Waktu Pengerjaan Habis, Jembatan Simpange Tak Selesai, Didit Minta Komisi III Cek ke Lapangan
Banner DPRD Babel Panwascam Bawaslu Bateng
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Waktu Pengerjaan Habis, Jembatan Simpange Tak Selesai, Didit Minta Komisi III Cek ke Lapangan

Waktu Pengerjaan Habis, Jembatan Simpange Tak Selesai, Didit Minta Komisi III Cek ke Lapangan
Proyek pengerjaan jembatan simpange, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. (*)

WARTABANGKA.COM, LUBUK BESAR - Proyek jembatan di Desa Lubuk lingkuk Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah masih terus dikerjakan oleh pemborong. Padahal batas waktu pengerjaanya sudah selesai.

Pantauam awak media pada Plang pengerjaan proyek, PT. Bina Mulya Lampung merupakan pemenang tender Pembangunan Jembatan Simpange dengan nomor kontrak 620/303/KON/PUPR-BM/II/2019 dengan tanggal kontrak 28 Februari 2019 dan Nilai Kontrak sebesar Rp. 4.715.669.000,-.

Tertera dalam papan proyek itu, pengerjaannya dilakukan 240 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 365 hari. Panjang efektif jembatan 13 Meter dan sumber biaya berasal dari APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019.

Pada Selasa (5/11) rombongan awak media melintasi jembatan tersebut. Anehnya, beberapa jembatan lainnya di Jalan Raya Kecamatan Lubuk Besar semua selesai di kerjakan, hanya Jembatan di Desa Lingkuk masih tahap pengerjaan.

Awak media pun memantau para pekerja sibuk membangun Drainase dan mengecor bagian bahu jembatan. Sementara badan jalan utama pada jembatan masih berhambutan Agregat belum di aspal sama sekali oleh pihak pemborong.

Salah seorang warga setempat yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan pengerjaan proyek ini sampai sekarang belum selesai, tidak tahu kenapa terjadi sementara jembatan lain bersamaan pembangunan dengan jembatan ini sudah selesai seperti di Kayu ara 10 Desa Perlang.

"Ya tidak tahu kenapa pak. Coba tanya sama mandornya pak Imam," ungkapnya kepada Awak media.

Saat mengobrol, Awak media bersama warga tersebut melihat bagian lantai mengalami keretakan.

"Kalau yang satu ini retak akibat mobil dum truk bawa tanah untuk menembok jembatan. Kalau yang satu ini sepertinya sudah lama retaknya sedikit," ungkapnya.

Awak mediapun melanjutkan perjalanan ke Lubuk Besar. Saat menuju pulang menjelang magrib, terlihat alat berat sibuk meratakan tanah pada bahu jembatan yang akan di cor.

Awak mediapun bertanya ke mandor, Imam. Ia mengaku tidak bisa menjelaskan hal ini kenapa bisa terjadi, padahal masa pengerjaan sudah lewat selama 240 hari kalender di mulai tanggal 28 Februari 2019 kemarin.

"Nanti saya sampaikan dulu dengan Ibu Lina ya, untuk penjelasannya," kata Imam.

Keesokan harinya, Rabu (6/11). Imam di telpon Awak media kemudian mengatakan masih di jalan nanti malam ia sampaikan sama Ibu Lina.

Hingga berita ini di turunkan pihak PT. Bina Mulya Lampung tidak bisa menjelaskan kenapa masa pengerjaan habis masih di kerjakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bangka Belitung, Noviar, saat ditanyai kenapa pengerjaan proyek tersebut tidak tepat waktu mengatakan 50 hari setelah masa kontrak, kalau belum selesai masih tetap berlanjut.

"Dikenai denda, sesuai dokumen kontrak," kata Noviar, Kamis (7/11) melalui WhatsApp.

 

Kemudian awak media menanyakan Perencanaan seperti apa, lagi-lagi kenapa bisa telat pengerjaannya. Jikapun terkena denda, berapa dendanya dan sudah masuk kas daerah atau belum.

Jika perencanaan berubah, apakah ada adendum perubahan perencaan awal atau tidak. Noviar mengatakan bahwa nanti denda dipotong saat pembayaran terakhir.

"Keterlambatan pekerjaan mungkin saja terjadi, karena alasan tekinis dan sebagainya.

Untuk jembatan tersebut, yang belum selesai tinggal pengaspalan," kata Noviar.

Awak mediapun mengajak Noviar turun ke lokasi pengerjaan proyek, sebab di lapangan awak media mendapati pemborong melalui tenaga kerja sibuk mengerjakan Drainase, pengecoran bahu jalan pada jembatan dan pengaspalan.

Noviar hanya mengatakan bahwa semua pekerjaan yang belum selesai harus dikerjakan, dan dikenai denda keterlambatan.

"Terimakasih atas masukannya, akan kami perhatikan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Propinsi Kep. Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, Jumat (8/11/2019) mengakui bila jembatan Simpange di Kecamatan Lubuk belum selesai.

“Kita minta komisi III lebih baik turun langsung mengecek jembatan yang belum selesai ini,” ujar Didit Srigusjaya. (RON)

penulis: RON

Komentar Via Facebook