20.818 Debitur Serap Dana KUR, Paling Banyak di Kabupaten Bangka
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

20.818 Debitur Serap Dana KUR, Paling Banyak di Kabupaten Bangka

20.818 Debitur Serap Dana KUR, Paling Banyak di Kabupaten Bangka
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG- Pada tahun 2019, sebanyak 20.818 debitur dari pelaku UMKM di Bangka Belitung (Babel) memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk meningkatkan usaha dan permodalannya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena mengatakan sebanyak 20.818 debitur dengan nilai kredit Rp 677.544.711.149 ini paling banyak disalurkan melalui bank BRI sebanyak 16.688 debitur.

"Ada beberapa bank penyalur KUR, diantaranya adalah BRI, BNI, Bank BRI Syariah, BCA, Bank Sumsel Babel dan Bank Mandiri, tetapi yang paling banyak itu BRI," kata Elfi, kepada wartawan, Selasa (7/1). 

Dia merinci, debitur ini tersebar di Kabupaten Bangka sebanyak 5.350 penerima, Belitung 2.821, Bangka Selatan 3.029, Bangka Tengah 2.123, Bangka Barat  3.411, Belitung Timur 2.032 dan Pangkalpinang 1.936.

"Mudah-mudahan tahun 2020 semakin banyak UMKM yang mengakses permodalan dari KUR ini, sehingga usahanya bisa berkembang lebih maju," harapnya.

Diakui Elfie, jumlah ini masih belum memuaskan, karena masih banyak kuota KUR yang disediakan namun tidak dimanfaatkan, oleh karenanya tahun ini pihaknya akan bekerjasama lebih intens dengan kabupaten/kota untuk membina UM agar mampu tercover oleh dana KUR, dengan subsidi rendah dari pemerintah ini. "Maunya kita yang kecil bisa jadi lebih besar, yang mikro bisa jadi besar," imbuhnya.

Dia menambahkan,kuota untuk tahun ini, diperkirakan sekitar Rp5 triliunan yang akan dibagi ke kabupaten dan kota  kurang lebih Rp500 miliar. "Kuota ini harus kita manfaatkan, agar dana ini bisa terserap dan UMKM bisa lebih maju," pungkasnya.(*/)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook