2020, Bapemperda DPRD Babel Bahas Empat Raperda Inisiatif
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

2020, Bapemperda DPRD Babel Bahas Empat Raperda Inisiatif

2020, Bapemperda DPRD Babel Bahas Empat Raperda Inisiatif
Ketua Bapemperda DPRD Babel, Nico Plamonia Utama (kanan)

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah membahas dua rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif dari empat raperda pada tahun 2020 ini.

"Dua raperda sudah jalan, karena kita dianggarkan untuk tahun ini empat, jadi dari empat itu ada dua pansus yang membahas raperda penyelenggaraan perhubungan dan peternakan," kata Ketua Bapemperda DPRD Babel, Nico Plamonia Utama saat dibincangi wartawan di Gedung DPRD Babel belum lama ini.

Sementara dijelaskan dia, untuk dua raperda lainnya, yakni pariwisata dan pendidikan saat ini masih menunggu dari pihak eksekutif. Dia menjelaskan, raperda pariwisata ini sangat penting karena Babel merupakan salah satu tujuan destinasi wisata nasional. 

"Jadi kita ini kan di RPJMN itu sudah ditetapkan sebagai 10 tempat destinasi wisata prioritas. Negara sudah menetapkan Babel sebagai salah satu destinasi prioritas pariwisata, sedangkan kita perda pariwisatanya belum ada, maka kita harus membuat (perda-red) itu biar benar-benar para pelaku pariwisata ini mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah daerah," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, sektor pariwisata ini merupakan bagian dari sumber pendapatan daerah untuk jangka panjang sebagai peralihan atau transformasi dari sektor pertambangan. "Jadi mesti kita bersama-sama memiliki satu visi, dan satu langkah," tuturnya.

Sementara untuk raperda pendidikan, disampaikan dia, pihaknya akan merevisi perda yang sudah ada. "Karena pendidikan ini kan kewenangannya banyak di pusat," ujarnya.

Dalam Raperda Pendidikan ini, diutarakan dia, menitikberatkan untuk para pelajar khususnya penyandang disabilitas, atau berkebutuhan khusus. "Jadi kita fokusnya disitu dan kita sesuaikan dengan undang-undang yang ada sekarang," terangnya.

Dia berharap, para penyandang disabilitas ini mendapatkan hak yang layak baik dari pendidikan maupun penyediaan sarana dan prasarana umum.

"Mereka juga punya hak yang layak untuk bekerja, dan lingkungan di Babel ini juga menyiapkan lah sarana dan prasarana apa yang mereka butuhkan," ujarnya. (*/)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook