Hampir Setahun Buron, Residivis Spesialis Jambret Ini Didor Polisi
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Hampir Setahun Buron, Residivis Spesialis Jambret Ini Didor Polisi

Hampir Setahun Buron, Residivis Spesialis Jambret Ini Didor Polisi
Reval Andrean (21), tersangka curat dan curas dihadirkan polisi saat konferensi pers di Mapolda Babel, Rabu (22/1).WARTABANGKA.COM/DEI

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Reval Andrean (21), narapidana yang kabur dari mobil Kejaksaan Negeri Pangkalpinang pada 23 April 2018 lalu, berhasil dibekuk oleh Tim 1 Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (20/1). Tersangka diketahui telah melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di tiga TKP. 

"Tersangka memang target operasi anggota kepolisian Polda Babel dan jajaran dan yang bersangkutan ini juga adalah tersangka yang melarikan diri pada tahun 2018 saat mau dikembalikan ke LP (Lembaga Pemasyarakatan) Tua Tunu," kata Kabid Humas Polda Babel, AKBP A. Maladi kepada wartawan di Mapolda Babel, Rabu  (22/1).

Sementara itu, Kasubdit Jatanras III Polda Babel, AKBP Wahyudi menambahkan tersangka juga merupakan residivis kasus curas spesialis jambret.

"Kemudian berdasarkan pendalaman penyelidikan kami juga, beberapa kejadian (tindak kriminal-red) sering dilakukan oleh pelaku, jadi nggak kapok-kapok melakukan curat maupun curas," ujar Wahyudi.

Pada saat akan melakukan penangkapan, diungkapkan Wahyudi, tersangka berusaha untuk melarikan diri, sehingga Tim 1 Opsnal Jatanras Polda Babel akhirnya dengan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan melepaskan timah panas ke kedua kaki tersangka. 

Lebih lanjut, saat dikonfirmasi awak media, tersangka mengaku berhasil melarikan diri dengan cara melepaskan borgol menggunakan alat sejenis peniti. "Kemudian setelah turun dari mobil tahanan, aku langsung kabur melarikan diri ke depan LP Tuatunu," ujar tersangka.

"Habis itu aku lari ke Selan, nggak lama, beberapa hari kemudian aku langsung lari ke Palembang lewat Permis, aku di Palembang lumayan lama, kemudian pulang lagi ke sini (Pangkalpinang-red) untuk nikah pakai inisial nama Adi," katanya. (*/)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook