Menikah Muda Anak Beresiko Stunting, Melati Erzaldi Usulkan Program Ini
Banner DPRD Babel Panwascam Bawaslu Bateng
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Menikah Muda Anak Beresiko Stunting, Melati Erzaldi Usulkan Program Ini

Menikah Muda Anak Beresiko Stunting, Melati Erzaldi Usulkan Program Ini
Ketua PKK Provinsi Babel, Melati Erzaldi. Foto: Humas Pemprov Babel

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG --- Ketua Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)  provinsi Bangka Belitung (Babel), memiliki beberapa usulan program yang akan dilaksanakan untuk membantu Pemprov Babel dalam menangani stunting.

Ketua PKK Provinsi Babel, Melati Erzaldi mengatakan melihat alokasi DID khusus menanganan stunting.

Pihaknya telah berkoordinasi tentang program apa yang akan diajukan untuk penanganan Stunting.

"Kami  mengajukan tiga program, yang bisa dilaksanakan sesuai dengan ranah PKK, salah satunya Apreding Dasawisma," kata Melati, dalam rapat penanganan stunting, Jumat (8/11).

Program ini kata Melati akan fokus pada kader dasawisma yang terindentifikai stunting pada 69 desa.

Kedua, tambah Melati, PKK memberikan bahan tambahan makanan untuk balita, sasaranya adalah ibu-ibu hamil dan balita.

"1000 hari kehidupan untuk mencegah stuting itu yang kita fokuskan, dimana dimulai sejak masa kehamilan. Jadi ketika hamil asupan gizi ibu harus terpenuhi, agar bayinya lahir sehat dan tidak stunting, selama masa pertumbuhan bayi juga harus terpenuhi gizinya," jelasnya.

Selanjutnya, adalah program PKK akan melakukan Seminar Gizi Penanganan Stunting melalui pengelolahan makanan  lokal.

“Setiap tahun, hanya lomba - lomba, tapi tidak mengetahui makanan yang bernilai gizi, ternyata tulang ikan juga mengandung gizi yang baik, ini yang harus kita sampaikan dalam seminar tersebut,” kata Melati.

Termasuk, tambah dia, edukasi kepada keluarga, terutama remaja, agar tidak menikah di usia dini, karena kehamilan usia remaja atau belum cukup usia, dapat berisiko melahirkan anak stunting.(*/two)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook