Keran Air Sumur Bor Desa Belimbing Dirusak OTD, Kades Laporkan ke Polisi 
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Keran Air Sumur Bor Desa Belimbing Dirusak OTD, Kades Laporkan ke Polisi 

Keran Air Sumur Bor Desa Belimbing Dirusak OTD, Kades Laporkan ke Polisi 
Kades Belimbing, Hernadi menunjukkan keran air sumur dalam yang dirusak OTD. Selain itu, tulisan yang menempel juga tampak dirusak. Pihak Pemdes sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. WARTABANGKA.COM/RN

WARTABANGKA.COM, LUBUKBESAR - Kepala Desa (Kades) Belimbing, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Hernadi melaporkan kerusakan aset negara berupa keran air sumur bor dalam yang dilakukan orang tidak dikenal (OTD) ke kepolisian, Kecamatan Lubuk Besar dan Pemkab Bateng melalui dinsospemdes.

Dia menjelaskan sumur bor tersebut merupakan program sarana dan prasarana air bersih dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI tahun anggaran 2018.

"Perbuatan ini tidak bisa dianggap sepele, sebab yang dirusak ini aset negara. Pelaku perusakan berurusannya ke negara, bukan ke saya pribadi. Saya berharap pelaku yang merusak aset negara segera meminta maaf sebelum tertangkap," kata Hernadi, Rabu (11/12). 

Hernadi mengatakan peristiwa perusakan aset negara ini terjadi beberapa minggu lalu. Ia mengetahuinya setelah pulang dari urusan kedinasan di Koba pada sore hari.

"Kaget, pas saya cek keran air patah. Seperti dipukul, kemudian tulisan jaga kebersihan juga di sobek. Ini sudah tindak kriminal, tidak tahu apa maksudnya. Sama saja teror terhadap Pemerintah Desa Belimbing," ulasnya.

Pada kesempatan itu, dia mengimbau kepada warga Desa Belimbing yang mengetahui pelaku perusakan aset negara tersebut dapat melaporkannnya ke pemerintah desa.

"Orang seperti ini harus diberikan peringatan atau ke depan orang seperti ini akan berulah membuat resah Desa Belimbing. Harus kita berikan efek jera bagi mereka yang membuat resah," pungkasnya.

Atas peristiwa tersebut, Hernadi pun berinisiatif menganggarkan perbaikan menggunakan APBDes Belimbing tahun 2020 setelah aset tersebut telah diserah terimakan dari pemerintah pusat ke Pemerintah Desa Belimbing akhir tahun 2019 ini.

"Untuk biaya operasional tahun 2019, kita menggunakan dana swadaya masyarakat untuk membeli solar. Tahun 2020, baru bisa kita anggarkan melalui APBDes Belimbing karena status aset sumur bor tersebut sudah milik kita," tandasnya. (*/)

penulis: RN

Komentar Via Facebook