Tenaga Honorer Mau Dihapus, Ini Tanggapan Kepala BKPSDM Bangka Barat
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Tenaga Honorer Mau Dihapus, Ini Tanggapan Kepala BKPSDM Bangka Barat

Tenaga Honorer Mau Dihapus, Ini Tanggapan Kepala BKPSDM Bangka Barat
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bangka Barat, Antoni Pasaribu

WARTABANGKA.COM, MUNTOK - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB ) dan Dewan Perwakilan Rakyat akan menghapus tenaga honorer, pegawai tetap dan pegawai tidak tetap. Nantinya di organisasi pemerintahan hanya diisi oleh pegawai negeri sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) saja.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bangka Barat, Antoni Pasaribu saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sejauh ini belum menerima surat secara resmi terkait masalah tersebut.

"Artinya kita tetap berjalan dengan aturan lama. Mungkin ini ranahnya pak bupati terkait tenaga honorer," kata Antoni kepada wartabangka.com, Rabu ( 22/1).

Dengan dihapusnya tenaga honorer tentunya instansi pemerintah akan diisi oleh PPPK.  Antoni menuturkan status PPPK sama saja dengan PNS, namun bedanya, PPPK tidak menerima tunjangan pensiun. "Jadi dia (PPPK-red) ada tunjangan kesehatan. Kita belum ada PPPK, kita masih pegawai honorer Lepas," jelasnya.

Antoni menyebutkan jumlah pegawai honorer di lingkungan Pemkab Bangka Barat saat ini mencapai 3.007 orang. "Itu termasuk guru honorer di sekolah," tutupnya. (*/)


 

penulis: IBB

Komentar Via Facebook