Ini Hasil Kesepakatan BSNP Terhadap Ujian Nasional 2020
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Ini Hasil Kesepakatan BSNP Terhadap Ujian Nasional 2020

Ini Hasil Kesepakatan BSNP Terhadap Ujian Nasional 2020
Jumpa pers di ruang rapat BSNP, Komplek Perkantoran Kemendikbud, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (21/1). (IST)

WARTABANGKA.COM, JAKARTA- Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) melakukan revisi atas Prosedur Operasional Standar (POS) UN Tahun 2019/2020, sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional (UN).

Revisi tersebut, tertuang dalam Peraturan BSNP Nomor 0051/O/BSNP/XI/2019, yang menjelaskan bahwa POS UN Tahun Pelajaran 2019/2020 tidak berlaku. Selain itu, BSNP juga tidak lagi menerbitkan POS USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional).

“Sesuai dengan Permendikbud 43 Tahun 2019, USBN ditiadakan maka POS USBN menjadi tidak diperlukan,” kata Ketua BSNP Abdul Muti dalam jumpa pers di ruang rapat BSNP, Komplek Perkantoran Kemendikbud, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (21/1).

Kemudian, lanjutnya, mengacu pada Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 tersebut, pelaksanaan UN pada tahun ini akan mengacu pada POS UN Tahun Pelajaran 2019/2020 yang baru, sebagaimana tertuang dalam Peraturan BSNP Nomor 0053/P/BSNP/I/2020. "Ujian di tingkat satuan pendidikan dasar akan diselenggarakan oleh masing-masing satuan pendidikan," ujarnya.

Lebih lanjut Ketua BSNP menjelaskan, bahwa untuk UN 2020 secara konseptual dan prosedural, regulasinya sudah disiapkan oleh BSNP. Teknis pelaksanaannya, dilakukan oleh kementerian, dinas pendidikan dan pihak-pihak terkait. 

Ia menegaskan bahwa kewenangan BSNP selanjutnya adalah menyusun kisi-kisi soal UN, kemudian Pusat Asesmen dan Pembelajaran (sebelumnya Pusat Penilaian Pendidikan) yang akan menyusun lebih rinci soal UN tersebut. “Kisi-kisi sudah kita sampaikan dan sudah bisa diunduh. BSNP juga sudah menyampaikan ke Puspendik dan dinas-dinas,” terangnya.

Ia menambahkan, dahulu soal USBN tidak sepenuhnya dibuat sekolah namun berasal dari soal-soal anchor yang disiapkan kementerian. “Untuk ujian sekolah tahun ini sekolah diberikan keleluasaan dalam menentukan apakah ingin menyusun soal secara penuh atau menggunakan soal anchor yang disiapkan oleh kementerian,” jelas Abdul.

Secara substansi yang sangat mendasar, adalah tentang perubahan nomenklatur. Kebijakan dalam POS yang baru tidak jauh berbeda dengan POS sebelumnya. “Jadwal pelaksanaan tetap sebagaimana informasi yang kami edarkan dalam POS dan bisa diunduh dalam laman BSNP. Tidak ada perubahan untuk jadwal dan sistem UN 2020. Kami masih menggunakan dua moda dalam UN yaitu UNBK (UN Berbasis Komputer) dan UNPK (UN berbasis pensil dan kertas),” jelas Abdul.

Pada kesempatan ini, anggota BSNP Suyanto berpesan, agar berbagai pihak ikut membantu menginformasikan bahwa USBN tahun ini sudah tidak diselenggarakan, serta informasi lainnya terkait pelaksanaan UN 2020.

“Mohon kepada rekan-rekan pers menyebarluaskan informasi bahwa USBN itu sudah tidak ada. Sementara banyak daerah yang masih menunggu dan menanyakan apa pengganti USBN. Tolong informasikan bahwa sekolah harus menyelenggarakannya sendiri-sendiri, karena USBN itu sudah tidak ada,” tekannya. (*/)
 

penulis: TWO/RLS

Komentar Via Facebook