DPRD Ingin Nama Para Tokoh Presidium Babel Diabadikan Jadi Nama Jalan
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

DPRD Ingin Nama Para Tokoh Presidium Babel Diabadikan Jadi Nama Jalan

DPRD Ingin Nama Para Tokoh Presidium Babel Diabadikan Jadi Nama Jalan
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Babel Bustami Rachman, saat peringatan Hari Jadi ke-19 Provinsi Babel di ruang rapat paripurna, Kamis (21/11). Didit menyampaikan, pihaknya berinisiatif guna mengenang tokoh presidium yang sudah meninggal dunia, nantinya akan diabadikan sebagai nama jalan. WARTABANGKA.COM/BAYU

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berinisiatif untuk menggunakan nama-nama para tokoh pejuang presidium Babel yang sudah meninggal dunia sebagai nama jalan.

"Ada keinginan dari DPRD Babel agar nanti tokoh-tokoh presidium yang sudah meninggal dunia, akan dijadikan nama jalan nanti, seperti almarhum Pak Eko Maulana Ali  dan sebagainya, tinggal kita petakan nama-nama jalan tersebut," kata Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya  usai rapat paripurna, Kamis (21/11).

Dia mengungkapkan, inisiatif tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa para tokoh presidium tersebut yang diabadikan sebagai nama jalan.

"Karena tanpa perjuangan daripada tokoh-tokoh ini, saya rasa kita tidak akan pernah merasakan menjadi Provinsi Bangka Belitung, artinya itu harus kita perda-kan," ujarnya.

Di sisi lain, disampaikan Didit, pihaknya juga akan menginventarisir perda-perda yang menghambat investasi sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi.

"Pak gubernur juga sudah mengundang para kepala daerah dan kami persilahkan kepada gubernur untuk menginventarisir mana-mana perda provinsi yang menghambat investasi itu akan kita close (tutup-red)," jelasnya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook