DPRD Bersama Pemkab Babar Gelar RDP Bahas Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Corona
Banner DPRD Babel Fraksi PPP DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

DPRD Bersama Pemkab Babar Gelar RDP Bahas Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Corona

DPRD Bersama Pemkab Babar Gelar RDP Bahas Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Corona
Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD bersama Pemkab Babar terkait upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, Kamis (26/3) .WARTABANGKA.COM/IBB

WARTABANGKA.COM, MUNTOK - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Barat (Babar) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemkab Babar terkait upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di daerah itu. Rapat digelar di Ruang Banmus Gedung Mahligai Betason I, Kamis (26/3).

Hadir dalam rapat tersebut Ketua DPRD Babar, H. Badri Syamsu, Wakil Ketua I,  H. Oktarazsari, Wakil Ketua II, Miyuni Rohantap, anggota komisi DPRD Babar, Pj. Sekretaris Daerah, Muhammad Effendi, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Bangka Barat, Sidharta Gautama dan kepala OPD Pemkab Babar.

Ketua DPRD Babar, H. Badri Syamsu mengatakan pihak DPRD mengundang eksekutif untuk mengetahui langkah apa saja yang dilakukan dalam menyikapi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Babar agar lebih konsen dan serius lagi dalam penanganan virus tersebut.

"Kita juga berharap pemerintah daerah ini melibatkan seluruh stakeholder yang ada dan juga masyarakat agar mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita agar virus Corona ini di Kabupaten Bangka Barat jangan sampai ada dan juga untuk masyarakat kita jangan sampai ada yang terjangkit virus," ujar Badri.

Dia mengatakan telah menyampaikan kepada Pemkab Babar untuk selalu mensosialisasikan serta memberikan edukasi kepada masyarakat dalam penanganan virus Corona dan hal apa saja yang harus dilakukan. Terlebih lagi bahwa virus Corona ini sangat luar biasa penyebarannya dan juga sangat mematikan.

"Namun demikian kita tidak perlu panik dalam menyikapi virus Corona ini. Intinya ini merupakan tanggung jawab kita semua dalam hal kebiasaan kita sehari-hari dalam menjaga lingkungan kita, agar selalu bersih. Kita menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat atau PHBS dan hal-hal yang tidak ada manfaatnya seperti nongkrong atau kegiatan pesta untuk sementara ditunda dulu lah," ujarnya. 

Lebih lanjut, dia mengatakan, pihak DPRD Babar sangat konsen sekali dalam hal penanganan virus Corona. Pihaknya juga akan tetap mensupport apa yang dilakukan oleh Pemkab Babar dan DPRD beserta anggotanya.

DPRD, katanya, menyatakan siap jika anggaran perjalanan dinas dipangkas minimal Rp 2miliar bahkan lebih agar penanganan pencegahan Covid-19 di Babar.

"Perjalanan dinas kami dipangkas, minimal 2 miliar, lebih pun nggak masalah. Kami juga mengharapkan dari seluruh OPD yang ada dipangkas juga, jangan sampai nanti untuk kegiatan penanganan pencegahan Covid-19 ini nanti terlambat," imbuh Badri. 

Saat rapat pun, Badri menuturkan anggota DPRD memberikan penegasan kepada pemerintah daerah khususnya dari OPD masing-masing dalam hal penyampaian anggarannya.

"Karena tadi saya sampaikan untuk penanganan virus Corona ini kita memang harus betul-betul secepatnya lah. Jangan sampai nanti lama anggaran ini, disampaikan kepada BPKAD dalam hal ini. Harapan kita secepatnya dan kami dari DPRD tetap support anggarannya," jelasnya.

Badri menambahkan ada beberapa kesimpulan yang diambil oleh DPRD Babar saat RDP. Pertama, DPRD menginginkan agar masa libur siswa  sekolah dapat diperpanjang. Kedua, agar pemerintah dapat menutup akses jalan bagi penumpang yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Kalian.

"Namun untuk yang pengiriman sembako dan sebagainya itu masih tetap berjalan tetapi harus dengan pengawasan yang sangat super ketat," tegasnya.

Badri menerangkan bagi pegawai Aparatur Sipil Negara Pemkab Babar yang pulang khususnya ke Palembang, Sumatera Selatan, pihaknya berharap agar pemerintah daerah harus memberi penegasan terhadap hal tersebut bila perlu diberi sanksi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Selanjutnya, mengenai jadwal masuk kerja ASN Pemkab Babar untuk dishiftkan. Kemudian, bagi tenaga medis yang bekerja menangani virus Corona harus diberikan insentif yang lebih.

"Kami dari DPRD siap untuk dipangkas anggarannya minimal Rp2miliar sampai Rp 2,5 miliar begitu pula untuk seluruh OPD yang ada di Kabupaten Bangka Barat. Tambahan untuk tenaga medis suplemen dan asupan gizi biar tambah semangat," pungkas Badri. (*/ADV/IBB )

penulis: IBB/ADV

Komentar Via Facebook