Dua Kabupaten di Babel Ini Dapat Keistimewaan Pencairan Dana Desa, Ini Penyebabnya 
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Dua Kabupaten di Babel Ini Dapat Keistimewaan Pencairan Dana Desa, Ini Penyebabnya 

Dua Kabupaten di Babel Ini Dapat Keistimewaan Pencairan Dana Desa, Ini Penyebabnya 
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Pemprov Babel, Yuliswan

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Dua kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendapatkan keistimewaan dalam pencairan dana desa. Hal ini dikarenakan, dua kabupaten ini masuk dalam kategori desa mandiri.

Dua kabupaten tersebut adalah Kabupaten Bangka Barat (Babar) dan Kabupaten Bangka Selatan (Basel), dengan skema pencairan dana desa hanya dua tahap.

"Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan melalui dana desa mandiri yang memiliki dua tahap, yaitu tahap pertama 60 persen dan tahap kedua 40 persen," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Pemprov Babel, Yuliswan, Rabu (19/2).

Dana desa mandiri ini, jelasnya merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintahan nasional kepada Pemprov Bangka Belitung melalui dua kabupaten ini.

"Karena mampu melaksanakan penyaluran dana desa yang dinilai sangat baik oleh Kementerian Keuangan RI, makanya dua kabupaten ini diberikan keistimewaan," jelasnya.

Yuliswan menerangkan, pencairan tahap I paling cepat bulan Januari dan paling lambat bulan Juni sebesar 60 persen  dan tahap II paling cepat bulan Juli sebesar 40 persen.

"Pemerintah mengucurkan dana desa yang besar, agar desa bisa menjadi lebih mandiri, meningkatkan potensi desa dan menggerakkan perekonomian," katanya.

Dana desa ini, kata dia, juga bisa dimanfaatkan untuk peningkatan potensi desa pada sektor produktif dan strategis, misalnya di sektor perkebunan, pertanian, BUMDes, pariwisata, sektor padat karya dan lainnya.(*/)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook