25 WNA Peringati 78 Tahun Meninggalnya Perawat Australia di Pantai Radji Muntok 
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

25 WNA Peringati 78 Tahun Meninggalnya Perawat Australia di Pantai Radji Muntok 

25 WNA Peringati 78 Tahun Meninggalnya Perawat Australia di Pantai Radji Muntok 
Tabur bunga memperingati 78 Tahun Meninggalnya Perawat Australia di Pantai Radji Muntok, Minggu (16/2) .WARTABANGKA.COM/IBB

WARTABANGKA.COM, MUNTOK - Sebanyak 25 warga negara asing (WNA) mendatangi Pantai Radji, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Minggu (16/2).

Mereka terdiri dari 10 orang dari Kedutaan Besar (Kedubes) Australia, satu orang dari Kedubes Inggris, satu orang dari Kedubes Jepang, dua orang dari Kedubes Selandia Baru dan 11 orang keluarga para perawat Australia yang tergabung dalam Malayan Volunteers Group. 

Kedatangan mereka dalam rangka Commemorative Service at Muntok warga negara Australia dan beberapa negara lainnya untuk memperingati tahun ke - 78 meninggalnya para perawat Australia pada Perang Dunia II.

Pada tanggal 16 Februari 1942 silam tentara Jepang membunuh 22 orang perawat Angkatan Darat Australia di Pantai Radji Muntok. Moment ini menjadi sejarah bagi negara Australia khususnya para keluarga perawat yang tewas ditembak tentara Jepang. 

Sejumlah karangan bunga diletakkan di monumen kecil di atas batu. Saat acara tabur bunga, warga negara Australia dan warga lokal Muntok berjalan perlahan sambil bergandengan tangan ke laut.

Hal ini sebagai gambaran saat para perawat Australia diperintahkan tentara Jepang untuk masuk ke laut saling berpegangan tangan sebelum diberondong dengan tembakan.

Duta Besar Australia, Gary Quinlan AO menjelaskan warga dan Pemerintah Australia sangat menghomati sejarah para perawat mereka di Pantai Radji. Berbagai upaya telah mereka lakukan untuk melindungi gaya hidup atau tradisi ini.

"Jadi semua Pemerintah Australia sudah mengeluarkan banyak uang dan usaha untuk memperingati kejadian di Radji Beach untuk peringatan penting tentang sejarah khususnya disini dimana ada kejadian unik," jelas Gary Quinlan.

Lebih lanjut dikatakan Gary,  pihaknya akan bekerja sama dengan penduduk setempat untuk merawat monumen kecil di Pantai Radji.

"Monumen ini kalau bisa dilihat kita akan selalu menjaga karena memang dekat dengan laut pasti lambat laun akan ada kerusakan, kita akan selalu menjaga dan kita akan bekerja sama dengan warga lokal disini untuk menjaga bagaimana ini bisa lestari dan indah nanti," katanya.

Gary menuturkan Pemerintah Australia sangat mengapresiasi bantuan masyarakat lokal yang membantu para perawatnya yang tertembak pada masa perang dulu.

"Harus diingat juga pada saat kejadian ini, Australia itu sangat menghargai masyarakat lokal yang membantu suster Australia yang tertembak dan dibantu masyarakat lokal dan kita dalam hati kita selalu teringat ini sangat dekat antara masyarakat lokal dan Australia," tutupnya. (*/)

penulis: IBB

Komentar Via Facebook