Bupati Markus dan Forkompinda Babar Semprot Pasar Muntok dengan Disinfektan
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Bupati Markus dan Forkompinda Babar Semprot Pasar Muntok dengan Disinfektan

Bupati Markus dan Forkompinda Babar Semprot Pasar Muntok dengan Disinfektan
Bupati Babar, Markus menyemprot cairan disinfektan di Pasar Muntok untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, Rabu (25/3). WARTABANGKA.COM/IBB

WARTABANGKA.COM, MUNTOK - Bupati Bangka Barat (Babar), Markus memimpin langsung kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di Pasar Muntok, Rabu (25/3). Penyemprotan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 ini dilakukan bersama  Forkompinda, Gugus Tugas Covid-19 dan PMI Babar.

Bupati Markus menyebutkan Pasar Muntok sengaja dipilih sebagai sasaran awal penyemprotan. Hal itu dikarenakan pasar merupakan tempat berkumpulnya orang dalam jumlah besar.

Bukan hanya pasar, tambah dia, penyemprotan juga akan dilanjutkan ke kantor-kantor pemda yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

"Setelah Pasar Muntok, nanti akan dilanjutkan di kantor-kantor pemda, dukcapil, dinas satu pintu yang banyak berhubungan langsung dengan masyarakat. Kita berharap dengan adanya penyemprotan ini bisa menekan virus Corona di Bangka Barat ini," kata Markus.

Dia menambahkan, pemda akan terus melakukan himbauan baik kepada masyarakat, para kades serta RT/RW untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Edaran-edaran itu sudah kita lakukan, harapan kita masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, itu kuncinya," tutup Markus. 

Berikan Insentif Tambahan 

Di lain sisi, Pemerintah Kabupaten Babar berencana akan memberikan insentif tambahan bagi tenaga medis sebagai ujung tombak penanganan virus Corona.

"Kita lagi memikirkan itu untuk tenaga-tenaga medis yang langsung berhubungan menangani PDP (Pasien Dalam Pengawasan-red), kita rencanakan akan diberikan semacam insentif lah," jelas Markus.

Akan tetapi, Markus melanjutkan pihaknya masih melihat kemungkinan itu dari sisi aturan dan masih mengkalkulasi besaran insentif yang akan diberikan.

"Kalau aturan itu memungkinkan kita ingin memberikan insentif tambahan kepada perawat maupun paramedis yang langsung menangani PDP itu," pungkasnya.(*/)
 

penulis: IBB

Komentar Via Facebook