Sama dengan Covid-19, Dampak Ekonomi dan Kelaparan Dapat Terjadi di Babel
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Sama dengan Covid-19, Dampak Ekonomi dan Kelaparan Dapat Terjadi di Babel

Sama dengan Covid-19, Dampak Ekonomi dan Kelaparan Dapat Terjadi di Babel
Ketua Bakorwil Persaudaraan Pemuda Etnis Nusantara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Feryandi (Komeng).

 WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Terkait upaya pencegahan penyebaran Virus Corona 19 (Covid-19) dengan menutup semua akses bendar udara maupun pelabuhan di pulau Bangka tidak lah tepat untuk saat ini

Saat mulai di berlakukannya himbauan tidak boleh keluar rumah (Social Distances) banyak masyarakat Bangka yang berkurang pendapatan bahkan tidak sedikit masyarakat yang hilang pendapatannya.

"Penerapan imbauan ini sebenarnya juga hampir membuat masyarakat yang bekerja sebagai buruh harian tidak bisa makan. Apalagi nanti sampai pemerintah menutup semua kases masuk ke Pemprov Bangka Belitung. Untuk upaya pencegahan tidak Masalah asalkan jangan terlalu lama, jika situasi sudah agak membaik sebaiknya himbauan larangan ini segera di cabut. Kita boleh saja khawatir dan melakukan upaya pencegahan namun jangan sampai membuat masalah baru yang sudah pasti membuat sengasara sebagian masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap," ungkap Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Feryandi Komeng dalam rilisnya kepada wartabangka.com, Kamis (26/3).

Ketua Bakorwil Persaudaraan Pemuda Etnis Nusantara Babel itu melanjutkan, penyebaran Virus Corona belum tentu membahayakan masyarakat Babel khususnya pulau Bangka tapi justru banyak masyarakat yang mati karena kelaparan dan dampak sosial ekonomi lainnya akibat penerapan larangan tidak boleh keluar rumah (Sosial Distances) dan penutupan akses masuk melalui pelabuhan dan bandara.

Upaya pencegahan yang sudah dilakukan Pemprov dengan memasang kotak penyemprotan bagi penumpang yang masuk di bandara dan pelabuhan itu juga cukup efektif. Apalagi ada penyediaan tempat-tempat cuci tangan.

"Saya analisis belum saatnya kita Pemprov Babel melakukan proteksi yang berlebihan sehingga akibat tersebut sangat membuat sebagian masyarakat kesusahan bahkan bisa mengakibatkan masalah sosial ekonomi yang baru. Surat permohonan Walikota Pangkalpinang yang ditandatangani Maulan Aklil pada 25 Maret 2020 yang minta Pemprov Babel melakukan upaya pencegahan penyebaran Virus Corona-19  dengan menutup akses bandara dan pelabuhan di Pulau Bangka selama 14 hari, saya pikir langkah yang terburu-buru dan tidak memikirkan dampaknya," tuturnya.

Ia menambahkan, bahwa masyarakat bisa sengsara bahkan bisa mati karena tidak bisa makan karena tidak memiliki penghasilan sedangkan setiap hari harus mengeluarkan biaya hidup, itu harus di pikirkan dahulu bagaimana solusinya jangan gegabah dalam mengambil keputusan yang akan berdampak bagi masyarakat banyak.

"Jangan persoalan ini ditanggapi dengan penuh emosi dan terlalu gegabah yang tidak memikirkan akibatnya dari kebijakan seorang kepala daerah. Upaya pencegahan harus kita lakukan, tapi jangan memanfaatkan kepentingan kelompok tertentu tanpa memikirkan ada kelompok yang pasti akan terzolimi," jelasnya.

"Saya pikir semua setuju, jika musibah penyebaran Virus Covid-19 ini tidak ada yang boleh memanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu," imbuhnya.

Ia juga mengutuk keras jika ada yang memanfaatkan situasi dan kondisi yang melanda kecemasan masyarakat Babel, untuk kepentingan politik atau kepentingan tertentu.

"Saya minta Kapolda Babel harus tegas dan menangkap oknum pembuat dan penyebaran informasi bohong (hoaks) dan informasi yang menakut-nakuti masyarakat sehingga membuat masyarakat tidak tenang dan khawatir yang sangat berlebihan. Jangan persoalan ini di tanggapi dengan penuh emosi yang tidak memikirkan akibatnya dari kebijakan seorang kepala daerah," tegasnya lagi.

"Saya minta Gubernur Kepulauan Bangka Belitung maupun kepala daerah Bupati/walikota jangan terlalu panik sehingga dapat mengambil kebijakan yang salah. Dan dampaknya dapat mengakibatkan sebagaian masyarakat tambah susah untuk membeli beras," pungkasnya. (*/)

penulis: RLS

Komentar Via Facebook