Bisnis

Komisi II DPRD Babel Kontrol Bantuan Bibit dan Pupuk Tepat Sasaran

WARTABANGKA, KELAPA – Guna memastikan bantuan bibit lada dan pupuk  yang diberikan dapat tepat sasaran, Komisi II DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyambangi kelompok tani di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (15/1).
 
Komisi II DPRD Babel yang dikomandoi Adet Mastur, SH, MH, beserta anggota komisi II antara lain, Heryawandi, Ariyanto, Mansah, Mulyadi, Arbiyanto, Edi Junaidi Foe dan Warkamni, langsung bergerak menggali informasi mulai dari perangkat pemerintah Desa setempat hingga bertemu langsung dengan Ketua kelompok tani (Poktan) Pinang Jaya, Suadi, di kediamannya.

Adet Mastur mengatakan, kedatangan komisi II untuk memastikan bantuan pupuk dan bibit lada yang diberikan telah diterima dan tepat sasaran dan komisi II memastikan kebenaran tersebut ke Pemerintah Desa setempat.

“Jadi pupuk yang datang itu yaitu pupuk organik, mikoriza  dan Trichoderma. Ada tiga jenis pupuk yang telah sampai dan diterima kelompok tani ini,” terangnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa Poktan Pinang Jaya yang beranggotakan 23 orang tersebut, telah menerima sebanyak 14.400 bibit lada pada Tahun 2020 dan 5300 kilogram pupuk organik mikoriza dan Trichoderma.

“Jadi intinya bantuan tersebut telah datang semua dan telah dibagi ke masing-masing anggota kelompok,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Poktan Pinang Jaya, Suadi menyampaikan apresiasi dan perhatian dari komisi II DPRD Babel terhadap kelompok tani.

“Terima kasih banyak atas perhatian bapak-bapak komisi II atas kehadirannya kesini,” ungkapnya.

Bibit lada dan bantuan pupuk yang diberikan ke Poktan Pinang Jaya yang beranggotakan 23 orang tersebut dikelola diatas lahan sekitar enam hektar. (*/rls)

Beliadi Kecam Persekusi Terhadap Aktivis Lingkungan di Belitung Timur

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi mengecam aksi persekusi ratusan penambang terhadap Yudi Amsoni, aktivis lingkungan asal Belitung Timur (Beltim).

Dia meminta para pelaku diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Kita mengecam aksi yang dilakukan ratusan penambang kepada Yudi Amsoni. Tidak boleh negara diurus dengan cara barbar, tidak boleh lagi ada masyarakat yang menyuarakan pelestarian lingkungan diintimidasi  oleh preman-preman yang mengatasnamakan masyarakat,” kata Beliadi, Jumat (7/1).

Anggota DPRD daerah pemilihan (dapil) Pulau Belitung ini juga meminta surat pernyataan Yudi Amsoni untuk meninggalkan Pulau Belitung juga segera dicabut.

Menurut dia, tinggal dimanapun adalah hak warga negara dan itu juga berlaku untuk Yudi Amsoni.

“Ini karena ada tekanan dari penambang itu dan saya minta Bang Yudi untuk mencabut surat pernyataan itu. Tapi dari penjelasan Bang Yudi, surat itu sudah diserahkan ke kawan-kawan yang mengerti tentang hukum,” ungkapnya.

Beliadi menambahkan, jika para penambang yang ingin protes terhadap Yudi Amsoni seharusnya melaporkan ke pihak kepolisian bukan melakukan aksi main hakim sendiri. 

“Laporkan Yudi ke pihak berwajib jika ia salah. Bukan hukum rimba apalagi main hakim sendiri,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Gerindra itu juga meminta, Pemerintah Kabupaten Beltim dapat bersikap di tengah permasalahan seperti ini.

“Pemerintah itu hadir harus hadir melindungi masyarakat, membina dan mengayomi, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi kepada yang lainnya. Selain itu wajib semua profesi saling mendukung dan menghormati. Semua orang yang peduli lingkungan juga harus dapat tetap eksis,” katanya. (*/ryu)

Penjualan Capai 60 Juta Unit, realme Targetkan Dobrak Segmen Premium Tahun 2022

WARTABANGKA, JAKARTA – Berakhirnya Tahun 2021, realme, brand smartphone dengan pertumbuhan paling pesat, melihat Tahun 2021 sebagai tahun yang penuh dengan inovasi.

realme memperkuat posisinya sebagai brand smartphone mainstream global yang menempati peringkat ke-6 secara keseluruhan berdasarkan pengiriman.

Pendiri sekaligus CEO realme, Sky Li, memetakan rencana masa depan yang terdekat bagi perusahaan setelah membangun momentumnya pada Tahun 2021 lalu.

“realme telah menjadi brand smartphone tercepat yang pernah mengirimkan 100 juta smartphone secara global pada Agustus 2021. Menyusul pencapaian pemecahan rekor ini, volume penjualan smartphone tahunan realme telah mencapai rekor tertinggi hingga 60 juta unit, meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya”, ungkap Sky Li.

Menjadi Top 5 di 21 pasar berbeda, realme mengembangkan ekosistem yang matang untuk melayani pengguna secara global.

Perusahaan yang sedang berkembang ini telah membangun fondasi 5G yang kuat, memperluas perannya sebagai 5G Democratizer secara global, bahkan realme menjadi merek Android 5G dengan pertumbuhan paling cepat pada kuartal ke-3, 2021.

Pencapaian ini merepresentasikan bagaimana realme melangkah tahun 2021 dan membuka kesempatan lebih jauh dan lebih tinggi pada tahun 2022.

Sebagai trendsetter di kalangan global, realme telah menyelaraskan nilai-nilai brand realme dengan para penggunanya untuk memungkinkan mereka melompat ke masa depan dengan kepercayaan diri.

“Kami akan membawa inovasi yang semakin besar pada teknologi dan desain untuk masuk ke segmen premium dengan memfokuskan 70 persen sumber daya penelitian dan pengembangan perusahaan pada teknologi high-end,” tutur Sky Li, CEO realme.

Melihat rangkaian teknologi yang telah diluncurkan, 2021 merupakan tahun yang kuat bagi realme. realme akan terus melibatkan lebih banyak anak muda untuk berbagi semangat “Dare to Leap”.

2022 akan menjadi tahun yang lebih cemerlang, baik secara kolektif maupun individual.

Peluncuran Flagship Premium, realme GT 2 Series secara Global

Seiring dengan komitmennya masuk ke segmen premium, realme pun meluncurkan flagship premium pertamanya-realme GT 2 Series di Shenzhen, Tiongkok (4/1).

Sebagai line-up flagship paling premium, realme GT 2 Series merupakan langkah penting bagi realme memasuki pasar high-end dan membawa kejutan baru bagi jutaan penggunanya di seluruh dunia dengan teknologi inovatif dan desain transformatif yang menjadi DNA realme.

Kemasan Daur Ulang realme GT 2 Series

Dari segi desain, realme kembali berkolaborasi dengan desainer ternama dunia Naoto Fukasawa untuk menciptakan desain polimer berbasis Bio yang pertama di industri.

Kotak kemasan seri realme GT 2 Pro Master Edition yang ramah lingkungan juga menjadi bagian dari keseluruhan desain yang berkelanjutan.

Dari segi kamera, realme GT 2 Pro menampilkan satu-satunya kamera ultra-wide 150° dengan mode fisheye pertama di dunia, serta kamera micro-lens 40x.

Flagship premium realme GT 2 Pro juga ditenagai oleh prosesor Snapdragon 8 Gen 1 yang mengadopsi proses produksi mutakhir untuk menghasilkan tenaga yang kuat namun efisien.

Apakah realme GT 2 Pro akan hadir di Indonesia? Pantau tanda-tandanya di media sosial resmi realme atau kunjungi situs resmi realme – https://www.realme.com/. (*/rls)

Gebyar Akhir Tahun, Wagub Lepas Ekspor Pertanian Babel ke Tiga Negara Senilai Rp123,5 Miliar

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah didampingi unsur muspida Babel melepas ekspor akhir tahun berupa komoditas pertanian ke tiga negara, senilai Rp123,5 miliar, di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang Jumat (31/12).

Ekspor pertanian ini terdiri dari palm oil sebanyak 6.500 ton dengan nilai ekonomi Rp116,8 miliar negara tujuan Myanmar oleh PT. Steelindo Wahana Perkasa, karet sir -20 sebanyak 282,240 ton dengan nilai ekonomi 7,2 miliar negara tujuan Korea Selatan oleh PT. Karini Utama, dan lada biji sebanyak 25 ton dengan nilai ekonomi Rp 2,3 miliar negara tujuan Thailand oleh CV. Jaya Alam Sentosa.

“Ekspor ini adalah pemantik untuk kita agar terus konsisten melakukan berbagai upaya dan usaha sehingga kelak semakin banyak yang bisa kita ekspor,” kata wagub, disela pelepasan ekspor yang serentak dilakukan di 34 provinsi dan dilepas oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo secara virtual.

Ekspor ini membuktikan, bahwa Provinsi Babel meskipun sebagai provinsi dengan luas daratan yang lebih sedikit dibanding laut tetapi mampu ekspor berbagai komoditi pertanian, perikanan, pertambangan dan sektor lainnya.

Ia berharap tahun 2022 terjadi peningkatan ekspor di Babel, tak hanya tiga komoditas yang dilepas hari ini, tetapi komoditas lainnya yang memiliki pangsa pasar potensial.

“Cara kita meningkatkan ekspor ini harus kerjakeras semua stakeholder, baik dari pembibitan pupuk dan lainnya serta kerja sama semua pihak untuk fokus dalam pertanian dengan menyediakan lahan pertanian, paling tidak Pak Menteri meminta Camat itu mengelola 20 hektar untuk ditanami produk pertanian, belum lagi dari unsur TNI Polri dan lainnya,” ulasnya.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo menegaskan, ekspor tahun ini tiga kali lipat mengalami kenaikan dibandingkan ekspor tahun sebelumnya.

“Sektor pertanian terus tumbuh di Indonesia, bahkan ketika kita sedang dilanda pandemi. Nilai tukar petani juga naik. Pandemi kita bukan hanya mengutamakan vaksin dan media saja tetapi ketersediaan makanan juga meningkat,” sebutnya, saat sambutan pelepasan gebyar ekspor akhir tahun.

Ia berharap, Indonesia menjadi negara penghasil komoditas pertanian terbaik, bukan hanya cukup untuk masyarakatnya tetapi juga dikirim ke berbagai negara. (two/*)

Komisi II DPRD Babel Tinjau Pembudidayaan Ikan di Simpang Katis

WARTABANGKA, SIMPANGKATIS – Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mendukung masyarakat yang ingin mengembangkan usaha di sektor perikanan.

Baik pembudidayaan ikan air laut maupun ikan air tawar.

Pasalnya, sektor kelautan dan perikanan memiliki peluang yang cukup besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Saat kunjungan kerja ke kelompok pembudidaya ikan air sabe, Komisi II DPRD Babel yang dikomandoi oleh Adet mastur, SH, MH, didampingi anggota komisi II antara lain, Mulyadi, Heryawandi dan Warkamni, serta didampingi beberapa pegawai dinas kelautan perikanan Babel. langsung disambut baik oleh Ketua Kelompok Ruslan dan Dodi Kepala Dusun Simpang Katis, serta Muliati Penyuluh perikanan.

“Kami ingin melihat secara langsung kondisi pembudidayaan ikan yang dikelola para kelompok budidaya ikan yang ada di simpang katis ini,” kata Adet Mastur saat melakukan Peninjauan langsung ke Kelompok Pembudidaya Ikan di Desa Katis, Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (22/12).

Adet juga menyebutkan, sektor perikanan menjadi salah satu sektor yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung, di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Di suasana pandemi Covid-19, perekonomian kita ini agak meningkat karena ditunjang dari beberapa sektor, selain sektor pertanian yaitu sektor perikanan,” katanya.

Berdasarkan informasi data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung, bahwa Kabupaten Bangka Tengah merupakan pusat pembudidayaan ikan khususnya ikan air tawar (darat) terbesar jika dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Bangka Belitung.

Salah satunya di Desa Pinang Sebatang yang dijadikan sebagai sentra budi daya ikan air tawar.

“Bangka Tengah sangat luar biasa, ini adalah kelompok pembudidayaan ikan secara mandiri. Di tahun anggaran 2018 berdasarkan data yang kami terima, bahwa kelompok ini yang mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat untuk bioflok,” imbuh Adet.

Sementara itu, Ruslan Ketua kelompok Air Sabe menjelaskan, bahwa pembudidayaan ikan yang dilakukan kelompoknya cukup berkembang dan maju, sehingga ekonomi kelompoknya meningkat.

Untuk pemasaran hasil panen budidaya ikan tersebut, menurutnya, selain dibeli para masyarakat yang ada di desa sekitar, juga para pengepul yang datang ke lokasi untuk membeli hasil panen tersebut.

Adapun budidaya ikan tersebut, selain meraup keuntungan, para pembudidaya ikan tak luput mengalami kendala, salah satunya yakni pakan ikan.

Selain itu, untuk kolam /tambak ikan apung, yakni kerangka kolam yang dibuat menggunakan pohon bambu tak bertahan lama dan mudah rusak.

“Kendala kami itu, kolam apung itu seharusnya rangka baja, Karena menggunakan bambu itu hampir setahun mesti ganti lagi-ganti lagi. Pakan juga,” jelasnya.

Sementara itu, Muliati Penyuluh perikanan, menjelaskan, untuk di Desa Simpang Katis telah mempunyai sebanyak empat kelompok pembudidayaan ikan.

“Rata-rata mereka itu kolamnya kolam tanah dan ternak ikan nila dan mulai berkembang. Tahun ini tadi kita mulai budidaya ikan Baung,” ungkapnya.

Selain di Desa Simpang Katis, seperti Desa Teru, Desa Terak, Desa Beruas, kini mulai terbentuk kelompok-kelompok pembudidayaan ikan air tawar.

Adapun kendala yang dihadapi para pembudidaya ikan tersebut yakni pakan ikan.

“Desa Teru, Beruas hampir rata-rata setiap desa itu ada empat sampai lima kelompok. Rata-rata untuk pembenihan dan pembesaran. Kendalanya di pakan, karena semakin hari harga pakannya itu terus meningkat,” tuturnya. (*/rls)

Gelar Penyebarluasan Perda Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, Ferdiyansyah Ajak Warga Kreatif

WARTABANGKA, KOBA – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ferdiyansyah menyambangi Desa Terentang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (11/12), dalam rangka Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Dalam sambutannya Ferdiyansyah mengatakan, bagi masyarakat yang ingin menjalankan usaha, pemerintah memberikan kemudahan-kemudahan.

Terlebih lagi, sektor UMKM merupakan tumpuan perekonomian di masa pandemi sekarang ini.
Ia juga menyampaikan, hampir 90 persen struktur ekonomi nasional dari sektor UMKM menjadi bantalan utama saat terjadi krisis.

“Pemerintah akan selalu berupaya memberikan perhatian dan dukungan baik itu bantuan pembiayaan atau permodalan, serta sampai tata cara mendaftarkan usaha agar terdaftar dan mempunyai perlindungan hukum. Salah satunya, dengan mengeluarkan perda ini,” ucap Ferdiyansyah.

Terlebih lagi lanjutnya, untuk ibu-ibu rumah tangga yang notabene di rumah tidak ada kegiatan, dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan kreativitas sendiri.

Yakni, membuat usaha UMKM, seperti membuat kretek, kue maupun warung makan.

Begitupun bila memerlukan pendampingan ataupun bimbingan masyarakat lanjutnya, bisa langsung mendatangi kepala desa setempat yang kemudian akan disampaikan ke kecamatan dan penyuluh untuk membantu masyarakat yang ingin membuka usaha.

Dimana dengan adanya bimbingan ini UMKM dapat maju dan berkembang.

“Kalau ada usaha kembangkanlah. Insyaallah pemerintah akan melindungi dan membantu,” tukasnya. (*/rls)

Di Kelurahan Berok, Ferdiyansyah Ajak Masyarakat Memajukan Koperasi dan UMKM

WARTABANGKA, KOBA – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ferdiyansyah, kembali menggelar kegiatan penyebarluasan perda di kawasan Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, Bangka Tengah, Sabtu (4/12).

Bertemu masyarakat disana, ia bersama Sopiar, Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Kep. Bangka Belitung menjelaskan Perda Nomor 13 tahun 2017, tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Bang Ferdi, sapaan akrabnya, mengatakan tujuan perda ini dibuat adalah untuk memberi kemudahan kepada masyarakat dalam menjalankan usaha kecil.

Melalui perda ini masyarakat akan lebih mudah melakukan kegiatan pembiayaan dan permodalan, sampai tata cara mendaftarkan usaha mereka agar terdaftar dan mempunyai perlindungan hukum.

“Perda ini bertujuan mengakomodir masyarakat yang punya usaha, mau membuat koperasi. Nanti dari perda ini diturunkan pergub atau peraturan gubernur. Nah, disinilah syarat-syarat detail tersebut bisa bapak ibu temui,” tutur Ferdi.

Kedepan, menurutnya, banyak sekali manfaat untuk UMKM jika mereka sudah terdaftar di dinas.

Diantaranya adalah mendapat bantuan modal dari pemerintah pusat.

“Semuanya berdasarkan data usaha bapak-ibu yang sudah didaftarkan,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Sopiar menjelaskan ada tujuh ruang lingkup dari perda ini.

Yakni, pelaksanaan dan pemberdayaan, pembiayaan dan penjaminan, perlindungan dan pengukuhan izin usaha, pengembangan usaha, kemitraan dan jaringan usaha, koordinasi dan pengendalian usaha, pembinaan dan pengawasan usaha.

“Ruang lingkup ini masih sangat luas, maka dari itu turun lagi Pergub nomor 48 Tahun 2018 terkait pelaksanaan Perda Nomor 13 tahun 2017 ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran dari dinas adalah membantu masyarakat yang mempunyai usaha agar mendapatkan kemudahan memajukan usaha mereka.

Untuk itu, masyarakat diminta tidak sungkan-sungkan berkoordinasi dengan pemerintah, baik dari pemdes, pemkab atau pemerintah provinsi langsung, guna mendapatkan informasi tentang pemberdayaan koperasi dan UMKM.

“Kita selalu siap membantu masyarakat jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pengembangan usaha kecil,” tambah Sopiar.

Menutup pertemuan, Ferdansyah mengajak masyarakat pelaku usaha untuk lebih giat lagi menumbuhkan usahanya.

Tidak hanya masyarakat, namun perangkat desa juga aktif membantu masyarakat.

“Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dalam sektor koperasi dan usaha kecil ini. Untuk itu, adanya keaktifan masyarakat untuk bertanya kantor desa serta keaktifan kades untuk membantu perkembangan koperasi dan usaha kecil agar tercipta masyarakat yang punya penghasilan yang memadai,” tutupnya. (*/rls)

Heryawandi: Perda Ini Dibuat Untuk Kehidupan Masyarakat yang Lebih Sejahtera

WARTABANGKA, KELAPA – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) secara geografis memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar, baik itu di darat atau pun lautnya.

Atas dasar itulah DPRD Babel bersama Gubernur Bangka Belitung banyak melahirkan perda tentang kelautan dan perikanan.

Diantaranya, tentang Pengelolaan Sumberdaya kelautan dan Perikanan, Pengelolaan Pelabuhan Perikanan dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Sehingga potensi-potensi ini dapat lebih dioptimalkan oleh masyarakat Babel, khususnya yang berprofesi sebagai nelayan, sehingga nantinya kesejahteraan masyarakat nelayan dapat terwujud.

Hal ini juga yang membuat Heryawandi selaku anggota DPRD Babel mengangkat tema Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan sebagai materi Penyebarluasan Perda, di Dusun Ganjan, Desa Dendang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (4/12).

“Kehidupan nelayan kita ini memang menjadi perhatian khusus Provinsi Bangka Belitung terutama kami dari komisi II, yang salah satunya mitranya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung,” ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa mayoritas kehidupan masyarakat Babel sendiri dulunya sangat bergantung dari hasil perikanan dan pertanian.

Sehingga banyak orang tua kita dulunya yang berprofesi sebagai nelayan dan petani.

“Untuk itulah perda ini dibuat agar kehidupan masyarakat nelayan di kemudian hari dapat lebih sejahtera,” tukasnya.

Untuk itu pemprov sendiri melalui dinas kelautan dan perikanan nya banyak mengeluarkan program-program yang dapat diakses oleh masyarakat nelayan baik itu berupa pendampingan ataupun bantuan untuk kelompok-kelompok nelayan yang ada di Bumi Serumpun Sebalai ini.

Dimana program-program yang sifatnya bantuan langsung seperti perahu, mesin, pukat dan lainnya biasanya ditujukan kepada nelayan-nelayan yang sudah memiliki kelompok ataupun tergabung dalam suatu badan usaha seperti koperasi nelayan.

“Saya memilih Dusun Ganjan ini sebagai tempat sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, karena memang sampai saat ini masyarakat Dusun Ganjan belum tersentuh program-program dinas kelautan dan perikanan provinsi Kep. Bangka Belitung. Sementara itu masyarakat di Dusun Ganjan sendiri cukup banyak yang berprofesi sebagai nelayan,” terang Ketua Fraksi Golkar ini.

Hal tersebut pun diakui oleh Alfino Nedi selaku pengawas perikanan ahli madya dinas kelautan dan perikanan provinsi Kep. Bangka Belitung yang juga sebagai salah satu narasumber mengatakan, bahwa selama ini dirinya ataupun dinas belum mengetahui kalau di Dusun Ganjan memiliki masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, karena letaknya yang cukup jauh dari laut.
 
“Saya sangat terkejut kalau Dusun Ganjan yang letaknya jauh dari laut ini, tetapi memiliki masyarakat nelayan,” ucapnya.

Dengan adanya informasi ini, dirinya pun bersama dinas kelautan dan perikanan Babel akan segera menindaklanjuti dan mendata potensi perikanan yang dimiliki Dusun Ganjan serta masyarakat nelayan yang ada didalamnya.

Dikatakannya, bahwa Kecamatan Kelapa yang terdiri dari 14 desa, hanya ada 2 desa saja yang letaknya di daerah pesisir sementara yang lainnya berada di daerah non pesisir.

Dari data tersebut potensi yang dapat dikembangkan untuk wilayah pesisir lebih ke arah penangkapan ikan ataupun budidaya air laut, sementara non pesisir kita dorong lebih kepada budidaya ikan air tawar. (*/rls)

Gali Potensi Ekonomi Kreatif, Yusderahman Harap Warga Tingkatkan Kreativitas

WARTABANGKA, KELAPA – Selain Timah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyimpan berbagai potensi ekonomi kreatif yang tak kalah menarik untuk terus digali dan berkembang menjadi suatu kekuatan perekonomian kerakyatan dalam mewujudkan kesejahteraan di masyarakat.

Guna membangkit antusiasme masyarakat untuk terjun lebih serius lagi dalam menggali potensi ekonomi kreatif, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Yusderahman melakukan penyebarluasan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, di Desa Tebing, Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (4/12).

“Banyak ide-ide kreatif dari pemerintah desa bersama dengan karang taruna untuk membuat produk yang berkaitan dengan ekonomi kreatif,” kata Yusderahman.
 
Lebih lanjut Politisi asal partai Gerindra yang juga familiar dengan slogan ‘Yus Yes, Yakin untuk Semua’ ini mengungkapkan, Perda ini menjadi penting untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat agar semua kegiatan-kegiatan itu dapat dilaksanakan dengan baik.

Ada banyak produk yang dapat dihasilkan dari sektor atau pun sub sektor usaha skala mikro yang potensinya dapat terus digali dan berkembang menjadi suatu kekuatan perekonomian kerakyatan yang masif.

“DPRD Babel sebagai lembaga perwakilan rakyat telah lama mengesahkan regulasi berupa produk hukum terkait ekonomi kreatif,” imbuh Yusderahman.

Selain itu, dalam membuat perencanaan dengan baik, sehingga apa yang direncanakan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif ini dapat bermanfaat dengan masyarakat.

“Misal kan tempo waktu di Desa Tebing ini ada usaha yang terkait dengan beras, beras kate namanya. Itu sudah bertemu dengan Gubernur, dan apresiasinya luar biasa terkait dengan hal itu dan ke depan ini pihak desa sedang merancang program e-warung,” ujarnya.

Yusderahman berharap, agar kreativitas warga tidak hanya berhenti sampai di program e-warung saja melainkan dapat lebih dari itu.

“Kita harapkan ekonomi desa dapat terus bangkit dan ada nya perdes. Jadi nanti ada perda, ada pergub dan perdes di turunan terakhir nya untuk memayungi kawan-kawan yang bergelut didalam UMKM,” tukasnya. (*/rls)

Silaturahim Bersama Gubernur NTB, Gubernur Erzaldi Kagumi Sirkuit Mandalika

WARTABANGKA, PANGKALAN BARU – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman bersama istri, Melati Erzaldi berbincang santai bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah bersama Istri, Niken Zulkieflimansyah dan anak keduanya, Dzulfikar Ahmad Furqon di Restoran Bukit Bebek Mas, Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (1/12).

Kedatangan Gubernur NTB itu ke Negeri Serumpun Sebalai dikarenakan sang putra, Dzulfikar baru saja melangsungkan acara proses lamaran dengan tambatan hatinya yang kebetulan berada di Bangka Belitung.

Pemandangan sore hari dengan suasana pepohonan hijau yang rimbun, ditambah lagi keindahan panorama laut terlihat dari ketinggian restoran Bukit Bebek Mas ini membuat Gubernur Zulkieflimansyah dan keluarga takjub dengan keindahan alam Bangka Belitung yang memanjakan mata.

Silaturahmi antar kedua pemimpin daerah ini berlangsung dengan hangat dan santai. Gubernur Erzaldi mengaku kagum dengan kesuksesan event bertaraf International World Superbike (WSBK) yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada 19-21 November 2021 kemarin.

Dirinya mengaku terinspirasi dari sirkuit yang resmi bernama Pertamina Mandalika International Street Circuit itu.

“Sirkuit Mandalika sangat luar biasa. Semoga sirkuit Bangka Belitung juga bisa terinspirasi dari Mandalika, menjadi tuan rumah dalam ajang bertaraf International,” ungkapnya.

Gubernur yang akrab dengan sapaan Bang ER ini juga menceritakan bahwa Bangka Belitung sebelumnya telah dua kali menjadi tuan rumah dalam kejuaraan Motocross World Championship (MXGP) yang dilaksanakan pada saat sebelum pandemi.

Sementara itu, Gubernur Zulkieflimansyah mengaku banyak belajar dari Gubernur Erzaldi Rosman yang lebih berpengalaman menjadi tuan rumah dalam acara balap.

Kedua Gubernur yang telah menorehkan banyak prestasi ini saling bertukar pikiran.

Di akhir pertemuan, Gubernur NTB Zulkieflimansyah juga menitip warganya yang ternyata banyak bekerja di perkebunan Kelapa Sawit Bangka Belitung.

Harapannya, dengan silaturahim ini bisa menyatukan dua kebudayaan. (*/rls)