Breaking News

Advertorial

Pemprov Babel Ikuti Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah

WARTABANGKA, PANGKALPINANG- Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah berkesempatan mengikuti rapat kerja nasional (rakernas) akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah tahun 2020, Selasa (22/9).

Rakernas yang berlangsung secara virtual melalui teleconference ini bertemakan “Tantangan Akuntabilitas Keuangan Negara dalam Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional”. Hadir mendampingi Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, yakni Kelapa Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Babel, Fery Afrianto.

Berbagai hal dan masukan strategis dibahas dalam talkshow itu. Seperti yang disampaikan kepala badan kebijakan fiskal, berdasarkan situasi dan kondisi Indonesia bagaimana pemerintah merespon kebijakan fiskal dalam rangka penanganan Covid-19.

“Logika kebijakan pemerintah ini sangat tertantang, terbatasnya mobilitas masyarakat karena keterbatasan perekonomian masyarakat. Bagaimana fiskal, pemerintah selalu menjaga defisit fiksal, pemerintah hadir merubah dalam kebijakan fiksalnya,” ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Nathan.

Sementara itu, dirjen pembendaharaan menyampaikan tentang strategi dan langkah-langkah pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan bisa tereksekusi secara cepat dalam program pemulihan ekonomi nasional, penyelesaian aturan yang menjadi payung hukum, dan petunjuk teknis peran aparat pengawasan intern pemerintah dalam pelaksanaan dan akuntabilitas, penyempurnaan sistem monitoring dan informasi untuk memprogres penanganan, perencanaan, dan penganggaran, koordinasi pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi kerja pelaporan keuangan.

Tampak pula dalam rakernas ini, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Dirjen Pengawasan dan Jaksa Agung Muda Tata Negara Fery Wijaksono, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Nathan, dan Dirjen Pembendaharaan Andin Hadiyanto. (Diskominfo Babel)

Penulis : Irnawati
Foto : Umar
Editor : Listya

Wagub Babel Buka Diklat Untuk Kembangkan Potensi Guru

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah membuka kegiatan diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Berbasis Peserta Didik (PKB BPD) Angkatan II jenjang SD, SMP, dan SMA secara virtual di Ruang Rapat Wagub Kepulauan Babel, Senin (21/9).

Wagub Abdul Fatah yang menyambut baik kegiatan ini menaruh harapan yang tinggi terhadap program ini karena ini menjadi awal untuk mengedepankan profesionalitas guru di Indonesia.

Dalam penjelasannya, hakikat diklat ini adalah meningkatkan layanan mutu pendidikan dan kompetensi guru dalam mengembangkan keterampilan instruksional serta pengetahuan materi guru SD, SMP, dan SMA.

Dirinya menuturkan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan yang pertama adalah para guru, lingkungan, teknologi, dan sistem pembelajarannya.

“Sistem pembelajaraan saat ini seperti yang kita ketahui terjadi pergeseran. Kita yang berada pada tataran transformasi konvensional yang biasanya belajar melalui tatap muka tapi kemudian bertransformasi menjadi pertemuan virtual,” ungkap Wagub Abdul Fatah.

Menurutnya, jika kompetensi guru tidak menjadi perhatian kita semua, maka nilai tambah tidak akan berkembang. Jika tidak dikembangkan maka, selamanya akan berkutat pada titik tersebut.

“Namun dengan adanya program PKB BPD ini, saya yakin apa yang dimiliki, apa yang sudah dikuasai dan pengetahuan yang dimiliki para guru akan menjadi berkembang,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, dirinya juga menginginkan guru dan tenaga pendidik serta warga satuan pendidikan tetap terlindung dari dampak buruk Covid-19, dengan mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di klaster pendidikan, komunitas guru, dan tenaga kependidikan.

Wagub Abdul Fatah juga menginginkan terpenuhinya dukungan psikososial bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang bermuara pada dukungan psikososial peserta didik dan orang tua wali murid yang ada di rumah.

“Mari ambil makna program ini dengan memberikan perhatian khusus dan mencermati. Menyimak berbagai hal-hal yang disampaikan pada webinar ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Wagub Fatah. (Diskominfo Babel)

Penulis : Lisia Ayu
Foto : Iyas Zi
Editor : Listya

Pengelolaan Kawasan Hutan Punya Potensi Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berharap kepada kepala kesatuan pengelolaan hutan agar mengelola potensi hutan yang ada dengan baik sehingga memberikan nilai tambah masyarakat setempat sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu ditegaskan oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dalam rapat koordinasi pengelolaan wisata dalam kawasan hutan berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (18/9).

Menurut Gubernur Erzaldi Rosman, selama ini pengelolaan hutan wisata oleh masyarakat belum dikelola dengan baik, sehingga hasilnya tidak sesuai yang diinginkan.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh kepala KPH di Babel segera melakukan penataan yang tepat. Supaya masyarakat yang mengelola, mendapatkan hasil dari kawasan hutan tersebut.

“Kalau mereka bisa mengelola ini dengan baik, tentunya ada penguatan ekonomi dari kawasan hutan ini,” ungkapnya.

Gubernur Erzaldi Rosman mengaku bahwa, saat ini banyak masyarakat yang ingin mengelola kawasan hutan untuk dijadikan kawasan wisata maupun pertanian. Pemprov harus terus mendukung supaya dapat menggerakkan perekonomian di daerah setempat.

“Saya ambil contoh, misalnya kawasan hutan mangrove di Kurau Barat, Bukit Paradong di Belitung, Juru Seberang, Bukit Pinteir di Kampung Dul, Air Bedelew di Belinyu, serta beberapa tempat lainnya di setiap kabupaten kota di Babel,” ujarnya.

Gubernur Erzaldi menjelaskan, terkadang masyarakat dan pihak swasta belum mengelolanya secara baik, diharapkan hal seperti itu tidak terjadi lagi. Harapannya dalam membuat kebijakan atau perencanaan dirancang lebih efektif dan akurat perhitungannya.

“Dari pengelolahan ini ada bagi hasil, baik dari pengelola hutan maupun kepada KPH, sehingga secara otomatis PAD kita bisa bertambah,” pungkasnya.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Gubernur Erzaldi, diikuti oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan; Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ferry Afriyanto; dan seluruh kepala KPH se-Babel. (Diskominfo Babel)

Penulis : Hasan. A. M

Foto : Umar

Editor : Listya

Pemprov Babel Inginkan Komunikasi Efektif dan Respektif Terkait Pembangunan PLTN

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Naziarto menginginkan adanya komunikasi yang efektif dan respektif antar pemerintah pusat, pemda, dan pihak Thorcon Pte. Ltd terkait rencana pembangunan prototipe PLTN di Babel.

Hal ini diungkapkan Sekda Naziarto saat melakukan diskusi perkembangan dan program kerja Thorcon Pte. Ltd secara virtual melalui aplikasi zoom di Ruang Vidcon Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (16/9).

“Pada dasarnya kami mendukung setiap investor yang ingin berinvestasi di Prov. Bangka Belitung dan ini sudah dibuktikan dengan dilakukan MoU dengan PT Thorcon. Namun, alangkah eloknya seandainya pada diskusi pagi ini bisa dihadirkan juga dari menko maritim, Kementerian ESDM, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bisa hadir menyimak penjelasan pak Bob,” ungkapnya.

Sekda Naziarto berharap Thorcon melakukan persiapan yang matang, agar yang dilakukan nantinya sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku di Indonesia dan mendapat dukungan dari kementerian terkait, karena Pemprov. Kepulauan Babel merupakan wakil pemerintah pusat di daerah.

Sementara itu, Bob. S. Effendi selaku Chief Representative Thorcon International mengatakan bahwa pihak Bapeten dan Kemenko Maritim sudah mengijinkan implementasi tiga tahap yaitu test bed (2020-2021), pembangunan prototipe (2024-2026), dan pembangunan PLTN komersil (2028-2028).

Empat langkah yang akan dilakukan Thorcon saat ini dimulai dengan melakukan kajian, mengarah ke perpres, membangun prototipe, dan membangun PLTT komersial.

“Bila kajian 2021 selesai, ini akan menjadi pertimbangan perpres di 2022, kami akan berkomunikasi dengan setneg, setkab, dan menkomaritim. Dengan begitu, tentunya laporan akan sampai ke presiden. Akhir kajian ini perpres, kemudian Pemprov. Kepulauan Babel dapat melakukan perubahan di RPJMD apabila telah terbit perpres,” ungkapnya. (Diskominfo Babel)

Penulis : Lisia Ayu
Foto : Oktariady
Editor : Listya

Empat Kesepakatan Harus Dilaksanakan Babel dan Sumsel Dalam Penanganan Covid-19

WARTABANGKA, MUNTOK – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Tajuddin menghadiri Rapat Koordinasi antar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Pemkab. Bangka Barat dengan Pemprov. Sumatera Selatan yang diselenggarakan di Gedung OR II Pemkab. Bangka Barat, Selasa (15/9).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Babel, Tajuddin mengungkapkan, semua pihak harus melaksanakan prosedur protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dengan sebaik-baiknya, sehingga penyebaran Covid-19 di Babel dan Sumatera Selatan dapat dikendalikan khususnya melalui Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Kalian dan Tanjung Api-api sebagai akses keluar masuknya penumpang.

Selain itu, dengan adanya pertemuan yang dilakukan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan bersama antara Pemkab. Bangka Barat dengan Pemprov Sumatera Selatan dan dapat dijalankan sesuai kesepakatan serta mengacu kepada peraturan protokol kesehatan Covid-19.

Ada empat kesepakatan yang harus diperhatikan dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19, masing-masing pihak akan melaksanakan kesepakatan setelah kedua belah pihak menandatangai kesepakatan tersebut mulai tanggal 16 September 2020.

“Yang saya tangkap menjadi bahan kesepakatan kita, ada empat hal yang perlu menjadi kesepakatan ke depan. Pertama, kita tidak lagi melihat ke belakang kita melihat ke depan supaya ke depan lebih baik. Kedua, bahwa prosedur keberangkatan sudah jelas, harus memenuhi syarat surat keterangan rapid atau PCR dan harus diverifikasi tidak hanya diperiksa serta ada cap validasi bahwa, surat itu sudah dicek dan surat itu nonreaktif,”katanya

“Ketiga, apabila surat keterangan itu menyatakan reaktif, penumpang tidak dapat diberangkatkan apapun alasannya dan dikarantina di tempat asalnya atau di tempat diberangkatkan. Keempat, harus ada surat rapid dan PCR yang menyatakan non reaktif, kalau tidak memiliki itu tidak dapat diberangkatkan penumpangnya,” ungkapnya.

Kadishub Tajuddin juga meminta kepada kedua belah pihak dalam pelaksanaan ke depan agar masing-masing pihak menempatkan petugasnya di lapangan, bukan hanya GTPP Covid-19 saja, namun ditugaskan pula TNI dan Polri yang ada dalam membantu pelaksanaan.

Harapannya, dengan pertemuan ini kesepakatan yang akan disetujui tersebut dapat ditandatangani masing-masing pihak dan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus meminta kepada seluruh pihak agar tetap menjaga kewaspadaan dalam pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Bangka Barat khususnya Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Kalian, Muntok.

“Kita sama-sama tahu, sekarang ini kondisi Covid-19 sedang meningkat, maka perlu kewaspadaan. Kami sebagai salah satu pintu gerbang masuk ke Pulau Bangka bersama tim bekerja keras mencegah dan mengawasi supaya Bumi Sejiran Setason ini tetap zona hijau,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Perhubungan Pemprov. Sumatera Selatan menyatakan akan mendukung adanya kesepakatan bersama antara Bangka Barat dengan Sumatera Selatan serta akan melaksanakan kesepakatan di lapangan dengan sebaik-baiknya dalam pengendalian dan 0encegahan Covid-10.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Bupati Bangka, Pj Sekda Bangka Barat, Sekretaris Dinas Perhubungan Sumatera Selatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Pemprov. Sumatera Selatan, dan pihak terkait lainnya.

Kepala Dinas Pehubungan Babel, Tajuddin menambahkan dengan adanya pertemuan ini diharapkan tidak ada lagi beda penafsiran antara kedua belah pihak. (Diskominfo Babel)

Penulis : Sentosa
Sumber : Dishub
Editor : Listya

Gubernur Erzaldi Gencar Sosialisasikan KUR untuk Petani

WARTABANGKA, AIRGEGAS – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memberikan bantuan sapi dan bibit lada serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani yang ada di beberapa desa di Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Bencah, Selasa (15/9).

Gubernur Erzaldi dalam arahannya mengatakan, KUR merupakan salah satu cara untuk permodalan usaha bagi petani sehingga usaha pertanian dapat berkembang. Menurutnya, saat ini ada beberapa komoditi yang akan dikembangkan oleh petani dan investornya sudah ada. Komoditi yang akan dikembangkan sekarang selain lada yaitu, tanaman porang dan jahe merah.

“Kami tidak lagi memberikan bantuan modal secara langsung tetapi, melalui KUR bisa memberikan motivasi bagi petani,” jelas Gubernur Erzaldi. Lebih lanjut dijelaskan, untuk tanaman porang harga jual sekarang Rp 7.000 hingga Rp 8.000 dan komoditi ini siap untuk diekspor.

Selain porang, ke depan tanaman nanas akan diekspor juga, termasuk jahe merah. Untuk itu dalam waktu dekat ini, Pemprov Babel akan mendirikan UPT yang menangani ekspor jenis tanaman holtikultura.

“Intinya, kami pemerintah ini untuk membuat nilai tukar petani itu meningkat. Kita jangan bergantung dengan satu jenis komoditi, tetapi beragam komoditi sehingga pendapatan petani meningkat,” tuturnya.

Oleh karena itu, di kesempatan ini Gubernur Erzaldi mengajak petani untuk menanam berbagai komoditi dalam satu hamparan sehingga, satu sama lainnya saling mendukung dan secara tidak langsung pendapatan petani lebih baik.

“Penjualan sahang kita ke depan dengan sistem bursa. Petani bisa menjual ladanya sendiri melalui online. Itulah sebabnya kami mengangkat petani milenial di setiap desa menjalankan program ini. Masalah modal kita siapkan perbankan yang ditunjuk Pemprov. Babel, kita ada BUMD,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel, Juaidi mengatakan, bantuan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel di bidang peternakan antara lain, bantuan 10 sapi betina kepada kelompok tani bejemur, bantuan pakan ternak untuk Desa Nyelanding, dan 2.000 polibag bibit legum indigofera. Bantuan yang sama juga diberikan untuk kelompok tani rukun sentosa, serta Desa Sumber Jaya Permai.


Selain itu ada bantuan tanaman pangan berupa benih padi indrida, jagung hibrida, dan UPH jagung, juga bantuan sarana produksi cabai seluas 30 hektar. (Diskominfo Babel)

Penulis : Hasan A.M.
Foto : Saktio
Editor : Listya

Melati Erzaldi Bagikan Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal di Sungai Selan

WARTABANGKA, SUNGAISELAN- Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hadir menyaksikan kegiatan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi peserta posyandu di Desa Keretak Atas dan Desa Sungaiselan Atas, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (15/9).

Kegiatan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi peserta posyandu merupakan program Pemprov Babel dalam rangka mengentaskan angka stunting.

Hadir langsung Ketua TP PKK Provinsi Babel, Melati Erzaldi didamping Plt Kepala DPMD Provinsi Kepulauan Babel, Yulizar Adnan disambut Camat Sungai Selan, Kepala Dinas Sosial Bangka Tengah, Wakil Ketua II TP PKK Bangka Tengah, dan Kepala Desa Keretak Atas.

Dalam laporan yang disampaikan Camat Sungai Selan, ada 33 posyandu yang mendapatkan manfaat program ini. Pihaknya pun berharap, anggaran tambahan untuk posyandu ini membantu masyarakat khususnya bagi ibu hamil, menyusui, dan anak-anak balita.

Sementara itu, Ketua TP PKK Melati Erzaldi mengungkapkan, bahwa pengentasan angka stunting merupakan salah satu prioritas Pemprov Babel.

Oleh karenanya, gerakan dalam mengupayakan antisipasi stunting di Babel dengan nama program Si Centing (Siap Cegah Stunting) dilaksanakan.

“Dengan pemberian makanan tambahan ini, mudah-mudahan bisa membantu. Program ini bersumber dari dana insentif daerah sebagai upaya pencegahan stunting, dibantu oleh kader PKK yang telah mendapat pembekalan,” ungkapnya.

Mencegah stunting lewat konsumsi makanan tak perlu harus makanan yang mahal. Makanan pangan lokal pun dapat meningkatkan gizi anak-anak.

“Melalui pertemuan ini, mari kita bersama-sama belajar apa itu stunting? Hal ini guna menjaga anak kita lepas dari stunting dan menjadi anak yang cerdas hingga menjadi generasi yang berkualitas,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ibu Melati menyarankan, agar pengelolaan makanan yang diberikan ini tidak menggunakan wadah dari plastik melainkan wadah yang dibawa langsung oleh ibu-ibu di sini.

“Dengan membawa wadah sendiri, maka kita sudah mengurangi sampah dan ikut melestarikan lingkungan,” ujarnya. (Diskominfo Babel)

Penulis : Irnawati

Foto : Iyas Zi

Editor : Listya

Baper Online Bantu Pengrajin UMKM Jajakan Usahanya di Luar Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi ingin Bazar Pengrajin (Baper) Online menjadi model baru dalam meningkatkan penjualan produk kerajinan khas Babel.

Bersama anggota Dekranasda Babel, Melati telah mengevaluasi bahwa pandemi Covid-19 berpengaruh pada turunnya omset pengrajin bahkan ekonomi di Babel.

Melalui baper online, semangat dan motivasi terus didorong oleh Dekranasda Babel untuk meningkatkan nilai penjualan. Baper online dilaksanakan di Swissbel Hotel Bangka pada Jumat (11/9) dengan tajuk ‘Tetap Prima dan Gaya Bersama Dekranasda di Masa Pandemi’.

Kegiatan ini dapat diikuti siapapun secara online melalui aplikasi zoom cloud meeting.UKM Babel yang ikut serta dalam pola pemasaran online ini di antaranya, Batik Kampung Katak, Eco Print, Geries Bonggol Art, Happy Drink, dan Madu RR. Lima peserta yang ikut serta mendapat banyak perhatian dari calon pembeli yang tidak hanya berasal dari Babel saja, tetapi juga dari luar Babel seperti Aceh dan Kalimantan.

Selain penjualan produk dari lima pelaku UKM Babel, dalam baper online juga dilakukan diskusi interaktif bersama peserta zoom dan penjelasan tentang keunggulan produk oleh pemilik UKM yang ikut serta dalam kegiatan ini.

Penjualan dan pembelian produk pada baper online ditutup hingga akhir acara dan terakumulasi penjualan dalam baper online hari ini mencapai 10 juta rupiah. Di akhir pelaksanaan baper online, Melati sangat bersyukur sebab semua peserta bazar mendapatkan hasil penjualan.

Ke depan, Melati ingin kegiatan seperti ini dilaksanakan secara berkala dengan mengangkat pengrajin-pengrajin lain agar dapat membantu membuka peluang penjualan untuk pembeli dari luar Babel.

“Sebagai ketua dekranasda, saya sangat bahagia sekali baper online terlaksana dengan lancar dan saya sangat berterima kasih kepada sahabat-sahabat saya yang sudah hadir dan pihak-pihak mendukung acara ini,” ungkapnya.

Tampak hadir di lokasi bazar, Dr. Dwi Purnomo, Wakil Dekan FTIP Universitas Padjadjaran sekaligus pendiri The Localenablers; Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Ibu Elfiyena; Ketua IIKT, Ibu Elis; dan Istri Kajati Babel, Ibu I Made.

Di lokasi baper online disajikan juga fashion show dari model yang mengenakan produk yang dijual hari ini. Pemasaran lewat online ini diharap dapat meningkatkan penjualan terlebih makna tiap produk telah dijelaskan melalui narasi. “Salut untuk pengrajin Babel, semoga sukses selalu,” ungkap Dr. Dwi Purnomo. (Diskominfo Babel)

Penulis : Nona dp

Foto : Saktio

Editor : Listya

Melati Erzaldi Harap Bangka Belitung Miliki Pramuka Garuda

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel), Melati Erzaldi berharap tahun depan Kwarda Babel memiliki beberapa anggota pramuka yang berpredikat pramuka garuda.

Pramuka garuda, menurut Kakwarda Melati Erzaldi merupakan pencapaian tertinggi dalam semua tingkatan di gerakan pramuka, baik dari tingkat siaga, penggalang, penegak, maupun pandega.

Ungkapan itu disampaikan Kakwarda Babel Melati Erzaldi saat membuka rakornis pencapaian pramuka garuda sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman Apresiasi Pramuka Garuda Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung tahun 2020 di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai, Jumat,(11/9).

Hal ini sesuai dengan gambaran burung garuda yang mempunyai perawakan gagah, keren, dan mempunyai aura kepemimpinan yang luar biasa. Bahkan dalam salah satu candaannya, Kakwarda Melati mengatakan syarat utama untuk menjadi menantunya adalah seorang pramuka pandega.

“Salah satu syarat utama saya mencari menantu untuk anak-anak saya adalah harus pramuka garuda,” ungkapnya.

Predikat pramuka garuda harus melalui proses seleksi dan penilaian selama satu tahun oleh pembina, orang tua, teman untuk melihat sikap perilakunya.

“Jadi tidak main-main kalau seorang anggota pramuka memiliki predikat pramuka garuda,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya bersama Ketua Majelis Pembina Daerah (Kamabida) dalam hal ini Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, untuk membuktikan keseriusannya dalam pemilihan pramuka garuda, akan memberikan apresiasi kepada anggota Pramuka Kwarda Babel yang nantinya berhasil mendapat predikat pramuka garuda.

Hak istimewa yang didapat adalah memperoleh jalur khusus dengan zero zonasi atau nonzonasi untuk melanjutkan studi di tingkat SD, SMP, SMA, artinya bebas memilih sekolah tanpa aturan zonasi. Ada pula hak istimewa lainnya, yaitu jalur khusus bagi anggota pramuka yang ingin melanjutkan ke universitas unggulan di Kepulauan Bangka Belitung.

Oleh sebab itu, pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Apresiasi Pramuka Garuda Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung, yang ditandatangani antara Kakwarda Melati dengan Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr. Ibrahim; Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. Zayadi; Ketua Pramuka Garuda se-Indonesia, Rio Ashadi; serta Kepala Dinas Pendidikan Babel, yang diwakili oleh Sekretaris Rita Aryani.

Kakwarda Melati berharap dengan kegiatan ini Kwarda Bangka Belitung akan memiliki pramuka garuda mendatang. “Kita berharap tahun depan Kwarda Bangka Belitung memiliki anggota pramuka garuda,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini para Wakil Ketua Bidang Kwarda Babel, Pengurus Kwarda Babel, serta utusan kwartir cabang di seluruh Bangka Belitung. (Diskominfo Babel)

Penulis : Lulus

Foto : Iyas Zi

Editor : Listya

Wagub Abdul Fatah Bersama Forkopimda Kobarkan Gerakan Satu Juta Masker

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Satu juta masker untuk Bangka Belitung mulai dibagikan hari ini di Kota Pangkalpinang, Kamis (10/9). Sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang mewajibkan tiap daerah menyebarkan masker untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Babel secara bertahap juga telah melaksanakannya, dimulai hari ini.

Setelah secara simbolis gerakan pembagian masker serentak, kampanye jaga jarak, dan hindari kerumunan dalam rangka operasi yustisi penggunaan masker dan pilkada 2020 yang aman, damai, dan sehat dilaksanakan, Wakil Gubernur Abdul Fatah bersama jajaran forkopimda langsung turun ke jalan untuk membagikan masker dan menyosialisaskan protokol Covid-19.

Pembagian masker dilakukan di seputaran Alun-alun Taman Merdeka dan Pasar Pagi Pangkalpinang.

Menurut Wagub Abdul Fatah, pembagian masker dibagikan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Babel.

“Hari ini kita baru membagikan masker di seputaran kota Pangkalpinang, akan dilanjutkan di kabupaten lain secara bertahap,” ungkapnya.

Wagub Albdul Fatah menjelaskan, selain masker, yang jauh lebih penting disampaikan adalah pemahaman kepada masyarakat pentingnya menjalankan protokol kesehatan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19.

“Sangat perlu ditanamkan kedisiplinan menjalankan protokol Covid-19 hingga menjadi budaya yang melekat,” ujarnya.

Selain itu, edukasi juga diselipkan saat membagikan masker hari ini agar menggugah masyarakat dan mengingatkan kewajiban atas penggunaan masker serta protokol kesehatan lain seperti mencuci tangan dan pola hidup sehat.

Sebelumnya, Wagub Abdul Fatah juga mendampingi Gubernur Erzaldi Rosman mengikuti video conferance bersama seluruh kepala daerah dan forkopimda se-Indonesia.

Vicon yang dipimpin langsung oleh Wakapolri, Komjen. Dr. Gatot Eddy Pramono untuk membahas sinergisitas pemda dalam pelaksanaan kampanye penggunaan masker dan protokol kesehatan lainya.

Hal lebih penting dibahas juga terkait pelaksanaan pilkada serempak pada 9 Desember 2020 mendatang. Ditegaskan oleh pimpinan vicon agar pemda bersama meminimalisir dampak seperti terganggunya penanganan Covid-19 di Indonesia saat pelaksanaan pemilu khususnya Babel yang akan meaksanakannya di empat kabupaten. (Diskominfo Babel)

Penulis : Nona dp
Foto : Saktio
Editor : Listya