Bupati Ibnu Dorong Desa Lubukbesar Jadi Sentra Bawang Merah
Banner DPRD Babel Bateng Covid 19
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Bupati Ibnu Dorong Desa Lubukbesar Jadi Sentra Bawang Merah

Bupati Ibnu Dorong Desa Lubukbesar Jadi Sentra Bawang Merah
Bupati Bangka Tengah, H Ibnu Saleh mengunjungi proses penanaman bawang merah milik petani Desa Lubukbesar, Budiman, Rabu (27/5).WARTABANGKA.COM/RN

WARTABANGKA.COM, LUBUKBESAR - Bupati Bangka Tengah, H Ibnu Saleh mendorong Desa Lubukbesar, Kecamatan Lubukbesar menjadi sentra bibit bawang merah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

"Tadi saya melihat langsung proses penanaman bawang merah milik petani Desa Lubukbesar, Budiman. Pola penanamannya sudah sangat bagus, kita anggap berhasil sebagai pemula," ungkap Bupati Ibnu, Rabu (27/5).

Bupati Ibnu mengapresiasi adanya kemauan warga mengembangkan sektor pertanian seperti bawang merah pasca tambang timah saat ini. Bawang, katanya, memiliki nilai jual yang lumayan tinggi dimana harga di pasaran mencapai Rp45 ribu/kg dengan masa panen 3 bulan.

"Berhasilnya budidaya bawang merah di Lubukbesar ini telah memacu kita Pemkab Bateng untuk terus menganggarkan pengadaan bibit bawang merah melalui APBD Bateng. Kedepannya bibit bawang akan dibagikan kepada kelompok tani yang telah mengajukan proposal bibit bawang merah," ungkapnya.

Bupati Ibnu juga mengimbau warga Bateng dan Babel yang ingin membeli bibit bawang merah tidak perlu lagi pergi ke Brebes, cukup datang ke kebun bawang merah milik petani Desa Lubukbesar yakni Budiman. "Selain itu, kita juga bisa belajar langsung cara menanam bawang merah tanpa mengeluarkan biaya besar harus ke Brebes," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Budiman mengatakan dirinya telah mempersiapkan lahan seluas 5 hektar untuk menanam bawang merah. Saat ini yang telah ditanam bawang merah baru seluas 2 hektar. "Kita tanam bertahap, hingga mencapai 5 hektar," ungkap Budiman.

Pasca panen sebelumnya awal tahun 2020, Budiman mengatakan menjual bawang merah untuk konsumsi seharga Rp40 ribu/kg dan bibit Rp50 ribu/kg.

"Sekarang stok bawang merah dan bibitnya sudah habis. Mungkin tiga bulan ke depan setelah panen, bibit sudah ada bersamaan dengan bawang merah untuk konsumsi," ungkap Budiman.

Dia mengaku Bibit bawang merah ia beli dari Brebes dengan kualitas super. Untuk satu hektar lahan di tanam 1 ton bibit bawang merah, hasil didapat mencapai 10 sampai 12 ton per hektar.

"Kemarin kami panen bawang mencapai 22 ton. Untuk pasaran bawang yang telah dipanen tersebut baru bisa memenuhi kebutuhan warga Bateng. Mudah-mudahan setelah tertanam 5 hektar bawang merah sekarang, nanti pemasarannya bisa mencakupi sedikit wilayah diluar Bateng," ungkapnya.

Mengenai perhatian Pemkab Bateng kepada petani bawang merah, Budiman mengucapkan terimakasih karena selama ini Penyuluh Pertanian Lapangan Pemkab Bateng rutin datang ke lokasi tanam. Penyuluh biasanya mengarahkan cara tanam yang baik, dan cara mengatasi hama pada tanaman.

"Sesuai arahan Bupati Ibnu untuk mencapai keberhasilan panen bawang merah, kami juga menerapkan teknologi MA11 dalam pemupukan tanaman bawang merah," ulasnya sembari mengajak warga jangan takut menjadi petani dan jangan malu bertanya.

"Kami petani bawang merah Desa Lubukbesar terbuka kepada siapapun yang mau belajar menanam bawang merah," imbuhnya.(*/)


 

penulis: RN

Komentar Via Facebook