BPS Sebut Angka Kemiskinan di Babar Menurun, Ini Angkanya 
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

BPS Sebut Angka Kemiskinan di Babar Menurun, Ini Angkanya 

BPS Sebut Angka Kemiskinan di Babar Menurun, Ini Angkanya 
Kepala BPS Kabupaten Babar, Zainubi usai audiensi rilis data kemiskinan di ruang kerja Bupati Babar, Markus, Selasa (31/12). WARTABANGKA.COM/IBB

WARTABANGKA.COM, MUNTOK - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat (Babar) mencatat angka kemiskinan di daerah itu mengalami penurunan di tahun 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di tahun 2019 penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan atau penduduk miskin mencapai 5.650 jiwa atau 2,67 persen turun dibandingkan dengan tahun 2018 dengan jumlah penduduk miskin mencapai 6.350 jiwa atau 3,05 persen.

"Persentase penduduk miskin Kabupaten Bangka Barat pada tahun 2019 merupakan kabupaten dengan tingkat kemiskinan paling rendah di antara kabupaten dan kota se -Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Kepala BPS Kabupaten Babar, Zainubi saat melakukan audiensi rilis data kemiskinan di ruang kerja Bupati Babar, Markus, Selasa (31/12).

Zainubi menjelaskan garis kemiskinan Kabupaten Babar kondisi 2019 sebesar Rp 549.496 per kapita per bulan, meningkat jika dibandingkan 2018 yang besarnya Rp 520.462 per kapita per bulan. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk kebutuhan pokok makanan dan bukan makanan yang setara 2100 kkal perkapita perhari pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 549.496/kapita/bulan.

"Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran konsumsi perkapita di bawah garis kemiskinan maka dikategorikan sebagai penduduk miskin," jelas Zainubi.

Pada periode 2018 - 2019, lanjut dia, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kabupaten Bangka Barat turun dari 0,34 pada 2018 menjadi 0,31 pada 2019.

"Penurunan angka ini rata - rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan. Akan tetapi, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan dari 0,05 pada 2018 menjadi 0,07 pada 2019. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin dan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin juga semakin tinggi selama setahun terakhir," sebut Zainubi.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus sangat bersyukur di tahun 2019 angka kemiskinan di Bangka Barat mengalami penurunan. Menurutnya, capaian merupakan sebuah proses positif dari hasil kerja OPD, pemerintah pusat, pihak swasta dan banyak pihak Iain yang terlibat dalam upaya menekan angka kemiskinan.

"Saya berharap agar semua lintas sektoral tetap bergerak bersama agar angka kemiskinan bisa terus diturunkan," pungkas Markus. (*/)

 

penulis: IBB/RLS

Komentar Via Facebook