Perempuan 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Karet Desa Sangku
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Perempuan 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Karet Desa Sangku

Perempuan 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Karet Desa Sangku
Petugas saat mengevakuasi mayat RA yang ditemukan meninggal dunia di kebun karet Dusun Bubung Tujuh, Desa Sangku, Kecamatan Tempilang, Kamis siang (23/1). WARTABANGKA.COM/IBB

WARTABANGKA.COM, MUNTOK - Mayat perempuan berinsial RA (65) ditemukan warga di kebun karet Dusun Bubung Tujuh, Desa Sangku, Kecamatan Tempilang, Kamis siang (23/1). Mayat RA pertama kali ditemukan oleh SI, warga setempat saat hendak pergi ke kebun.

"Saat ditemukan, jenazah dalam keadaan terbaring di tanah. Yang menemukan pertama kali SI yang kemudian melaporkannya ke polsek setempat," kata Kapolres Bangka Barat, AKBP Muhammad Adenan kepada wartawan, Kamis sore (23/1).  

Kapolres menjelaskan korban terakhir kali terlihat dua hari yang lalu yakni pada Selasa (21/1) sekitar pukul 13.00 Wib. Saat itu, korban hendak pergi ke kebun karet yang berada tak jauh dari rumahnya. 

"Karena hingga hari Kamis korban tidak kembali, maka keluarga korban mencari korban ke kebun karet. Saat ditemukan, ternyata korban sudah meninggal dunia," jelas kapolres. 

Dia menerangkan di samping jenazah ditemukan beberapa barang berupa semprotan nyamuk merk Vape, racun rumput merk Roundup, satu botol minuman Mizone dan satu botol pestisida merk Hantu.

"Juga ditemukan satu buah gelas plastik berisi cairan warna kuning yamg diduga racun rumput merk roundup dan satu bilah parang," ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan penyebab kematian korban masih dilakukan penyelidikan oleh Tim Reskrim Polres Bangka Barat.

"Jadi untuk mengetahui penyebab kematian korban, harus dilakukan autopsi. Akan tetapi pihak keluarga tidak bersedia untuk itu (autopsi-red)," pungkas kapolres. (*/)


 

penulis: IBB

Komentar Via Facebook