Bank Indonesia Kaji Tiga Bidang Berpotensi Untungkan Ekonomi Babel
Banner DPRD Babel Bateng Covid 19
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Bank Indonesia Kaji Tiga Bidang Berpotensi Untungkan Ekonomi Babel

Bank Indonesia Kaji Tiga Bidang Berpotensi Untungkan Ekonomi Babel
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Tantan Heroika

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Untuk mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan diperlukan transformasi pada sumber pertumbuhan ekonomi baru. Bank Indonesia telah mengkaji potensi pengembangan tiga komoditas strategis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Babel, Tantan Heroika dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia, menyebutkan tiga komoditas strategis ini adalah lada, perikanan dan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

"Hasil kajian menunjukkan bahwa komoditas tersebut memiliki potensi sangat besar yang memenuhi kriteria mendatangkan keuntungan, melibatkan masyarakat luas dan ramah lingkungan," ujar Tantan, Selasa (10/12/2019).

Dalam pengembangan UMKM, sambung dia, Bank Indonesia, melakukan penelitian komoditas, produk atau jasa unggulan yang memetakan UMKM unggulan dan potensial di masing-masing kota dan kabupaten di Babel.

Meskipun ke depan, ulasnya, tantangan yang akan dihadapi tidaklah ringan, namun melalui kolaborasi yang baik, seluruh tantangan tersebut pasti dapat dilalui bersama.

"Dalam menghadapi kondisi perekonomian nasional maupun regional provinsi, perlu adanya sinergi bauran kebijakan ekonomi, baik melalui stimulus fiskal maupun reformasi ekonomi di sektor riil, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," saran Tantan.

Di tengah ketidakpastian global dan perkembangan digital yang pesat, Babel, lanjut dia, masih mampu mewujudkan ketahanan ekonomi ekonomi yang dicapai dengan kerja keras.

Dengan indikator berupa inflasi yang terkendali, kata Tantan, potensi pertumbuhan ekonomi yang besar, tingkat kesenjangan yang rendah, serta kinerja perbankan yang relatif baik. Hal ini harus dipertahankan melalui sinergi, transformasi dan inovasi.

"Bank Indonesia berupaya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan lembaga-lembaga terkait dalam menciptakan kondisi perekonomian yang stabil dan kondusif," sebutnya. 

Bauran kebijakan makroekonomi dan sistem keuangan diprioritaskan untuk stabilitas, dengan tetap mencari ruang terbuka untuk turut mendorong momentum pertumbuhan. Disamping itu, transformasi ekonomi terus ditingkatkan agar pertumbuhan dapat lebih tinggi. (*/)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook