Bupati Ibnu Ingatkan Pelajar Jangan Mau Diperbudak Narkoba
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Bupati Ibnu Ingatkan Pelajar Jangan Mau Diperbudak Narkoba

Bupati Ibnu Ingatkan Pelajar Jangan Mau Diperbudak Narkoba
Bupati Bateng, Ibnu Saleh memberi sosialisasi bahaya narkoba kepada siswa di SMKN 1 Koba, Jumat (17/1). WARTABANGKA.COM/RN

WARTABANGKA.COM, KOBA - Bupati Bangka Tengah (Bateng), Ibnu Saleh bersama Milenial Bangka Tengah Keadilan (MBK) menyambangi SMKN 1 Koba untuk mensosialisasikan hukum dan bahaya narkotika serta obat-obatan berbahaya kepada pelajar, Jumat (17/1).

Pada kesempatan itu, Ibnu meminta kepada pelajar jangan sekali-sekali mencoba konsumsi obat-obatan terlarang, mulai dari pil ekstasi, ganja hingga sabu-sabu. Menurut dia, banyak contoh pengguna narkoba yang menjadi gila dan mengalami stroke.

"Efek dari mengkonsumsi obat-obatan terlarang sangat luar biasa terhadap masa depan yang akan kalian gapai. Obat-obatan terlarang tersebut dapat mengganggu syaraf, pikiran hingga menimbulkan beragam penyakit antara lain gangguan jiwa," kata Ibnu saat sosialisasi di salah satu ruangan SMKN 1 Koba.

Lanjut dia, mengonsumsi obat-obat terlarang juga membuat ketagihan. Hal inilah memicu setiap orang yang ketagihan tersebut mencari uang dengan beragam cara, termasuk mencuri.

"Tahukan mencuri itu melanggar hukum. Nah, jangan gara-gara ingin beli obat-obatan terlarang kemudian mencuri lalu berakhir di jeruji besi. Ingat malu, ingat dosa dan ingat orang-orang sekitar kalian yang berharap kalian semua menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara," pesannya. 

Dia mengatakan memiliki, mengkonsumsi hingga mengedarkan obat-obatan terlarang melanggar hukum. Iapun mengimbau jangan mau diperbudak barang haram tersebut. Pelajar diminta untuk melaporkan jika mengetahui ada peredaran obat-obatan terlarang di sekolah kepada guru atau polisi.

"Dakde ampun e ikak kalo lah makai ubat-ubat telarang ne. Tangkap pelisi, penjara lah ikak, dakde ampun e. Sekali agik, jangan aok. Jadilah kite urang yang baek kik urang lain, gapai cita-cita ikak setinggi-tinggi e dengan skill yang ikak ade," kata Ibnu dengan logat Bangka.

Ibnu juga menyampaikan bahwa untuk menjadi hebat itu berawal dari cita-cita dan tekat kuat pada diri sendiri. Selain itu, dalam bermasyarakat, pelajar juga di tuntut untuk memiliki akhlak yang baik.

"Kami yakin, kalau kalian sudah memiliki cita-cita, ilmu pengetahuan luas, tekat yang kuat diiringi akhlak baik dan doa ke depan apapun yang akan kalian gapai akan terasa lebih mudah," katanya.

Sementara itu, Ketua MBK, Dairi alias Dodoy mengatakan pihaknya menyelenggarakan sosialisasi bahaya narkoba dan hukum secara rutin ke masyarakat bekerja sama dengan Pemkab Bateng, pemdes dan pihak sekolah.

"Secara kontinyu, kami akan datang ke desa-desa dan sekolah dengan harapan semua elemen masyarakat mengetahui bahaya narkoba dan hukum," kata Dodoy. (*/)
 

penulis: RN

Komentar Via Facebook