Bupati Ibnu Minta Masyarakat Waspadai Makanan Mengandung Zat Kimia Berbahaya
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Bupati Ibnu Minta Masyarakat Waspadai Makanan Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Bupati Ibnu Minta Masyarakat Waspadai Makanan Mengandung Zat Kimia Berbahaya
Bupati Bateng, Ibnu Saleh bersama Kepala BPOM Babel, Hermanto usai menandatangani nota kesepahaman atau MoU di Pondopo Bupati Bateng, Rabu (15/1). WARTABANGKA.COM/RN

WARTABANGKA.COM, KOBA - Bupati Bangka Tengah (Bateng), Ibnu Saleh tidak ingin mendengar dan melihat ada obat-obatan, bahan pangan, buahan serta makanan mengandung pengawet atau zat kimia beredar di daerah itu tanpa seizin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"Kemarin sempat viral ada anggur mengandung pengawet beredar penjualannya di jalanan. Kok anggurnya nggak pakek busuk, utuh namun kulitnya berlapis pengawet seperti lelehan lilin berwarna putih. Hal-hal semacam ini, kalau bisa jangan terjadi di Bateng ke depan," kata Ibnu dalam sambutannya sebelum menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan BPOM Bangka Belitung di Pondopo Bupati Bateng, Rabu (15/1).

Selain buah, Ibnu juga menginginkan instansi terkait bersama BPOM Babel rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat-tempat yang  terindikasi melakukan kecurangan dalam menjual produk makanan, obat-obatan hingga bahan pangan lainnya.

"Silakan datangi pasar, tokoh-tokoh, supermarket hingga pabrik di Bangka Tengah yang terindikasi berbuat curang dengan mencampurkan bahan pengawet ataupun zat kimia lainnya pada makanan tanpa izin dari BPOM. Tidak apa-apa ditindak, kami mendukungnya karena telah merugikan masyarakat," katanya.

Melalui MoU ini, dia mengajak BPOM dan semua pihak untuk melindungi masyarakat Bateng dari peredaran makanan, obat-obatan hingga bahan pangan mengandung pengawet dan zat kimia lainnya. Jangan sampai masyarakat mengidap beragam penyakit, seperti kanker usai mengkonsumsi terlalu banyak makanan mengandung pengawet.

"Pada kesempatan ini kami juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih makanan, obat-obatan dan bahan pangan. Jikapun sakit jangan langsung membeli obat sembarangan, sebaiknya pergi ke dokter menggunakan BPJS dan apabila membeli obatnya diluar harus ada resep dokter," katanya.

Kepada pedagang, ia juga menekankan agar tidak menggunakan pengawet atau zat kimia lainnya untuk menjaga kualitas produk yang akan dijual ke masyarakat. Seperti halnya pedagang ikan, diharapkan menggunakan es batu jangan menggunakan formalin sebagai pengawet. Begitupun pedagang buah, tidak boleh menggunakan lilin atau bahan lainnya untuk mengawetkan buah tersebut.

"Perlu kita pahami bersama bahwa konsumen (masyarakat) dilindungi undang-undang. Jika konsumen merasa dirugikan, maka konsumen bisa menuntut secara hukum," terangnya.

Ibnu juga memberikan tips kepada masyarakat agar selalu hidup sehat yakni rutin minum madu. Di Kabupaten Bateng terdapat banyak madu yang menyehatkan badan, mulai dari madu kelulut, madu manis hingga madu pahit silakan di konsumsi.

"Alhamdulillah, badan saya sehat setelah mengkonsumsi madu secara rutin. Pola makan juga dijaga, hindari makanan yang banyak mengandung minyak dan santan. Lalu perbanyak makan ikan yang mengandung protein tinggi sehingga menyehatkan badan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Babel, Hermanto mengapresisasi Pemkab Bateng yang telah melaksanakan MoU dengan BPOM Babel. Ke depan, pihaknya lebih optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsi (tusi) seperti pemberian izin hingga pengujian sampel bahan pangan, makanan dan obat-obatan yang diajukan oleh pelaku usaha ataupun produsen.

"Selama ini tusi sudah berjalan baik di Bangka Tengah, seperti sidak-sidak sukses terlaksana bersama tim terpadu yang terdiri dari gabungan instansi pemerintah. Dengan adanya MoU ini, alhamdulillah artinya tusi kami semakin mendapat dukungan lebih dari Pemkab Bangka Tengah," kata Hermanto dalam sambutannya.

Dengan adanya MoU ini juga, ke depan BPOM akan melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan harapan para siswa mengetahui bahaya pengawet pada makanan, obat-obatan hingga bahan pangan pada kesehatan tubuh.

"Sosialisasi merupakan upaya kita menghindari anak usia produktif dalam mengkonsumsi obat-obatan, makanan serta bahan pangan mengandung zat kimia atau pengawet," katanya.

Lanjutnya, BPOM Babel terus berupaya menekan angka ketidaktahuan pelaku usaha terhadap bahaya produk makanan, obatan dan bahan pangan bercampur bahan kimia. Jikapun telah diimbau tidak diindahkan, maka pihaknya berhak melakukan penindakan tegas bersama penegak hukum dalam melindungi konsumen serta penegakan UU Kesehatan lainnya tehadap produsen atau pelaku usaha yang membandel tersebut.

"MoU yang kita tanda tangani ini juga di harapkan dapat melindungi hak masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan. Kami juga mengapresiasi Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh yang telah memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakatnya," pungkas Hermanto.

Pantauan wartabangka.com, kegiatan MoU tersebut dihadiri kepala Dinkes Bateng, kepala Dinas Perikanan Bateng, kepala Dindik Bateng, kepala Disperindagkop UKM Bateng, kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bateng dan pelaku usaha. (*/)
 

penulis: RN

Komentar Via Facebook