Catat! Ini Tanggalnya Usulan Babel Tutup Penerbangan Udara
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Catat! Ini Tanggalnya Usulan Babel Tutup Penerbangan Udara

Catat! Ini Tanggalnya Usulan Babel Tutup Penerbangan Udara
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Naziarto

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akhirnya memutuskan untuk mengusulkan penutupan sementara akses masuk ke Babel, baik udara maupun laut, tetapi untuk akses sembako tetap dibuka melalui jalur laut.

Sekda Babel Naziarto usai rapat bersama Stakeholder (pemangku kepentingan) terkait mengatakan, 28-30 Maret 2020, tetap ada penerbangan ke Babel tetapi hanya satu kali penerbangan.

"Rapat ini dipimpin gubernur, wagub dan juga dengan kepala daerah se-Babel melalui Video Conference, ini keputusan bersama dari usulan masyarakat dan demi masyarakat Babel," katanya, Kamis sore (26/3).

Naziarto menyebutkan, pada 31 Maret hingga 6 April, Pemprov Babel mengusulkan tidak ada sama sekali penerbangan ke Babel baik melalui Bandara Depati Amir, Pangkalpinang maupun Hs. Hanandjoeddin, Tanjungpandan.

"31 Maret - 6 April  kita off, kemudian  tanggal 7 dan seterusnya lihat kondisi, kalau memungkinkan bisa normal seperti biasa," ujarnya.

"Apa yang dilakukan pemikiran kita ini kita sampaikan ke pusat, keputusan lebih lanjut ada di Menhub melalui dirjen perhubungan udara dan laut, maka kita akan antisipasi secepatnya mugkin, melalui tindakan cepat," tambah Naziarto.

Untuk pelabuhan laut, tidak ditutup secara statis tapi di dinamis, dimana pelabuhan  Pelangkalbalam dan Tanjung Ru Belitung dibuka untuk barang, tetapi bukan penumpang.

"Roro dan ASDP di Belinyu dan ASDP di Muntok sampai 27 Maret tetap dibuka, karena ada pengangkut kebutuhan pokok di Muntok. Selanjutnya akan diatur sedemikian rupa supaya arus angkut penumpang yang membawa kebutuhan tidak semaksimal tapi kita kurangi," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk SOP di pelabuhan yang masih dibuka ini, akan dipatuhi sesuai Pemerintah pusat, dimana setiap petugas yang mengangkut akan dilakukan SOP yang ketat.

"SOP kita terapkan, petugas akan dilakukan baik penyemprot dengan disinfektan maupun pemeriksaan susu tubuh Thermo gun," sebutnya.

Ia berharap, usulan ini bisa disetujui oleh pemerintah pusat, dan masyarakat Babel bisa terhindar dari Covid-19.

"Jadi masyarakat jangan resah, kita bukan lockdown tapi penutupan hanya bersifat sementara, suatu saat kalau kondisi rill memang benar virus bisa kita cegah penutupan akan kita buka secepatnya," tukasnya. (*/)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook