Jadi Tahanan Rumah, Ini Sanksinya Jika Dua Tersangka Kolektor Timah Tidak Kooperatif
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Jadi Tahanan Rumah, Ini Sanksinya Jika Dua Tersangka Kolektor Timah Tidak Kooperatif

Jadi Tahanan Rumah, Ini Sanksinya Jika Dua Tersangka Kolektor Timah Tidak Kooperatif
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Basel, Deni

WARTABANGKA.COM, TOBOALI - Pada pengalihan jenis penahanan terhadap dua kolektor timah ilegal Sudir (29) dan Dairamon (46) warga Bukit Permai Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) masuk pada pengalihan jenis tahanan rumah.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Basel, Deni mengatakan walaupun kedua tersangka tidak masuk dalam sel tahanan, tersangka harus koperatif sesuai aturan-aturan berlaku selama menjadi tahanan rumah. 

"Apabila kedapatan melakukan aktivitas transaksi jual beli pasir timah ilegal lagi atau pidana lainnya, ya sanksinya bisa kena lagi dan dicabut penangguhan penahanan, bisa masuk (sel-red) orangnya," kata Deni, Jumat (17/1).

Dia menjelaskan, pengalihan penahanan itu ada tiga jenis yakni penangguhan, tahanan rumah dan tahanan kota. Menurutnya, untuk dua tersangka kolektor timah ilegal hasil dari Operasi Peti Menumbing 2019 lalu masuk dalam jenis tahanan rumah.

Menurutnya, syarat penahanan rumah ini harus memenuhi unsur subjektif dan objektif dari persyaratan pendapat-pendapat yakni tidak menghilangkan barang bukti, koperatif dan tidak melakukan tindak pidana lainnya.

"Karena syarat penahanan ini kan ada subjektif dan objektif. Dari persyaratan itu pendapat-pendapat bahwa tidak boleh menghilangkan barang bukti, koperatif dan tidak boleh melakukan tindak pidana lainnya," ujarnya.

Ia menuturkan, untuk tersangka  penambang, sudah dikirim berkas dan sedang diteliti jaksa pidum, kalau ada petunjuk lain berarti kasusnya P19 dan itu tugas kepolisian untuk melengkapi.

"Kalau dari polres itu BAP, gali alat bukti dan saksi baru dikirim ke jaksa dan dipelajari jaksa sudah masuk belum unsurnya, sudah lengkap belum keterangan segala macam dan surat ahli kalau ada kekurangan, jaksa berikan petunjuk lagi untuk dilengkapi berkas tersebut," tandasnya.(*/) 

penulis: TRA

Komentar Via Facebook