Gawat!!! Penambang Liar Mulai Rambah Kawasan Puncak Menumbing
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Gawat!!! Penambang Liar Mulai Rambah Kawasan Puncak Menumbing

Gawat!!! Penambang Liar Mulai Rambah Kawasan Puncak Menumbing
Penambang mulai merambah kawasan puncak Menumbing yang berjarak 400 meter dari pos 2. Untuk menangkap para penambang liar, Tim Gabungan dari Polsek Muntok, Polres dan Satpol PP Babar melakukan razia di kawasan Bukit Menumbing. Jumat (10/1/) sore. WARTABANGKA.COM/IBB

WARTABANGKA.COM, MUNTOK - Ulah para penambang Bukit Menumbing semakin menggila. Kini para penambang mulai merambah kawasan puncak Menumbing yang berjarak 400 meter dari pos 2.

Untuk menangkap para penambang liar, Tim Gabungan dari Polsek Muntok, Polres dan Satpol PP Babar melakukan razia di kawasan Bukit Menumbing. Jumat (10/1/) sore.

Tim Gabungan terdiri dari 4 personel Polsek Muntok, delapan personel Polres Bangka Barat dan 25 personel dari Sat Pol PP Bangka Barat. 

"Untuk hari ini kita menindaklanjuti hasil temuan kita kemarin, dari Kepolisian ngajak kita turun ke lapangan kembali ke lokasi kita kemarin. Jadi kita berangkat langsung gabungan antara Polsek, Polres dan Sat Pol PP. Kemarin kita menemukan mesin robin dan slang, hari kita menemukan slang," kata Sakaryanto belum lama ini.

Saat melakukan razia, para petugas menemukan sebuah kalimat yang menantang dari penambang yang ditulis di atas pasir. Kalimat yang ditulis adalah  "Kalau Berani Sama Orangnya ".

Saka melanjutkan penambang menggunakan modus baru untuk mengelabui petugas yakni dengan cara menggerogoti bagian bawah batu. Sehingga kerusakannya tidak tampak dari luar, tapi menyebabkan batu sebagai penyanggah tanah menjadi turun.

"Pohon nggak ada yang rusak karena mereka kan menggali di sela - sela batu, jadi batunya turun, kalau pasir yang dibawah diambil otomatis batunya turun," ungkapnya.

Saka menuturkan pihaknya menduga para penambang liar bekerja saat malam hari dan menginap di lokasi. Hal itu semakin dikuatkan pada saat razia, pihaknya menemukan tempat tidur yang dibuat dari karung yang diisi dengan pasir, obat nyamuk bakar dan pasta gigi.

Selain itu, dikatakan Saka saat memasuki lokasi tambang, anggota Satpol PP sempat melihat ada beberapa orang di tambang tersebut. Namun, saat didatangi para penambang tiba- tiba menghilang.

"Ada aktivitas, menurut rekan-rekan yang di depan sepintas ada melihat, tapi kemudian sudah menghilang. Ada juga kita mendengar di dalam lobang kayak alarm jam gitu, tapi gak tahu apa alarm atau apa, tempat tidur itu di di sela - sela batu, batu itu kan besar, ada lubang nya, nah disitu dibikin untuk istirahat," ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Des Kurniawan menambahkan Tim Gabungan mengamankan beberapa barang bukti dalam razia.

"Barang bukti yang kita amankan, sekitar sembilan gulung slang dan linggis. Setelah ini kita tetap rutin patroli," pungkasnya. (*)

penulis: IBB

Komentar Via Facebook