Kasus Sijuk Mengarah pada Perdamaian, Ini Tanggapan Dua Anggota DPRD Babel
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Kasus Sijuk Mengarah pada Perdamaian, Ini Tanggapan Dua Anggota DPRD Babel

Kasus Sijuk Mengarah pada Perdamaian, Ini Tanggapan Dua Anggota DPRD Babel
Wakil Ketua Komisi II DPRD Babel, Bong Ming Ming

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Bong Ming-Ming menanggapi hasil rapat dengar pendapat (RDP) terkait kasus Sijuk yang mengarah pada penyelesaian secara damai dan kekeluargaan.

"Ini menjadi catatan, apapun keputusan rapat, kami sebagai institusi DPRD, kami mengikuti itu (hasil RDP-red)," kata Ming-Ming kepada wartawan seusai rapat internal Komisi II di Gedung DPRD Babel, Rabu (4/12).

Namun, ditegaskan dia, ada catatan penting bagi pihak kepolisian dalam menyikapi aktivitas pertambangan ilegal yang merambah hutan lindung di lokasi lainnya.

"Jangan sampai kasus Sijuk ini damai, sementara kasus-kasus yang lain, nanti ada penambang-penambang kecil, hanya mengambil tailing kebetulan itu masuk ke wilayah hutan lindung kemudian ditangkap," tegasnya.

Jika kasus Sijuk ini nantinya akan berakhir damai, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini berharap, akan memberikan dampak yang positif bagi Bangka Belitung.

"Mari kita jaga sama-sama alam wilayah kita, karena kita sudah sepakat bahwa Belitung zero tambang untuk wilayah lautnya begitu juga wilayah hutan lindung pantai, dan stop penambangan di hutan lindung pantai di Sijuk, jangan dilakukan lagi," ujarnya.

Terpisah, anggota DPRD Babel, Sukirman menyayangkan atas hasil keputusan RDP tersebut. Menurut dia, pelanggaran hukum yang terjadi di Sijuk tersebut harus tetap diproses hukum agar kejadian serupa tidak terjadi lagi kedepannya.

"Harus selesai, artinya damai itu cerita lain, tapi kalau saya pribadi cerita secara keseluruhan, kita kan ada disini sebagai contoh untuk masyarakat luas. Jadi pandangan kita, proses hukum harus tetap berjalan, tapi kalau yang bersangkutan sudah ngajak damai, kita bisa apalagi kan," kata mantan wakil bupati Bangka Barat ini. (*/) 

Baca juga: Kasus Ricuh Penertiban Tambang Ilegal di Sijuk Bakal Berakhir Damai ?

penulis: DEI

Komentar Via Facebook