DPRD Babel Dukung Rencana Pembangunan Jembatan Gantung Pangkalpinang-Bangka
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

DPRD Babel Dukung Rencana Pembangunan Jembatan Gantung Pangkalpinang-Bangka

DPRD Babel Dukung Rencana Pembangunan Jembatan Gantung Pangkalpinang-Bangka
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memberikan apresiasi dan mendukung rencana pembangunan jembatan gantung yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang.

Jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan antara Kelurahan Selindung, Pangkalpinang dengan Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi kepada wartabangka.com, seusai menghadiri rapat koordinasi (rakor) Komisi III DPRD Babel bersama Dinas PUPR dan Bappeda Babel, Dinas PUPR Pangkalpinang, Dinas PUPR Kabupaten Bangka, serta P2JN Balai dari Kementerian PUPR di Ruang Banmus DPRD Babel, Kamis (6/2).

"Kita mengapresiasi program pak walikota ini dan sangat mendukung, karena kalau lah kita menunggu jembatan itu dibangun oleh tingkat provinsi ataupun pusat, sesuai dengan RPJMD provinsi juga mungkin masih membutuhkan waktu yang lama, mengingat anggaran," kata Amri.

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Babel ini mengungkapkan, Pemkot Pangkalpinang sudah menganggarkan untuk pembangunan jembatan gantung tersebut dan saat ini sudah dalam tahap proses lelang.

"Rencana pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka di titik jembatan gantung yang lama, panjang jembatan diperkirakan 70 meter dengan lebarnya 9 meter, anggaran yang disiapkan oleh Kota Pangkalpinang itu lebih kurang 25 miliar," ungkapnya.

"Ternyata kita ketahui bahwa pembangunan jembatan gantung itu berada di Kota Pangkalpinang murni, jadi tidak dua sisi yang berbeda antara kabupaten, kota, karena memang dia (jembatan gantung-red) akan dibangun di wilayah yang tidak bersinggungan dengan kabupaten, kota, maka memang tidak salah Kota Pangkalpinang melakukan pembangunan," tambahnya.

Selain membahas persoalan jembatan gantung, disampaikan dia, dalam rakor tersebut juga membahas masalah ganti rugi lahan untuk kelanjutan pelebaran jalan Pangkalpinang-Sungailiat.

Karena, hingga saat ini masih berhenti dan artinya di tahun 2020 tidak ada alokasi anggaran.

"Dikarenakan itu aksesnya penghubung juga larinya ke Kabupaten Bangka, maka rakor itu juga mengharapkan kepada Pemkab Bangka untuk menganggarkan pembangunan jalan di sisi Kabupaten Bangkanya," ujarnya.

"Sehingga dengan harapan, pada saat jembatan itu sudah selesai dibangun, operasionalnya tidak menjadi kendala, karena semuanya sudah terbuka. Artinya sudah tidak ada hambatan lagi untuk dilalui masyarakat kita," harapnya. (*)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook