Selama di Bangka Tengah, WNA Asal Swedia dan Prancis Ini Doyan Makan Rusip
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Selama di Bangka Tengah, WNA Asal Swedia dan Prancis Ini Doyan Makan Rusip

Selama di Bangka Tengah, WNA Asal Swedia dan Prancis Ini Doyan Makan Rusip
Salah seorang warga negara asing bersama anak-anak di rumah warga Padang Mulya, Kecamatan Koba. WARTABANGKA.COM/RN

WARTABANGKA.COM, KOBA - Dua orang yachter yakni Carlie (37) warga Swedia dan Entienne (33) warga Prancis selama berada di wilayah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) ternyata suka makan rusip, sayur terung dan minum kopi Bangka.

Sebelumnya, dua WNA ini mengalami rusak mesin kapal sehingga terdampar di perairan Air Batu, Kelurahan Padang Mulya, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah pada Jumat (22/11).  

Sembari menunggu perbaikan mesin, keduanya tetap  menginap di kapalnya, namun usai mesin selesai diperbaiki, Senin (25/11) keduanya turun ke darat dan mencari makan di Cafe Gumbert Koba milik Andre. Kedua warga asing ini, sangat suka makan nasi putih dengan lauk rendang daging, rusip dan lalapan terong.

"Saya lihat keduanya suka sekali makan rusip, cecel rebus terung, makannya berulang kali. Setelah makan, mereka kita suguhi kopi yang kita racik sendiri khas Caffe Gumbert. Mereka juga suka kopi kita dan ngobrol hingga larut malam," cerita Andre kepada wartawan, Selasa (26/11).

Kemudian, katanya, lantaran sudah larut malam, kedua WNA itu bahkan ditawarkan menginap di rumah salah seorang warga bernama Rizal. Rizal tidak keberatan, karena keduanya hanya semalam menginap.

"Kedua WNA tersebut sopan. Makannya juga tidak milih-milih, makanan khas Bangka Belitung juga mau makan. Di ajak ngobrol juga asyik dan mereka memang pelayar yang telah berlayar selama tiga tahun," kata Rizal.

Rizal menambahkan ketika ada warga yang ingin berfoto, kedua WNA itu juga tidak keberatan. Mereka, kata dia, menyebutkan menyukai masyarakat Bangka Tengah karena sopan dalam bertutur kata dan perilaku.

"Saya sempat minta izin ada yang ingin foto bersama. Dia tidak keberatan, malah menawarkan untuk foto bersama sebagai kenang-kenangan mereka pernah singgah di Koba Bangka Tengah," ungkapnya. (*/RN)

Baca Juga: Kapal Rusak, Dua Yachter Asal Swedia dan Prancis Terdampar di Perairan Koba


 

penulis: RN

Komentar Via Facebook