Anak Stunting Masih Ditemukan di 69 Desa, Gubernur Segera Lakukan Antisipasi
Banner DPRD Babel Panwascam Bawaslu Bateng
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Anak Stunting Masih Ditemukan di 69 Desa, Gubernur Segera Lakukan Antisipasi

Anak Stunting Masih Ditemukan di 69 Desa, Gubernur Segera Lakukan Antisipasi
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dan Ketua PKK Melati Erzaldi. Foto: Humas Pemprov Babel

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG --- Sebanyak 69 Desa di provinsi Bangka Belitung (Babel), masuk dalam katagori stunting.

Stunting yakni anak-anak tumbuh dengan tidak semestinya, atau mengalami keterlambatan. Bertubuh lebih pendek dan kekurangan asupan gizi.

Untuk mencegah anak-anak di Babel semakin banyak yang stunting, Pemerintah provinsi (Pemprov)  Babel, mengambil langkah antisipasi dan penanganan yang serius dengan melibatkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder terkait di Babel.

"Imunisasi dan Stunting harus segera dimulai, namun sebelum dimulai harus ada beberapa hal yang harus dibahas oleh OPD, agar kegiatannya tepat sasaran," kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, dalam rapat penanganan stunting, Jumat (8/11).

Menurutnya, ke- 69 desa tersebut harus dimasukan ke dalam program, dan  harus dirinci dengan data, apa saja sasaran dan tindakan yang dilakukan di masing-masing desa.

"Data tersebut dibagi, berapa ibu hamil, berapa jumlah bayi, pekerjaan orang tua apa. Semua ditangani, nggak cuma ibu hamil yang diberi asupan gizi atau anak-anak yang lahir stunting saja," ingatnya.

Ia mencontohkan, ketika keluarga ini dari keluarga kurang mampu, maka yang ditangani adalah ekonomi keluarga. Misalnya pemberdayaan keluarga, melalui instansi terkait.

Entah itu, beternak ayam, ikan atau lainnya yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

Sehingga keluarga ini mampu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan anak-anak.

Pemprov Babel, sebutnya, mengalokasikan anggaran Rp21 M untuk menangani persoalan stunting ini, diharapkan nantinya berjalan sebagaimana mestinya.

"Kita juga koordinasi dengan PKK, apa yang bisa dilakukan, pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga," pungkasnya. (*/two)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook