Ketua Dewan Pendidikan Babel Setuju UN Dihapus, Ini Alasannya
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Ketua Dewan Pendidikan Babel Setuju UN Dihapus, Ini Alasannya

Ketua Dewan Pendidikan Babel Setuju UN Dihapus, Ini Alasannya
Ketua Dewan Pendidikan Babel, Bustami Rahman

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG-  Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Bangka Belitung (Babel), Bustami Rahman setuju dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim yang akan menghapus Ujian Nasional (UN).

Ia menyebutkan, sebelum direncanakan dihapus oleh Mendikbud saat ini, jauh sebelumnya, ia juga telah menyuarakan untuk penghapusan UN sewaktu masa Mendikbud, M. Nuh.

"Saya pernah usulkan ini sejak lama, waktu jadi rektor UBB (Universitas Bangka Belitung-red), itu sudah kita sarankan untuk dihapus, kalau sekarang kebijakan mau dihapus, saya setuju," kata Bustami, Rabu (22/1).

Kala itu, sambung dia, Mendikbud menyebutkan, jika dihapus, maka tidak ada standar untuk mengukur pendidikan.

"Mengukur standar pendidikan, tidak mesti harus setiap tahun, bisa dilakukan lima tahunan atau kalau terlalu lama, tiga tahun sekali, cukup," ulasnya.

Ia juga mendukung, jika penilaian siswa diserahkan kepada kemampuan kapabilitas guru dan sekolah, karena guru ulasnya, yang banyak beperan dalam mengetahui pendidikan anak-anak di sekolah.

Bustami menyebutkan, saat UN juga tak hanya bikin repot siswa yang harus mempersiapkan diri, tetapi juga pejabat dan lainnya yang memantau UN ke sekolah-sekolah.

"Pengukuran standar bisa dilakukan dengan cara lain, saya setuju banget kalau mau menghapus, tapi standar tetap ada tiga tahun sekali atau lima tahun sekali," pungkasnya.(*/)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook