Kasus Ricuh Penertiban Tambang Ilegal di Sijuk Bakal Berakhir Damai ?
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Kasus Ricuh Penertiban Tambang Ilegal di Sijuk Bakal Berakhir Damai ?

Kasus Ricuh Penertiban Tambang Ilegal di Sijuk Bakal Berakhir Damai ?
Rapat dengar pendapat antara DPRD Babel bersama Polda dan Satpol PP terkait kasus ricuh penertiban TI ilegal di Kecamatan Sijuk di Ruang Banmus DPRD Babel, Rabu (4/12).WARTABANGKA.COM/DEI

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak Polda dan Satpol PP terkait kasus penertiban TI ilegal di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung yang berakhir ricuh beberapa waktu lalu.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya didampingi Komisi I dan dihadiri oleh Wakapolda Babel, Kombes Pol Slamet Hadi Supraptoyo beserta anggota serta Kasatpol PP Babel, Yamoaa Harefa yang digelar di Ruang Banmus DPRD Babel, Rabu (4/12).

Ketua Komisi I DPRD Babel, Hellyana menyampaikan sebelumnya pihaknya sudah turun ke lokasi kejadian untuk menggali informasi dan meminta keterangan kepada masyarakat penambang terkait insiden tersebut.

"Saya tanyakan kepada masyarakat, apa keinginan mereka? Mereka inginnya damai, mereka tidak ingin lagi berpikir yang lebih ruwet daripada ini dan apa yang mereka alami sekarang ini, mereka sudah terbebani," kata Hellyana.

Ia berharap, permasalahan ini dapat diselesaikan secara bijaksana dan kekeluargaan antara masyarakat penambang, pihak kepolisian dan Satpol PP agar tidak ada lagi pihak-pihak yang merasa dirugikan.

"Saya pikir disini, mungkin secara arif dan bijaksana, kalau kita semuanya bisa berlapang dada, instropeksi diri, pastinya Ini salah kita semua, jadi kalau saya secara pribadi bahwa masalah ini harus dicari win-win solutionnya," ujarnya.

Sementara itu, Wakapolda Slamet mengungkapkan proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polda maupun Polres Belitung atas kasus tersebut masih terus berlanjut dan saat ini telah menunjukan perkembangan yang baik.

"Artinya kalau misalkan kita berpikir positif, tentunya jalan ungkap kasus itu ada progress seperti yang kita inginkan dari kepolisian, jadi perkembangan penyelidikan yang kita laksanakan baik Polda maupun Polres (Belitung-red) cukup ada progress yang bagus," ungkapnya.

Menyikapi hasil rapat tersebut, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya menyampaikan masyarakat penambang dan pihak Satpol PP menginginkan agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.

"Masyarakat menginginkan agar tidak ada lagi masalah yang diributkan, ingin silahturahmi, ingin menyelesaikan win-win solution, setelah kita cek ke pihak Satpol PP, mereka juga punya keinginan yang sama, ingin ceritanya itu diselesaikan secara kekeluargaan, arahnya damai," ujar Didit.

Sebelumnya diungkapkan Didit, berdasarkan hasil pertemuan dirinya dengan Sekda Babel, Wakil Gubernur, Abdul Fatah dan arahan gubernur juga menginginkan permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

"Saya waktu itu didatangi Pak Sekda, Pak Wakil Gubernur, mantan Pak Wagub, juga mereka sudah ketemu Pak Gubernur dan intinya Pak Gubernur juga memberikan respon untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," tuturnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Didit, permasalahan ini merupakan kewenangan kepolisian, oleh karena itu, dikatakan dia, akan dilakukan mediasi antara masyarakat dan Satpol PP di Mapolda Babel.

"Ini kan berada di kepolisian, walaupun nanti kedua pihak ingin damai, kalo polisi mengatakan itu, tidak bisa juga kan. Maka saya minta tolong kepada Pak Wakapolda agar nanti giat mediasi ini di tempat Polda," tandasnya. (*/)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook