Darlianah Menangis Tak Diizinkan Masuk Tes SKD CPNS Bangka Selatan karena Terlambat 10 Menit
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Darlianah Menangis Tak Diizinkan Masuk Tes SKD CPNS Bangka Selatan karena Terlambat 10 Menit

Darlianah Menangis Tak Diizinkan Masuk Tes SKD CPNS Bangka Selatan karena Terlambat 10 Menit
Peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Bangka Selatan, Darlianah (35) warga Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, menangis tak izinkan masuk oleh panitia karena terlambat. Selasa (25/2/2020)

WARTABANGKA.COM, TOBOALI, - Darlianah (35) warga Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan harus menguburkan impiannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Ia yang merupakan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada hari pertama pada sesi ke 3 tidak bisa mengikuti ujian.

Ibu dua anak ini tak diizinkan masuk ujian karena telat 10 menit. Sedangkan peserta lainnya sudah masuk ruang CAT di Gedung Diklat Pemkab Basel, Selasa (25/2).

"Tolong pak, saya mau ikut tes PNS, saya telat karena tadi shalat dulu pak di Masjid," kata Darlianah sembari menangis tersedu-sedu dihadapan panitia tes CPNS.

Darlianah rela berangkat pagi dari Permis dan mengajak suami dan kedua anaknya dengan tujuan untuk mengikuti tes CPNS yang diselenggarakan oleh Pemkab Basel tahun anggaran 2020. 

"Kami berangkat sejak pagi tadi ke Toboali sama Suami dan anak anak, sampai di sini (gedung Diklat) kami tidak tolak karena alasan telat hadir," sebutnya.

Usaha Darlianah untuk meyakinkan panitia tampaknya tidak membuat keputusan berubah, ia dinyatakan gugur untuk mengikuti tes CPNS. 

"Saya mohon pak, ini kesempatan saya yang terakhir ikut tes CPNS, karena umur saya sudah 35 tahun bulan Februari ini dan tidak bisa ikut lagi tes berikutnya, tolonglah pak," ucapnya sambil merunduk nangis di meja panitia.

Sementara itu, kanjut dia saat kejadian calon peserta yang telat itu juga disaksikan oleh Tim Pengawas dan Pengendalian BKN RI, Lardi.

Ia mengatakan sistem sudah terkunci dan tidak bisa dibuka kembali karena aturan-nya seperti itu.

"Maaf ibu bukan kami yang menolak, tapi dikarenakan sistem sudah terkunci. Bukan karena panitia tidak terima, nanti akan ada terbaik untuk ibu, ambil hikmahnya saja. Apalagi alasan ibu telat karean selesai shalat di Masjid hikmahnya besar dari Allah dan yang terpenting kita sudah berusaha," ujarnya.

Ia juga meminta calon peserta yang gugur itu untuk berbesar hati dan bisa mengikuti tes PPPK yang rencananya akan dilaksanakan tahun 2020.

"Ibu bisa ikut PPPK, ibu bisa berkesempatan disitu nanti coba ikut aja," seraya menambahkan pelaksanaan SKD tes CPNS di kabupaten Bangka Selatan pada hari pertama berjalan lancar sesuai koridor dan memenuhi SOP. (TRA)

 

penulis: TRA

Komentar Via Facebook