Kades Terentang III Minta Pelaku Cabul Dihukum Seberat-beratnya
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Kades Terentang III Minta Pelaku Cabul Dihukum Seberat-beratnya

Kades Terentang III Minta Pelaku Cabul Dihukum Seberat-beratnya
Kepala Desa Terentang III, Sudirman

WARTABANGKA.COM, KOBA - Kepala Desa Terentang III, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Sudirman meminta kepada terduga pelaku cabul Jaenudin (40) untuk tidak lagi hadir dan muncul di desanya. Selain itu, dia meminta pelaku dapat dihukum seberat-beratnya.

"Adanya perbuatan dugaan asusila atau cabul yang dilakukan Jaenudin ini sudah mencoreng nama desa kami. Selama ini kami hidup tentram, tidak ada kejadian memalukan seperti ini," kata Sudirman kepada wartawan, Rabu (11/12).

Menurutnya, perbuatan yang dilakukan pelaku telah merusak masa depan dan mental korban. Sudirman juga mengimbau kepada warga desa setempat untuk memantau dan mengawasi pergaulan anak sehari-hari. 

"Jangan sampai dibiarkan, jangan sampai anak menjadi korban asusila. Jika dicurigai terjadi pelanggaran hukum atau terjadi eksploitasi anak, segera laporkan kemudian akan kita tindaklanjuti sesuai hukum berlaku," pungkasnya.

Sudirman mengungkapkan terduga pelaku ini merupakan pendatang asal Padegelang Provinsi Banten yang tidak melaporkan keberadaannya ke Pemerintahan Desa Terentang III. Selaku kepala desa, iapun sangat menyayangkan sikap Jaenudin ini. 

"Pelaku ini memiliki saudara status adik kandung yang menikah dengan warga Desa Terentang III. Beberapa bulan belakang pelaku datang tanpa lapor ke desa. Keseharian pelaku pulang pergi menambang timah dari rumah adiknya tersebut," kata Sudirman.

Lanjut dia, istri adik pelaku memiliki saudara. Lantaran hendak bekerja melimbang timah, kemudian saudaranya tersebut menitipkan anaknya yakni korban ke istri adik pelaku yang statusnya bibi. Dia mempertanyakan maksud pelaku mengajak jalan-jalan ke Pantai Arung Dalam dengan iming-iming jajan makanan ringan pada malam hari. Ternyata, keesokan harinya, pihak Desa Terentang mendapat laporan bahwa Bunga telah dicabuli oleh pelaku.

"Hari itu juga, kami aparat desa melakukan rapat bersama tokoh masyarakat. Kemudian meminta adik pelaku segera membawa pelaku ke Kantor Desa Terentang hari itu juga. Kami pun langsung menghubungi Polsek Koba bersama orang tua Bunga. Lama ditunggu belum juga datang dari lokasi tambang,"katanya.

"Akhirnya aparat desa bersama polisi mendatangi lokasi penambangan timah tempat pelaku bekerja dan berhasil menemukannya lalu dibawa ke kantor desa. Pelaku langsung ditanyai sedikit, saat itu pelaku tidak mengakui hingga membuat panas suasana dan akhirnya langsung di bawa ke Polsek Koba guna menghindari amukan masa yang saat itu mulai ramai," tambah Sudirman.

Massa yang datang saat itu, tambah dia, langsung meminta agar pelaku tidak lagi kembali ke Desa Terentang III. Menurut warga, kata dia, diawal kedatangan pelaku di Desa Terentang saja sudah tidak bagus, lantaran tidak pernah melaporkan keberadaannya.

"Hasil rembuk warga, intinya warga Terentang III tidak mau lagi melihat pelaku berkeliaran di kampung ini lagi. Warga menganggap perbuatan pelaku telah menyimpang dan merupakan penyakit masyarakat. Orang-orang seperti pelaku ini mempunyai kelainan, jika dibiarkan maka banyak anak-anak kecil menjadi korban kelainan pelaku. Ya, di tambah lagi istrinya jauh di Pandegelang sana," ungkap Sudirman.

Sementara itu, Kapolsek Koba, AKP Andri Eko Setiawan seizin Kapolres Bateng, AKBP Slamet Ady Purnomo mengungkapkan pelaku asusila bernama Jaenudin (40) sudah diamankan. "Sudah kita amankan dan sudah kita proses. Pelaku akan di jerat dengan pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan penjara selama 15 tahun," ungkapnya (*/) 

Baca juga: Diduga Cabuli Bocah Enam Tahun, Penambang Timah Ini Diringkus Polisi 

penulis: RN

Komentar Via Facebook