Tanggapi Soal KIP Masuk Perairan Matras, Wabup Bangka : Masyarakat Jangan Anarkis
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Tanggapi Soal KIP Masuk Perairan Matras, Wabup Bangka : Masyarakat Jangan Anarkis

Tanggapi Soal KIP Masuk Perairan Matras, Wabup Bangka : Masyarakat Jangan Anarkis
Wakil Bupati Bangka, Syahbudin


WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT - Wakil Bupati Bangka Syahbudin berkomentar terkait masuknya Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Pantai Matras, Kelurahan Matras, Kabupaten Bangka. Dia meminta masyarakat untuk bersabar dan jangan anarkis menghadapi persoalan ini. Selagi bisa dinegosiasi dan dibicarakan, gesekan-gesekan yang menjurus kepada konflik menurutnya haruslah dihindari. 

"Kita tetap koordinasi. Menurut informasi sudah ada pergeseran dari kapal isap. Kita berharap masyarakat bersabar dan jangan anarkis," kata Syahbudin ditemui usai pemeriksaan fisik kendaraan roda dua dan empat milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Bupati Bangka, Rabu (4/12).

Syahbudin mengatakan, tidaklah mudah jika menyebut perairan Pantai Matras bebas dari tambang. Hal ini lantaran kawasan tersebut masuk dalam kawasan pertambangan PT Timah. Hanya saja, dia mengingatkan adanya kepentingan para nelayan sehingga pihaknya harus arif dan bijaksana melihat persoalan.

"Secara aturan itu Kawasan Pertambangan (KP) PT Timah. Hanya saja ada kepentingan nelayan yang harus kita pikirkan bersama, harus arif dan bijaksana," tegasnya. 

Menurut Syahbudin, dirinya enggan mengeluarkan statement yang langsung men-justice supaya semua kepentingan berjalan baik. "Walau sulit sih tapi janga sampai memicu gesekan," ingatnya.

Dirinya berharap, sebelum ada kesepakatan yang menyelesaikan masalah tidak adanya aktivitas tambang tersebut. "Sebelum ada kesepakan yang win-win solution jangan bekerja apalah, karena khawatir ada gesekan kasian masyarakat kita," tegasnya.

Diketahui, nelayan yang ada di Kelurahan Matras mendatangi Pantai Teluk Belikat, Selasa (3/12/) malam. Mereka berkumpul menyusul informasi masuknya Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Matras. Tidak hanya laki-laki, sejumlah ibu-ibu juga ikut berkumpul.

Dul, salah satu nelayan Matras menjelaskan, banyak nelayan tidak turun ke laut lantaran adanya informasi masuk KIP. "Jadi kami malam ini berkumpul dan monitor atas masuknya KIP," kata dia.

Dia mengatakan, KIP yang masuk sudah mengusik nelayan Matras. Sebab, banyak kerugian yang akan diterima oleh nelayan. "Ini tidak sudah-sudah. Setiap tahun. Sudah kita sampaikan ke pemerintah tapi masih saja," keluhnya.

Dia meminta pihak KIP untuk dapat melihat kondisi nelayan yang ada. "Masa tidak kasihan dengan nelayan. Tinggal Matras saja yang utuh. Tolonglah jangan masuk KIP," tutupnya.(*/)

penulis: ZEN

Komentar Via Facebook