Pembangunan TPA Regional Bangka Belum Terealisasi, Ini Sebabnya
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Pembangunan TPA Regional Bangka Belum Terealisasi, Ini Sebabnya

Pembangunan TPA Regional Bangka Belum Terealisasi, Ini Sebabnya
Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG-  Dalam rapat koordinasi gubernur dengan bupati/ wali kota yang dilaksanakan di Kabupaten Bangka Selatan, salah satu agenda yang dibahas adalah persoalan pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) regional.

"Saat rakor gubernur pada tahun 2019 lalu, memang sudah diangkat, dengan tiga titik TPA regional yang coba kita garap, tetapi di perjalanan belum terealisasi dan tahun ini coba kita bahas kembali," terang Wagub Babel, Abdul Fatah, Rabu (22/1).

Tiga titik yang diusulkan tahun lalu, satu di Belitung dan dua di Bangka, namun di Pulau Bangka, sebut wagub, masih terkendala penolakan masyarakat.

"Yang di Belitung, akan dibangun di perbatasan antara Belitung dan Beltim, ini sudah sepakat, mudah-mudahan dalam rakorgub kali ini sudah MoU," sebutnya.

Pada rakorgub tahun ini, tambah dia, akan disepakati kembali titik pembangunan TPA regional di Pulau Bangka.

"Di Bangka, ada dua titik, tapi kemudian setelah disepakati 2019 oleh masing-masing bupati, begitu dilempar ke masyarakat, masyarakat menolak, ini akhirnya, akan dicoba lagi dimana pasnya dibangun TPA regional ini," jelasnya.

Penolakan masyarakat ini, sebutnya, karena kurangnya sosialisasi, sehingga masyarakat masih beranggapan bahwa TPA ini tidak sesuai dan ditolak. Padahal, tambah wagub, dalam pengembangan dan pengelolaannya sudah menggunakan teknologi dan lebih modern.

"Saya melihat ini ada di sosialisasi dalam arti mengajak memberikan pemahaman bahwa manfaat TPA dan dirasakan terkait sampah dengan pengelolaan, harus kita informasikan," tutupnya.(*/)


 

penulis: TWO

Komentar Via Facebook