Tinjau Pabrik PT BAA Kenanga, Mulkan: Baunya Masih Ada Namun Cukup Berkurang
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Tinjau Pabrik PT BAA Kenanga, Mulkan: Baunya Masih Ada Namun Cukup Berkurang

Tinjau Pabrik PT BAA Kenanga, Mulkan: Baunya Masih Ada Namun Cukup Berkurang
Bupati Bangka, Mulkan meninjau pabrik PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang berada di Kelurahan Kenanga, Sungailiat, Bangka, Kamis (13/2/). WARTABANGKA.COM/ZEN

WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT- Bupati Bangka, Mulkan bersama pihak terkait kembali melakukan peninjauan ke pabrik  PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang berada di Kelurahan Kenanga, Sungailiat, Bangka, Kamis (13/2/). Peninjauan dalam rangka melihat sejauh mana progress dari penyelesaian bau busuk yang disebabkan oleh limbah PT BAA.

Menurut Mulkan, saat ini kondisi bau tetap masih ada namun sudah cukup berkurang. Untuk itu, hal ini akan terus ditangani secara bersama sehingga tidak lagi menimbulkan bau.

"Kita ingin ke depan tidak ada terjadi suatu gejolak terhadap PT BAA. Sehingga kalau investasi nyaman tanpa gejolak," harap Mulkan disela-sela tinjauan.

Mulkan mengatakan, saat ini penanganan sekitar 90 persen sudah dilakukan perbaikan-perbaikan. Hal ini kata dia, akan terus dipantau pihaknya.

"Makanya kami datang ke sini (pabrik-red) karena ingin melihat sejauh mana perbaikan-perbaikan dari penanganan limbah," tambahnya. 

Terkait dengan antrean petani ubi saat ini, Mulkan mengatakan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Apalagi kata dia, ubi tidak bisa bertahan lama paling tidak satu minggu.

"Dengan keterbatasan pabrik di Bangka. Memang ubi tidak bisa bertahan lama, paling lama satu minggu," ujar mantan anggota dewan ini.

Saat ini, dia juga menjelaskan jika masyarakat Bangka khususnya sudah merasakan manfaat dari menanam singkong. Dengan waktu paling lama satu tahun, sudah bisa panen. 

Untuk itu, Mulkan menegaskan, pihaknya ingin tetap eksis dan berjalan seperti biasa agar masyarakat yang menjadi petani ubi dan lainnya tetap berjalan secara kontinyu.(*/)

penulis: ZEN

Komentar Via Facebook