DPRD Sarankan Gubernur Erzaldi Tutup Sementara Pintu Masuk Babel
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

DPRD Sarankan Gubernur Erzaldi Tutup Sementara Pintu Masuk Babel

DPRD Sarankan Gubernur Erzaldi Tutup Sementara Pintu Masuk Babel
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya menyikapi berbagai permasalahan yang harus dihadapi bersama dalam mengatasi pencegahan dan penanganan virus corona.

Menurut dia, berdasarkan masukan dari para anggota DPRD, Gubernur Erzaldi diminta agar membuat surat atau kebijakan sementara untuk menutup pintu masuk ke Babel.

"Tetapi kebijakan itu harus di porsi lagi kepada semua instansi, kebijakan ini kan tidak semudah itu, karena ini kan harus meminta masukan dan saran dari berbagai komponen masyarakat maupun instansi, maka kita berharap ini harus benar-benar segera diwujudkan," kata Didit usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Banmus DPRD Babel, Senin (23/3).

Selain itu, menurut dia, setelah mendengar masukan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ternyata Babel saat ini memang butuh ruang isolasi bagi pasien dalam pengawasan (PDP) untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Ada berbagai usulan untuk pengadaan ruang isolasi selain di rumah sakit, bahkan saran saya yang lebih efektif adalah tempat diklat kita itu dan telah disetujui oleh IDI dan tim medis," ungkapnya.

Selain itu, disampaikan Didit, pihaknya bersama eksekutif juga menganggarkan ruang pendeteksi atau body cleaner di sepuluh tempat, yakni dua di bandara dan delapan di pelabuhan.

"Jadi bagi orang-orang yang masuk ke Bangka Belitung harus masuk ke ruang pendeteksi khusus, sehingga virus tersebut dalam waktu singkat bisa dideteksi," ujarnya.

Oleh karena itu, dijelaskan Didit, anggaran 25 miliar yang sebelumnya telah disetujui tidak cukup untuk mengakomodir semuanya, oleh karena itu, ia meminta eksekutif untuk melaporkan anggaran tambahan sesuai dengan yang dibutuhkan.

"Maka kita minta kepada bapak gubernur, pemerintah daerah segera rapatkan barisan untuk segera menginventaris mana-mana yang belum terakomodir untuk penanganan virus ini, anggaran 25 miliar ternyata hanya untuk hal-hal yang sifatnya, misalnya untuk penyemprotan disinfektan," tuturnya.

"Tapi ada yang belum, kita butuh ruang isolasi, kita tanya (kepada IDI Babel dan tim medis-red), jika misalnya ada masyarakat kita yang terindikasi positif, apakah ruang penanganannya sudah representatif belum, kita berharap jangan sampai ada yang positif, harapan kami, sore ini sudah ada anggaran mana saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan bahwa Babel ini benar-benar bebas dari permasalahan ini," timpalnya. (*/) 
 

penulis: DEI

Komentar Via Facebook