Hari Pertama SKD CPNS Basel, Baru Diikuti 500 Peserta dari 1.667 yang Lulus Tes Administrasi
Banner DPRD Babel Bateng Covid 19
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Hari Pertama SKD CPNS Basel, Baru Diikuti 500 Peserta dari 1.667 yang Lulus Tes Administrasi

Hari Pertama SKD CPNS Basel, Baru Diikuti 500 Peserta dari 1.667 yang Lulus Tes Administrasi
Kabid Pengadaan, Mutasi dan Promosi Kepegawaian pada Badan Kepegawaian Daerah, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, Putra Syahbana. (*)

WARTABANGKA.COM, TOBOALI, - Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kabupaten Bangka Selatan dilaksanakan selama 4 hari yakni 25 - 28 Februari 2020 di gedung Diklat Pemkab Bangka Selatan dengan 189 formasi dan yang diikuti sebanyak 1.667 peserta.

Kabid Pengadaan, Mutasi dan Promosi Kepegawaian pada Badan Kepegawaian Daerah, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, Putra Syahbana mengatakan pada hari pertama, diikuti sebanyak 500 peserta dengan dibagi lima sesi dimulai pukul 08.00 Wib hingga pukul 18.00 Wib.

"Hari pertama tes CPNS diikuti 500 dari 1.667 peserta yang lulus seleksi administrasi, setiap sesi 100 peserta, kalau lima sesi ada 500 peserta perharinya, itu pun kalau hadir semua. Untuk pelaksanaannya selama 4 hari 25-28 Februari, tapi hari ke 4 hanya dua sesi saja," kata Putra, Selasa (25/2).

Ia menuturkan, tes berjalan aman dan lancar tidak ditemukan hal-hal yang aneh-aneh, hanya saja tadi ada sedikit kejadian salah satu peserta yang telat registrasi saat hendak memasuki sesi ketiga tes CPNS.

"Tes SKD hari pertama ini ada insiden yakni salah satu peserta tes yang terlambat 10 menit disaat peserta yang lain sudah masuk ruang tes CAT, peserta yang atas nama Darlianah itu katanya telat karena menunaikan shalat di Masjid," tuturnya.

Dijelaskan dia, peserta yang terlambat dan tidak bisa mengikuti tes SKD sudah diatur khusus dalam peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) nomor 50 tahun 2019 tentang prosedur penyelenggaraan seleksi dengan metode Computer Assissted Tes (CAT).

"Jadi dalam tata tertib diatur peserta lima menit sebelum sesi dimulai sudah ditutup untuk pemberian PIN registrasi, sehingga peserta tidak bisa lagi untuk masuk ke dalam ruang dan mengikuti tes karena sudah diblok sistemnya, bukan karena panitia menolak, tapi aturan sistemnya seperti itu," jelas dia. (TRA)

penulis: TRA

Komentar Via Facebook