis-Bell Hotel, Rabu (6/11). WARTABANGKA.COM/EDI

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bekerjasama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar sosialisasi Pengembangan Program Revitalisasi di Daerah Transformasi Perpustakaan Berbasis Inkusi Sosial di Swis-Bell Hotel, Rabu (6/11).

"Di tahun 2018, kita sudah mengintervensi tiga kabupaten di Bangka Belitung, yaitu Kabupaten Bangka, Belitung, dan Belitung Timur, di tahun 2019 dari tiga kabupaten kita mengintervensi 17 desa. Notabene ada 4, 5, atau 6 desa setiap kabupaten," kata Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Perpustakaan Nasional RI, Deni Kurniadi.

Ia berharap, kegiatan sosialisasi ini akan merambah kepada kabupaten, kota di Babel yang belum mendapatkan program ini. "Sehingga tinggal empat lagi kabupaten, kota yang nanti bisa mengikuti program di tahun 2020, dengan mendapatkan program yang sama, yaitu pendampingan, pelatihan, workshop dan juga bantuan untuk sarana prasarana," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel, Asyraf Suryadi menambahkan, pihaknya siap mendukung dan mensukseskan program yang telah digagas oleh Perpustakaan Nasional ini.

Menurut dia, ada beberapa kiat atau strategi agar perpustakaan menjadi ramai pengunjung dan menarik minat baca masyarakat. Diantaranya, dengan cara memperbanyak kegiatan di perpustakaan.

"Kalau membacanya di perpustakaan, kenapa tidak langsung dipraktekkan juga, kita ambil contoh, misalnya, bagaimana membuat gudeg, jadi dengan membaca tentang bagaimana cara memasak gudeg dengan baik, tidak menutup kemungkinan kita adakan lomba memasak gudeg tapi di perpustakaan," ujarnya.

"Atau nanti kita adakan lomba menulis karya ilmiah, 80 persen referensi buku harus dari perpustakaan, ini mau nggak mau orang akan datang ke perpustakaan, dan banyak aktifitas lainnya," sambungnya.

Ia berharap, strategi yang akan dilaksanakan tersebut, mendapatkan dukungan dana dari APBD. "Ya kalau ada kegiatan ini yang akan kita laksanakan, mudah-mudahan nanti pihak-pihak terkait nanti bisa memperhatikan perpustakaan lebih baik lagi," pungkasnya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook