Bisnis

Kunjungi BBI Tanjung Rusa, Ketua DPRD Harap Bisa Menghasilkan PAD

WARTABANGKA, MEMBALONG – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Herman Suhadi kembali melakukan kunjungan ke salah satu balai benih ikan milik Provinsi Babel, di Tanjung Rusa Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Jumat (8/10).

Hal itu dilakukannya guna melihat langsung potensi-potensi yang dapat dikembangkan pada balai tersebut, sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Bangka Belitung.

“Kita (DPRD) berharap balai ini bisa menghasilkan PAD yang maksimal untuk daerah. Ini peluang, hanya bagaimana caranya kita bisa mengelolanya lebih baik,” katanya.
 
Lebih jauh ia menambahkan, saat ini Kepulauan Bangka Belitung sendiri sudah banyak petani yang memanfaatkan peluang bisnis dari budidaya udang vaname.

Momentum ini harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Untuk itu DPRD dan pemprov harus mendorong para petani untuk mengambil bibit/benur dari balai benih ikan Tanjung Rusa, sehingga para petani tidak perlu lagi harus mengirim benur dari luar Bangka Belitung.

“Kebutuhan benur di Kepulauan Bangka Belitung sendiri sangat luar biasa. Sehingga kita berharap bagi para petani udang dapat mengambil sumber benur dari balai ini,” jelas Herman.

Dirinya pun menyayangkan, masih banyak petani yang mengambil bibit/benur dari luar pulau Bangka dan Belitung, ketika balai benih ikan Tanjung Rusa sendiri sudah bisa memproduksi benur untuk memenuhi kebutuhan para petani udang.

Terkait permasalahan status lahan yang sampai saat ini belum tuntas, dirinya berjanji akan memanggil pihak-pihak yang berkompeten untuk mencari solusi.

Sehingga, balai dapat memaksimalkan potensi-potensi yang selama ini ada, tetapi belum tergarap dengan maksimal.

“Ketika lokasi ini Clear, saya pikir kita bisa melangkah lebih jauh. Bisa-bisa ketika kita sudah melaksanakan jauh kedepan, tiba-tiba kita harus balik ke belakang status lahan yang sampai saat ini belum jelas,” tukasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Balai Pembenihan Ikan Tanjung Rusa Harun mengatakan bahwa saat ini untuk benih ikan laut (Kerapu) saja masih kekurangan.

Sehingga balai berusaha semaksimal mungkin untuk penyediaan benih, terutama dari indukan milik sendiri, disamping mendatangkan benih dari luar untuk kemudian dilakukan pembesaran dan didistribusikan kepada para petani.

“Untuk benih ikan yang ada di balai semua kita distribusikan kepada para petani keramba jaring apung yang ada di Bangka Belitung,” katanya.

Balai Benih Ikan Tanjung Rusa ini sendiri bergerak pada pembenihan budidaya air payau dan air laut.

Adapun benih yang dikembangkan diantaranya beberapa jenis ikan kerapu, kakap putih (Barramundi) dan benur (Vaname). (*/rls)

PT Timah Tbk Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Warga di Pulau Lepar

WARTABANGKA, BANGKA SELATAN – Vaksinasi bagi masyarakat terus digencarkan guna mempercepat capaian herd immunity (kekebalan komunitas) sebagai upaya menangani Covid-19.

Mendukung Program Pemerintah, PT Timah Tbk melaksanakan vaksinasi bagi warga hingga ke Pulau Lepar, Kabupaten Bangka Selatan.

Tim medis bersama CSR PT Timah Tbk Menyebrangi lautan menggunakan perahu nelayan untuk memberikan pelayanan vaksinasi bagi warga Pulau Lepar. Vaksinasi digelar di Balai Desa Penutuk, Selasa (5/10).

Selain menggelar vaksinasi, PT Timah Tbk juga memberikan bantuan paket sembako bagi masyarakat yang sudah divaksin. Hal ini sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat saat pandemi Covid-19.

Puluhan warga dari remaja hingga lansia terlihat antusias mendatangi Balai Desa, menunggu giliran untuk divaksin. Vaksinasi ini diikuti warga dari dua Desa yakni Desa Penutuk dan Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok.

Samidah salah satunya, setelah mendapatkan informasi bakal diadakan vaksin, Ia yang baru pulang bekerja langsung mendatangi Balai Desa. Ia memang sudah lama ingin divaksin, hanya saja setiap ada jadwal vaksin dirinya masih bekerja.

“Saya kerja di rumah orang baru pulang siang. Selama ini vaksin kan pagi, saya belum selesai kerja, pas datang ke tempat vaksin tau-tau orang sudah bubar. Alhamdullillah hari ini bisa, sebanarnya sudah lama mau vaksin tapi karena waktunya belum pas,” ujar Samidah.

Warga Desa Penutuk ini memahami bahwa vaksin menjadi ikhtiar untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk itulah dirinya beserta keluarga mengikuti vaksin.

“Ya supaya sehat lah, biar kita enggak ada lagi Covid-19. Kalau mau pergi-pergi juga kan sekarang harus sudah vaksin. Senanglah ada vaksin di sini dan jamnya siang,” ujarnya.

Senada, Lis Sugianti menceritakan, biasanya mereka pergi ke kebun dari pagi hingga sore hari, jadi kurang mendapatkan informasi perihal pelaksanaan vaksin.

“Saya biasa ke kebun, hari ini enggak ke kebun karena hujan. Dapat informasi PT Timah mengadakan vaksinasi, jadi saya langsung datang mumpung bisa. Ini kan untuk sehat juga,” sebutnya.

Menurut Lis, vaksinasi yang dilaksanakan juga tidak jauh dari rumahnya. Ia bersyukur selain mendapatkan vaksinasi dirinya juga mendapat paket sembako.

“Alhamdullillah dapat sehatnya, dapat rezeki sembako juga. Terimakasih lah kepada PT Timah Tbk yang sudah mengadakan vaksinasi di Desa kami,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Lepar Pongok, Feri Edward mengapresiasi PT Timah Tbk yang telah melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat mereka. Menurutnya, saat ini vaksinasi memang sedang digencarkan untuk dilaksanakan.

“Kami berterimalasih kepada PT Timah yang telah membantu masyarakat di sini. Mudah-mudahan ini bukan pertama dan yang terakhir. Kalau bisa diadakan juga di Desa lainnya,” katanya.

Ia juga bangga kepada Pemerintah Desa dan masyarakat yang telah antusias mengikuti vaksinasi ini.

“Saya merasa bangga masyarakat Desa Penutuk dan Tanjung labu serta Pemerintah Desanya yang telah menghadirkan masyarakatnya untuk divaksin hari ini dan antusias masayarakat juga luar biasa,” katanya.

Kapolsek Lepar Pongok Pongok, Jonathan Silaban menyebutkan berdasarkan data Pcare hingga Senin (4/10/2021) capaian vaksinasi di Lepar Pongok baru mencapai 39 persen. Dari jumlah penduduk usia 12 tahun sebanyak 9.665 orang yang sudah divaksin baru 3.724 orang.

Ia menyebutkan, capaian vaksinasi memang harus ditingkatkan. Untuk itu, perlu kerjasama semua pihak untuk mempercepat proses vaksinasi ini. Pihaknya, juga terus mengedukasi masyarakat dan melaksanakan vaksinasi secara jemput bersama stakeholder terkait.

“Masyarakat di sini pekerjaannya sebagai petani dan nelayan. Sehingga mereka beranggapan vaksinasi ini belum perlu karena mereka enggak pergi ke luar. Ini yang kita terus edukasi dan kita laksanakan vaksinasi jemput bola,” sebutnya.

Ia menyampaikan apresiasinya kepada PT Timah yang telah melaksanakan vaksinasi di Desa Penutuk ini, sehingga bisa meningkatkan capaian vaksinasi.

“Kesehatan masyarakat ini tanggungjawab bersama. Kami apresiasi PT Timah yang sudah menggelar vaksinasi ini di sini bekerjasama dengan lintas sektor sehingga ini bisa terlaksana dengan baik,” sebutnya.

Sekretaris Desa Penutuk, Widasmara mengatakan dengan adanya vaksinasi yang dilaksanakan PT Timah Tbk bisa meningkatkan capaian vaksinasi warga.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada PT Timah Tbk yang telah menyelenggarakan vaksinasi di sini. Memang ada hambatan kami dalam melaksanakan vaksinasi karena warga ada yang takut, karena duluan kabar hoax soal vaksin yang masuk sini daripada vaksinnnya,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan vaksinasi juga bisa dilakukan di Puskesmas Tanjung Labu.

“Hari ini Alahmdullillah antusiasnya lumayan warga yang datang. Ada sekitar 70 an warga dari Desa Penutuk dan Tanjung Labu yang hadir,” tutupnya.

Sebelumnya, PT Timah Tbk juga telah melaksanakan vaksinasi bagi warga di Desa Lalang, Kabupaten Belitung Timur dan Warga Desa Deniang, Kabupaten Bangka.(rls)

Ferdiyansyah Keluhkan Sulitnya Nelayan Mendapatkan BBM

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ferdiyansyah, mengaku mendapatkan banyak laporan masyarakat khususnya nelayan, terkait sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Ferdi kepada wartawan, Senin (4/10), di Gedung DPRD Babel menyebutkan, sulitnya BBM diduga adanya pembiaran yang dilakukan pengerit sehingga persediaan BBM tidak lagi bisa didapatkan nelayan  

“Nelayan paling terdampak. Kasihan mereka kesulitan mendapatkan BBM untuk melaut. Kalaupun ada harganya mahal, sebab BBM yang ada di SPBN selalu habis oleh pengerit,” cetus Ferdi.

Baca juga: Komisi II DPRD Babel Minta Kuota Premium dan Pertalite Ditambah

Jika kondisi ini terus dibiarkan lanjut legislator daerah pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang itu,  tentu berdampak terhadap nilai jual ikan di pasaran.

“Yang pasti harga ikan akan naik, karena BBM yang mereka dapat harganya tinggi. Ini tentu tidak bisa terus dibiarkan. Miris ketika nelayan sangat membutuhkan, justru BBM-nya habis oleh para pengerit,” imbuh Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Ia pun berharap, adanya pengawasan yang optimal dalam pendistribusian BBM khususnya bagi nelayan.

“Dampaknya berantai. Maka kita harap pengawasan lebih optimal dari Stakeholder (pemangku kepentingan) terkait,” pungkasnya (*/ryu) 

Helmi Dukung Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat Penambang

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Anggota Komisi III DPRD Bangka Belitung (Babel), Azwari Helmi mendukung adanya peningkatan taraf hidup para penambang di Babel.

Terkhususnya di saat tingginya harga timah saat ini.

Menurut Helmi, situasi harga timah mahal, PT Timah sebagai perusahaan BUMN dapat berperan dalam hal memberikan kesejahteraan masyarakat penambang.

Salah satunya dengan cara menaikan harga beli timah dari penambang.

“Karena mereka yang pegang kebijakan, pemerintah tidak bisa intervensi. Namun baiknya, ya memang begitu,” katanya kepada sejumlah wartawan, Senin (4/10) .

Dalam hal ini, ia pun mendorong beberapa asosiasi yang mewadahi para masyarakat penambang dapat bergerak bersama-sama menyuarakan hal ini.

“Asosiasi harusnya bisa berperan,” ungkapnya. (*/ryu)

Jadi Mitra Binaan PT Timah Tbk, Ready’s Tabulampot Berhasil Tanam Berbagai Jenis Buah dalam Pot

Ready Tabulampot

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Metode pertanian terus berkembang, lahan bukanlah jadi masalah untuk bisa memulai usaha pertanian.

Tabulampot atau tanaman buah dalam pot salah satu teknik pertanian yang bisa dikembangkan di lahan sempit, namun memiliki ekonomis.

Tabulampot ini sudah mulai banyak digandrungi para petani, salah satunya Redy Eko Putra, salah satu petani Tabulampot di Kota Pangkalpinang.

Redy telah berhasil menanam berbagai jenis buah dengan metode ini.

Usaha Tabulampot Redy terbilang sukses, dimulai sejak tahun 2015 silam usahanya terus berkembang.

Dengan brand Ready’s Tabulampot, pria ini telah berhasil menanam berbagai jenis buah dalam pot.

Tak mudah memang mengembangkan usahanya, banyak hal yang dialaminya.

Bahkan dirinya tak sengaja mendapatkan inspirasi dari para pekerjanya untuk memulai usaha ini.

“Saya pada tahun 1989 merantau ke Jawa Barat dan pulang ke Bangka pada tahun 2004. Pulang itu saya kerja tambang. Dari rekan-rekan saya menemukan inspirasi   untuk memulai tabulampot dari mulai teknik perbanyakan bibit, sambungan tanaman dan lain-lain. Saya juga memanfaatkan youtube untuk menambah pengetahuan seputar tabulampot,” cerita Redy.

Usaha tambang yang digelutinya tak bertahan lama, di tahun 2013 usahanya tutup.

Lalu dirinya sempat menjadi pengangguran, hal itulah yang membulatkan tekadnya untuk memulai usaha Tabulampot.

“Acuannya itu mekarsari saat itu lagi booming, tanaman pertama kali itu jambu king rose apple, citra dan lilin. Itupun saya masih mengembangkan dengan ember bekas dan kaleng cat, waktu itu ada sekitar 40-an dan Alhamdullillah berhasil,” katanya.

Setelah itu, Redy juga mengembangkan tanaman toga, bunga-bunga hias.

Bahkan ia pernah meraih juara 1 untuk Toga tingkat Kota Pangkalpinang tahun 2015 silam.

Dalam mengembangkan usahanya, Redy mengaku terdapat kesulitan dalam hal modal usaha, namun ia beruntung ada seorang teman yang membantunya.

“Pada tahun 2015, pada awal buka bisnis ini modalnya bukan lagi dari 0 tetapi minus. Saya berusaha untuk menjalani bisnis ini karena mengingat saya harus menghidupi keluarga. Untungnya ada teman saya yang memberikan support dalam hal bantuan biaya.” Kata Ready

Ketika usahanya mulai berjalan, ia sempat merasa bahwa pendapatannya masih terbilang kurang untuk mencukupi keluarganya, sehingga akhirnya ia menambah varian tanaman untuk dijual.

“Awal bisnis itu menjual tanaman dari semua jenis toga, tetapi saya rasa sepertinya kalau hanya menjual jenis tanaman itu pendapatan  masih kurang. Akhirnya saya menjual berbagai varian tanaman seperti jeruk, alpukat, durian, dan lain lainnya guna menambah pendapatan,” katanya.

“Saya juga dulu jual kembang-kembang seperti aglonema dan lainnya sekitar 10 tahun lalu. Tapi karena ini hanya trend sesaat saya jadi gak lagi,” sambungnya.

Dalam usaha tabulampot ini, Ready juga memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik.

“Untuk pupuk sendiri, saya membuatnya dengan limbah rumah tangga sehari-hari fungsi serta manfaatnya sama dengan pupuk buatan lainnya,” ujarnya.  

Permintaannya terus berkembang, bahkan pembelinya datang dari berbagai daerah di Luar Kota Pangkalpinang.

Hal inilah yang menjadi kendala baginya dalam mengantarkan pesanan lantaran tak punya kendaraan.

Semakin banyaknya permintaan untuk pengantaran Tabulampot, membuat Ia terus berpikir bagaimana caranya.

Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi mitra binaan PT Timah Tbk untuk mengembangkan usahanya.

“Dulu itu ada orang yang ingin kita antarkan langsung tabulampotnya kerumah, tetapi karena terbatasnya sarana transportasi sehingga menghambat penjualan, karena gak ada kendaraan,” ceritanya.

Setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, hambatan tersebut dapat dihilangkan serta juga semakin membantu proses pemasaran Ready’s Tabulampot.

Kini ia jemput bola menjual tabulampotnya ke tempat-tempat keramaian.

“Dengan menjadi mitra binaan PT Timah Tbk saya beli kendaraan dan peralatan untuk mengembangkan usaha. Usaha saya menjadi terjamin dan tidak was-was karena merasa sudah aman dari sisi permodalan. Sekarang syukurnya dengan modal yang ada bisa lebih memudahkan pemasaran produk. Selain itu juga, sekarang saya sudah bisa keliling berjualan gak hanya menunggu di rumah,” ujar Ready

Pada saat ini, pesanan yang datang tidak hanya dari dalam Bangka saja melainkan dari berbagai kota di Indonesia lainnya, seperti  Jakarta, Lampung, Palembang dan lainnya.

Redy menyampaikan, ia melakoni usaha ini juga sebagai upaya untuk mengajak masyarakat untuk menghijaukan Babel dengan tanaman yang menghasilkan.

“Tujuannya menghijaukan Bangka Belitung, saya mau mematahkan anekdot, dak kejak (jangan-red) nanam di Bangka, kalau nanam dak idup (enggak hidup), kalaupun hidup dak bebuah, kalaupun bebuah masam,” ceritanya.

Untuk itulah, menjadi petani tabulampot menjadi cara dia mengkampanyekan, bahwa apapun bisa ditanam dengan kesungguhan dan niat.

Ia mengakui, tidak hanya berfokus dalam mencari keuntungan melalui usaha ini tapi juga mencapai visi  dapat menghijaukan Bangka Belitung melalui tabulampot.

Dalam menjual tanamannya, Ia juga memberikan Treatment kepada para pembeli untuk perawatan tumbuhan.

Bahkan dirinya memberikan garansi bagi para pembeli.

“Disini kalau ada yang beli bibit tanaman dari kita, kita kasih garansi apabila tanaman yang dibeli dalam waktu 3 bulan rusak atau gagal tumbuh akan kita gantikan dengan bibit yang baru,” sebutnya.

Bagi anda yang penasaran untuk melihat Ready’s Tabulampot bisa mendatangi lokasinya di Jalan Rasamala, Tuatunu. Bisa juga melalui akun facebook ready’s tabulampot dan nomor ponsel 081366054222. (*/rls)

Pemulihan Ekonomi di Babel, Adet Usulkan Pengembangan UMKM

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – Arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Tahun 2022, akan difokuskan pada pemulihan perekonomian.

Kendati belum berakhirnya Pandemi covid-19, namun Pemprov. Babel tetap berupaya, salah satunya dengan mendorong kemitraan antara koperasi dengan pelaku usaha.

Ketua komisi II DPRD Babel Adet Mastur, SH. MH, menjelaskan, DPRD mempunyai  tiga fungsi, yakni antara lain, Pertama, Anggaran, kedua, Legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah dan ketiga yakni Pengawasan atau Controling.

“Pemulihan ekonomi, jika berbicara anggaran. pemulihan ekonomi banyak sektor yang harus kita giatkan, terkhusus nya pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Babel yang harus kita berikan kebijakan-kebijakan di dalam pembahasan anggaran,” ungkap Adet Mastur, saat menjadi narasumber pada Kegiatan Temu Usaha Koperasi, di Hotel Soll Marina, Senin (27/9).

Kegiatan Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi keanggotaannya Lintas Daerah kabupaten/kota dalam satu daerah Provinsi, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan. Kegiatan yang diikuti sebanyak 64 peserta. menghadirkan narasumber antara lain, Ketua komisi II DPRD Babel Adet Mastur, Kepala BI Perwakilan Prov Kep Babel dan Direktur PT. Jamkrida Babel.

Lebih jauh Adet menjelaskan, terkait dengan regulasi yakni Legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah.

Terkait dengan perekonomian, di Bangka belitung telah memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.
 
“Perda tersebut, ada jaminan untuk para pelaku usaha, Untuk mempermudah berinvestasi di Bangka Belitung,  baik investasi besar maupun investasi kecil, jadi akan dipermudah untuk investasi yang ingin masuk ke Babel, Khususnya pengembangan UMKM yang mesti harus kita galakkan,” kata Ketua Fraksi PDIP itu.

Selain itu, DPRD juga akan menjalankan fungsi yang ketiga yaitu pengawasan atau kontrol terhadap koperasi yang ada di Bangka Belitung.

Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk melakukan verifikasi koperasi yang dikategorikan sehat, koperasi yang sedang sakit dan koperasi yang akan disehatkan.

Sebab menurutnya, masih banyaknya koperasi yang ada di Bangka Belitung terkesan sakit.

“Karena di suasana pandemi ini, untuk menumbuh kembangkan ekonomi di Babel lewat wadah koperasi inilah salah satu wadah yang akan meningkatkan ekonomi. Karena di koperasi inilah pusat dari ekonomi level bawah, karena akan mengakomodir pelaku usaha untuk tergabung dalam koperasi,” tegasnya.

Untuk itu, ia mengingatkan, bahwa di Tahun 2022 mendatang akan ada verifikasi terhadap koperasi di Bangka Belitung.

Untuk itu ia berharap, agar Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kep Bangka Belitung dapat menyampaikan data koperasi yang ada di Bangka Belitung.

“Karena jangan sampai koperasi di Babel tumbuh apabila adanya bantuan-bantuan. Saya menyebutkan ini adalah koperasi merpati, kenapa koperasi merpati, karena burung merpati itu jika ada makanan jagung, burung merpati pasti datang. Tetapi jika tidak ada jagung tidak tahu arahnya ke mana,” pungkasnya. (*/rls)

Nico Plamonia Sosialisasikan Perda Pengembangan Ekonomi Kreatif

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus berupaya mewujudkan Pembangunan di Provinsi Babel menjadi yang terbaik.

Terwujudnya kerja yang lebih efisien dan efektif terus digencarkan para wakil rakyat Babel.

Terbukti, dengan telah ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Babel, menjadi parameter para wakil rakyat bersama Pemprov Babel dalam menggerakkan roda pemerintahan yang lebih baik.

Penyebarluasan Perda merupakan tugas dan fungsi DPRD selaku wakil rakyat yaitu legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah dan pengawasan, kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

Hal ini diwujudkan, dengan melakukan sosialisasi Perda yang digelar 9-12 September 2021 lalu, yang dilakukan serentak oleh 45 anggota DPRD Babel, di seluruh wilayah Babel.

Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Babel daerah pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang, Nico Plamonia Utama.

Bertempat di Hotel Osella, Sabtu (11/9), Nico mensosialisasikan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengembangan ekonomi kreatif.

“Semua Anggota DPRD Bangka Belitung sesuai jadwal diberikan waktu dua kali menyebarluaskan Perda yang ada di Babel ini. Saya sendiri, Perda kedua yang disampaikan ini terkait Perda Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Nico menjelaskan, pentingnya penyebarluasan ini menimbang bahwa ekonomi kreatif memiliki arti penting dan strategis dalam penyediaan lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, memajukan pembangunan dalam rangka mencapai kesejahteraan umum.

Pemerintah daerah perlu mengembangkan ekonomi kreatif di Babel secara terencana, terarah dan terkoordinasi untuk mencapai hasil yang maksimal.

“Provinsi Babel belum memiliki Perda yang memberikan kepastian hukum bagi pemerintah daerah dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif. Karenanya, berdasarkan pertimbangan itu maka ditetapkan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengembangan ekonomi kreatif ini. Hal ini supaya pelaku usaha ini lebih kreatif lagi, bahwa ada dasar untuk mengembangkan usaha mereka ini lebih berkembang lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat harus kreatif dalam kehidupan sehari-hari, jangan hanya mengandalkan komoditi yang ada saja.

Seperti timah, karet dan lada, tapi bisa berkreasi dengan mengembangkan potensi lainnya dari alam yang ada di Babel ini.

“Peluang ekonomi kreatif itu sangat besar. Dunia saat ini terus bergerak dengan kreativitas, begitu juga masyarakat Babel tidak hanya bisa mengandalkan karet, timah dan lada saja, tapi harus ada hasil kreativitas lainnya yang bisa dijual atau ekspor,” jelasnya.

“Namun pemerintah daerah juga harus mempersiapkan dana untuk mendukung pelaku usaha ini, supaya dapat bergerak dan terus berkreativitas melakukan pengembangan usahanya,” tandasnya. (*/ryu)

Komisi II DPRD Babel Minta Kuota Premium dan Pertalite Ditambah

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Adet Mastur, meminta kepada pihak Pertamina untuk menambah jumlah kuota atau pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium maupun pertalite.

Sebab, menurut dia, kebutuhan masyarakat akan kedua jenis BBM tersebut sangat tinggi, khususnya bagi para penambang timah, sehingga bagi masyarakat atau para pengguna kendaraan bermotor kerap tidak kebagian bahan bakar dikarenakan kehabisan stok di SPBU.

“Sekarang ini penyaluran (BBM) yang perlu kita antisipasi adalah bensin premium, karena masyarakat kita sekarang ini melakukan penambangan timah itu dengan mesin kecil yang menggunakan premium. Nah premium ini yang mesti kita tambahkan kuota,” kata Adet Mastur kepada wartawan di Gedung DPRD Babel, Rabu (8/9).

“Tetapi kebijakan dari pemerintah pusat akan menghilangkan premium dan menggantikan dengan pertalite, sehingga pertalite ini sekarang juga diburu oleh masyarakat. Maka dari itu kami meminta kepada pihak Pertamina untuk mengajukan tambahan kuota,” tambahnya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah ini menilai sudah sewajarnya pihak Pertamina menambah kuota BBM jenis Premium dan Pertalite mengingat jumlah kendaraan bermotor di Babel yang semakin lama semakin meningkat, ditambah lagi untuk kebutuhan operasional pertambangan.

“Saya pikir sudah wajar untuk penambahan kuota karena kendaraan bermotor untuk roda dua dan roda empat di Bangka Belitung ini sangat luar biasa, dan tidak pernah didata jumlah penambang yang menggunakan mesin jenis robin, ini yang menambah penggunaan BBM jenis Premium dan Pertalite,” ujarnya.

“Oleh karena itu, saya meminta kepada OPD terkait untuk melakukan pendataan terkait jumlah pengguna BBM ini setiap enam bulan sekali dan harus ada tambahan kuota BBM dari Pertamina,” tandasnya. (DEI)

Amri Minta Atur Pengelolaan Tambak Udang di Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Maraknya usaha tambak udang Vannamei di Bangka Belitung (Babel) kini disikapi DPRD.

Rencananya dalam waktu dekat DPRD Babel akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai budidaya yang menjadi primadona saat ini.

“RDP ini akan mengundang gubernur beserta OPD terkait, kita ingin mendapatkan pemikiran beliau terkait mengantisipasi dampak negatif dari pemanfaatan masif yang tidak berpihak ke masyarakat. Kita juga akan mengundang asosiasi tambak udang,” jelas Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi, Minggu (1/8).

Dalam RDP itu, pihak berharap muncul gagasan untuk memanfaatkan investasi yang menjanjikan ini tidak hanya semata menguntungkan pelaku usahanya saja, tetapi masyarakat dan juga daerah.

“Kami DPRD tidak tinggal diam atas aktivitas tambak udang ini, kita berharap ini betul-betul menjadi primadona bagi masyarakat di sekitar tambak udang itu sendiri dan daerah. Ada pengelolaan yang baik,” ungkapnya.

Disebutkan Amri, salah satu dampak yang tidak mengenakan saat investor membuka usaha tambak udang ini yang condong lebih senang membeli putus atas lahan, sehingga lahan yang menjadi hak milik itu akhirnya tertutup pengelolaannya secara bersamaan dengan masyarakat sekitar.

“Masyarakat hanya mendapatkan keuntungan saat jual lahan saja. Setelah beraktifitas masyarakat kita gigit jari. Oleh karenanya kami ingin ada sinergi yang baik antara pelaku usaha dengan masyarakat sekitar untuk saling dukung, termasuk pemda dalam hal pemasukan pendapatan,” jelasnya.

“Oleh karenanya pola-pola pengembangan tambak udang itu kita berdayakan. Tidak semuanya kita berikan inti, diperbolehkan investor mendapatkan lahan membangun tambak, namun sekian persennya harus berupa plasma. Nah, pola-pola inilah yang harus kita pikirkan,” sebutnya.

Ia juga mengingatkan, pemda setempat yang memiliki kewenangan memberikan persetujuan terhadap izin tambak udang tidak memperhatikan ruang yang sudah diatur dalam Perda RTRW.

“Ya, harus disesuaikan dengan RTRW, jikapun ruang tersebut disepakati untuk ruang pertanian ya jangan diubah. Jangan dialihfungsikan. Ini jadi titik poin kita pada saat RDP nantinya,” pungkasnya. (*/ryu)

Komisi II Sambangi Kelompok Tani di Belinyu

WARTABANGKA, BELINYU – Tak Hanya dibidang pertanian, peternakan pun memiliki andil yang cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya peternakan sapi dalam mempercepat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi swasembada daging sapi.

Ketua Komisi II DPRD Babel Adet Mastur didampingi Heryawandi, Jumat (18/6) turun kelapangan untuk meninjau dan memastikan secara langsung persiapan Kelompok Tani Gunung Asam Kelurahan Air Asam, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, yang akan menerima bantuan sapi dan bibit pakan ternak.

Kehadiran Adet dan Heryawandi, langsung disambut Lurah Air Asam Agus Rafina dan Ketua kelompok Tani Gunung Asam Agus Laminto beserta anggota kelompok.

Dalam pertemuan tersebut, Adet Mastur mengatakan, untuk memastikan kesiapan dan kejelasan para kelompok tani yang akan menerima bantuan sapi dan bibit rumput pakan ternak, sehingga kelompok tani yang menerima bantuan tidak ada yang fiktif.

“Tahun ini ada bantuan dari pemerintah provinsi kepada kelompok tani yaitu 10 ekor sapi betina dan 1.250 polibek bibit rumput gajah sebagai pakan sapi,” jelas Adet.

Ia berharap, dengan adanya bantuan tersebut agar dapat dikelola dengan sebaiknya, sehingga dapat menumbuh kembangkan ternak sapi.

Sehingga, kebutuhan daging sapi disaat Idul fitri dan Idul Adha di Babel dapat terpenuhi.

“Kita kan ingin sapi di Babel ini tumbuh berkembang, dari 10 menjadi 20, 20 menjadi 40. Nanti cita-cita Bangka Belitung ini menjadi provinsi swasembada daging itu betul-betul terkabulkan, lewat bantuan dan para petani-petani ini,” harapnya.

Diketahui, Kelompok Tani Hutan Gunung Asam Belinyu memanfaatkan lahan eks tambang dan terus berusaha mengelola lahan tersebut dengan menabur bibit ikan Nila, Tomang dan Gurami.

Tak hanya itu, tampak disekeliling lahan eks tambang tersebut ditanami pohon kelapa sawit.
Selain itu, telah tersedianya kandang sapi, rumah bibit dan tempat menaruh pupuk beserta peralatan pertanian.

“Bagi yang berhasil maka akan kami kasih Reward, tapi bagi yang tidak berhasil dengan berbagai macam alasan maka akan kami kasih Punishment, Punismentnya tidak dapat lagi bantuan,” tegas Adet.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Gunung Asam, Agus Laminto menjelaskan, Kelompok Tani Gunung Asam beranggotakan 10 anggota. Pihaknya juga menghaturkan terima kasih atas perhatian dan kunjungan Komisi II DPRD.

“Kawasan hutan yang kami kelola ini kan lahan eks tambang, bukan tanah bagus jadi butuh kompos. Jadi, nanti dari hasil kotoran ternak itu bisa kami buat kompos,” tukasnya. (*/rls)