Ini Sekolah yang Akan Dibuka 2 Juni Mendatang
Banner DPRD Babel Bateng Covid 19
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Ini Sekolah yang Akan Dibuka 2 Juni Mendatang

Ini Sekolah yang Akan Dibuka 2 Juni Mendatang
Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Babel, M Soleh

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), akan mulai membuka sekolah untuk jenjang SMA/SMK pada 2 Juni 2020 mendatang.

Tetapi, tidak semua sekolah langsung menyelenggarakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM), Dinas Pendidikan Pemprov Babel, menunjuk satu sekolah untuk satu kabupaten/kota.

"2 Juni ini kita uji coba dulu. Surat edarannya sudah kita sampaikan ke masing-masing daerah, sementara satu sekolah di satu kabupaten/kota dulu, ini akan kita evaluasi hingga tahun ajaran baru," kata Kadisdik Babel, M. Soleh, Minggu (31/5).

Ia menyebutkan, cabang dinas pendidikan harus membentuk satgas Covid-19 yang bertugas memantau serta melaporkan ke dinas pendidikan.

Berdasarkan hasil keputusan, sekolah yang pada tahap I ini dibuka kembali adalah SMAN 3 Pangkalpinang, SMA 1 Pemali, Kabupaten Bangka, SMK 1 Kelapa Bangka Barat, SMAN 2 Koba, Bangka Tengah, SMAN 1 Toboali Bangka Selatan, SMKN 1 Tanjungpandang, Belitung dan SMAN 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur.

Soleh menegaskan, sekolah yang akan memulai kegiatan belajar mengajar ini, akan menerapkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) pencegahan Covid-19, yakni wajib menggunakan masker, mengatur jarak AntarSiswa, menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun, mengukur suhu tubuh serta kegiatan yang menerapkan perilaku hidup sehat.

"Jika biasanya satu kelas berjumlah 36 siswa untuk saat ini setengahnya saja dan diatur jaraknya di dalam kelas, jam tatap muka juga dikurangi. Guru dan siswa juga harus diketahui suhu tubuhnya, yang sakit diminta untuk tidak masuk dulu," jelasnya.

Soleh berharap, pelaksanaan KBM ini bisa dimulai dan diterapkan dengan protokol kesehatan Covid-19 dan dipahami oleh semua lingkungan sekolah, termasuk orangtua.

"Karena kalau tidak dimulai, kita tidak akan bisa. Untuk menunggu wabah ini berakhir, kita tidak tahu kapan akan berakhir dan kembali normal," tutupnya. (*/)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook