BP2RD Bateng Puji Operasional Mobil Keliling Mas Jempol Kabupaten Bangka
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

BP2RD Bateng Puji Operasional Mobil Keliling Mas Jempol Kabupaten Bangka

BP2RD Bateng Puji Operasional Mobil Keliling Mas Jempol Kabupaten Bangka
Studi banding BP2RD Bateng mempelajari operasional mobil keliling Mas Jempol Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bangka, Rabu (19/2) siang.WARTABANGKA.COM/ZEN

WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT -Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng ) melakukan studi banding atau kunjungan kerja ke Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bangka, Rabu (19/2) siang.

Kepala BP2RD Bateng, Wiwik Susanti menjelaskan, studi banding ini dalam rangka belajar terkait operasional mobil keliling Mas Jempol untuk pelayanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) oleh masyarakat yang ada di desa dan kelurahan di seluruh kecamatan yang ada di Bangka.

"Saya mengapresiasikan sekali Pemda Bangka, khususnya BPPKAD yang telah mengoperasional Mas Jempol ini, apalagi didukung dengan peralatan yang begitu lengkap seperti komputer, internet, printer dan sebagainya. Sehingga masyarakat bisa melihat langsung daftar tunggakan PBB yang ada selama ini," ungkapnya.

Pihaknya di tahun 2020 juga berencana akan mengoperasionalkan mobil pelayanan PBB yang akan keliling ke desa-desa.

"Sayang sekali kalau kita studi banding ke luar daerah yang ada di pulau Jawa atau lainya, kalau disini (Bangka-red) ada juga mobil keliling untuk melayani pembayaran PBB masyarakat yang ada di desa-desa," jelasnya.

Sementara, Kasubid Penagihan dan Piutang Pajak Daerah Kabupaten Bangka, Adi Muslih menjelaskan mobil Mas Jempol ini sudah ada diawal tahun 2018, tetapi mulai efektif dioperasionalkan untuk turun ke desa-desa pada pertengahan tahun 2019.

"Sehingga dengan adanya operasional mobil pelayanan PBB turun ke desa dan kelurahan yang ada di seluruh kecamatan bisa membantu atau meringankan masyarakat yang akan membayar pajak PBB khususnya yang jauh dari perkotaan selama ini,"kata Adi.

Dia menyebutkan, operasional mobil Mas Jempol juga bisa meningkatkan pendapatan dalam penerimaan pembayaran PBB, apalagi ketika masih BP2RD pihaknya mengeluarkan surat edaran yang ditandatangani oleh Bupati Bangka terkait PNS harus lunas PBB apabila akan mencairkan TPP atau Insentif.

"Dua cara itu ternyata ampuh sekali sehingga penerimaan PBB 2019 di Bangka mencapai kurang lebih 101,86 persen. Pada tahun-tahun sebelumnya tidak mencapai target," pungkas Adi Muslih.(*/)

penulis: ZEN

Komentar Via Facebook