BST Provinsi Babel Segera Cair, Tapi Hanya Satu Bulan

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Bantuan Sosial Tunai (BST) yang direncanakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk membantu 50 Kepala Keluarga (KK) di setiap desa dalam waktu dekat akan dicairkan. Namun, dana yang dicairkan ini hanya untuk satu bulan saja.

“Bantuan sosial itu adalah dalam bentuk uang, tadinya sekitar Rp600.000 per bulan, tapi karena kondisi keuangan kita pada saat ini, kelihatan nggak mungkin itu, maka kesepakatan dengan dewan perwakilan dakyat daerah, kita akan berikan adalah untuk membantu 50 KK di setiap desa jumlahnya Rp 300.000 dan hanya satu bulan,” ungkap Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah, Rabu (12/8).

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah

BST ini, menurut wagub, sedianya dicairkan ketika awal Covid-19 mulai melanda, namun karena masih perlu pembahasan, akhirnya baru akan dicairkan pada awal September mendatang.

“Yang belum terlaksana itu, satu diantaranya bantuan sosial, kita sudah sama-sama menandatangani persetujuan  daripada APBD-perubahan dan insyaAllah pada bulan ini akan kita selesaikan menjadi APBD perubahan sehingga bisa dicairkan dan disampaikan kepada masyarakat secara langsung melalui rekening masing-masing,” ulasnya.

Wagub menjelaskan, awalnya, bantuan ini akan digabungkan dengan bantuan langsung tunai dari kementerian sosial, pemprov rencananya menambah bantuan yang dikucurkan oleh Kemensos, namun belum ada respon dan jawaban dari Kemensos, hingga akhirnya bantuan Kemensos diberikan sebesar Rp600.000/bulan.

“Mulainya kita ingin melakukan top-up terhadap para penerima program keluarga harapan  dan kita top up menjadi sekian rupiah, tapi untuk melakukan itu kita harus mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial dan  sampai dengan hari ini tidak memberikan dokumen, dari itu artinya pemerintah secara nasional sudah melihat bahwa apa yang dikeluarkan oleh pemerintahan nasional sudah cukup dengan besaran seperti itu, jadi kita tidak top-up,” jelasnya.

“Kemudian pemikiran daripada Pak Gubernur itu untuk 50 KK per Desa itu dengan besaran itu hanya satu bulan,” tambah Fatah.

Ia berharap, masyarakat bisa memaklumi kondisi keuangan daerah ini. Karena, selain untuk BST, Pemprov Babel juga mengucurkan anggaran untuk hal-hal lain berkaitan dengan Covid-19.

“Banyak hal yang sudah kita keluarkan, biaya perawatan dan kemudian biaya-biaya yang kita keluarkan untuk tracking kemudian tes dan kemudian juga untuk melakukan treatment itu di luar perkiraan semua, makanya itu dikatakan kondisi darurat itu, kemudian kita masih bisa lakukan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (*/)

loading...

Check Also

Pemkot Pangkalpinang Bangun 21 Unit Rumah Warga Kurang Mampu

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus menunjukkan kepedulian terhadap warga kurang mampu di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *