Surati Gubernur, Wali Kota Molen Minta Akses Keluar Masuk Pulau Bangka Ditutup 
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Surati Gubernur, Wali Kota Molen Minta Akses Keluar Masuk Pulau Bangka Ditutup 

Surati Gubernur, Wali Kota Molen Minta Akses Keluar Masuk Pulau Bangka Ditutup 
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) meminta kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk mengambil kebijakan menutup semua akses masuk dan keluar Pulau Bangka sebagai langkah pencegahan masuknya virus Corona atau Covid-19.

Permohonan tersebut disampaikan Molen melalui surat resmi yang ditujukan kepada Gubernur Babel tertanggal 25 Maret 2020. Sedikitnya ada tiga poin masukan yang disampaikan Molen dalam surat tersebut yakni menutup semua penerbangan dan jalur yang masuk dari dan ke wilayah Kepulauan Bangka selama 14 hari dari 27 Maret hingga 9 April 2020, kecuali dalam keadaan yang mendesak atau darurat dengan mendapatkan izin pihak yang berwenang.

Kemudian, dalam surat itu, Molen meminta penerbangan dan jalur laut dari dan ke Bangka yang membawa obat-obatan atau yang berhubugan dengan keperluan medis, bahan sembako dan bahan bakar minyak (BBM) dapat dilakukan dengan pengawasan yang ketat oleh aparat berwenang.

Babel Masih Aman

Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Babel, Mikron Antariksa mengatakan hingga saat ini Babel dalam kondisi masih aman karena masih belum ditemukan pasien yang dinyatakan positif corona.

Hal ini disampaikan Mikron pada pers conference di Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanganan Covid-19 di VVIP Bandara Depati Amir lama, Rabu (25/3).

Dia menjelaskan dari sisi wilayah, Babel sebagai daerah kepulauan membuat akses penyebaran virus tersebut sangat terbuka mengingat ada dua bandara dan enam pelabuhan di daerah itu. Mikron pun menyebutkan, Babel saat ini dikelilingi daerah dengan kategori zona merah Covid-19.

"Zona merah ini seperti Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Tengah, Banjarmasin, Kalimantan Timur, Jawa dan Kepulauan Riau," paparnya.

Terkait usulan lockdown atau karantina wilayah, menurut Mikron, kebijakan itu adalah wewenang pemerintah pusat bukan pemerintah daerah. "Untuk menutup suatu daerah atau menutup kedatangan orang dari suatu daerah bukan kebijakan kita," jelasnya.

Namun yang terpenting, lanjut Mikron, adalah kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama. Pihaknya, kata dia, telah membuat program-program dan kegiatan percepatan penanganan Covid-19 seperti yang sudah dijalankan sejak beberapa waktu lalu.

"Hal ini harus didukung oleh masyarakat, sehingga Babel tetap aman dari Covid-19 ini. Intinya harus disiplin, yang jadi permasalahan ini banyak warga belum disiplin. Maka dari itu, perlu adanya keseragaman kebijakan dari pusat hingga daerah, terutama penerapan social distancing atau physical distancing yang harus dilakukan masyarakat dengan penuh kedisiplinan," pungkasnya. (*/)


 

penulis: NAZ

Komentar Via Facebook