Tangkal Radikalisme, Polres Bangka Gelar FGD
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Tangkal Radikalisme, Polres Bangka Gelar FGD

Tangkal Radikalisme, Polres Bangka Gelar FGD
Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Paham Radikalisme dan Nasionalisme di ruang pertemuan ST 12 Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (19/2).WARTABANGKA.COM

WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT - Polres Bangka menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Paham Radikalisme dan Nasionalisme di ruang pertemuan ST 12 Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (19/2). FGD dihadiri Kapolda Babel, Kapolres Bangka, Wabup Bangka, Kajari Bangka, DPRD Bangka serta unsur lainnya.

"Paham radikalisme seperti perkumpulan ISIS yang tidak sepantasnya berkembang di wilayah Republik Indonesia. Untuk itu, kita akan membahas lebih detail yang dihadirkan oleh narasumber melalui Focus Group Discussion ini," ujar Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono dalam sambutannya.

Dia berharap para narasumber dapat memberi materi untuk dapat dicermati dan menjadi pembelajaran yang nantinya dapat dikembangkan di lingkungan masyarakat.

Dikesempatan itu, Kapolda Babel, Drs. Brigjen Pol, Anang Syarif Hidayat yang sekaligus sebagai narasumber FGD mengatakan radikalisme itu perkumpulan orang-orang yang menggangap perbedaan pandangan itu selalu salah. "Jadi siapapun yang tidak sesuai dengan pandangan, pola pemikiran dan pendapatnya selalu dianggap salah," katanya.

Padahal, kita sendiri walaupun pandangan ataupun pendapat itu benar tetapi belum tentu dianggap benar oleh orang lain. "Jadi dalam menangkal radikalisme ada beberapa cara seperti tindakan yang bersifat preentif dan preventif," ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Bangka, Syahbudin  mengatakan radikalisme itu suatu paham, ideologi ataupun gagasan yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial ataupun politik dengan cara kekerasan dan cara yang ekstrem. 

"Seperti adanya keinginan dan perbuatan dari paham radikalisme yang selalu memaksakan kehendak. Sehingga radikalisme menjadi penganggu dasar dari nasionalisme," katanya.

Dikatakan dia, untuk menangkal potensi radikalisme seperti ditingkat kecamatan yang di anggotai oleh camat, kades dan Propam Masyarakat. Kemudian ditindak lanjuti ke desa yang beranggotakan oleh kades atau lurah, kasitrantif, linmas dan masyarakat.

"Dengan cara kerjanya, mereka membentuk komunikasi seperti grup WhatsApp Forum Komunikasi Umat Beragama dan lainnya. Selain itu juga kegiatan setiap hari Jumat yang disebut Jumat Barokah, seperti penyampaian ekrisme dan nasionalisme yang harus dijaga," tutupnya.(*/)

penulis: ZEN

Komentar Via Facebook