Bisnis

Fitra Apresiasi Lobi Gubernur ke Pusat Untuk Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Anggota DPRD Bangka Belitung (Babel), Fitra Wijaya menyambut gembira kabar pelaksanaan pengembangan pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang yang akan dilakukan pada tahun ini.

Hebatnya, kata Fitra, pengembangan pelabuhan sebagai salah satu urat nadi perekonomian masyarakat ini tanpa menggunakan anggaran daerah. “Ini luar biasa, kita patut berikan apresiasi kepada pak Gubernur dan jajarannya,” kata Fitrah, Selasa (12/1/2021).

Diakui Fitra, ia sedikit mengikuti perkembangan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dalam melobi pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub), khususnya Gubernur Erzaldi Rosman sejak tahun 2017 atau saat baru dilantik sebagai gubernur. “Kerja keras pak Gubernur akhirnya membuahkan hasil,” ulasnya.

Anggota Komisi IV dapil Kabupaten Bangka Tengah ini juga mengamini bahwa terbangunnya pelabuhan baru Pangkalbalam ini akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah, khususnya masyarakat. “Semoga pelabuhan dapat segera terbangun dan dapat memberi banyak manfaat kepada masyarakat,” ungkap Fitra.

Sebelumnya diketahui, kepastian dilaksanakannya pengembangan pelabuhan Pangkalbalam tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Babel, KA Tajuddin setelah mengkonfirmasi langsung dengan Direktur Kepelabuhanan Kemenhub RI, Subagyo.

Tajuddin mengatakan, didapat penjelasan bahwa pengembangan pelabuhan Pangkalbalam atas arahan Menteri Perhubungan tetap dilaksanakan dengan skema pembiayaan melalui APBN murni pada tahun anggaran 2021 sebesar Rp150 Miliar dan akan dilanjutkan lagi pada Tahun 2022. “Jadi rencana pengembangan pelabuhan Pangkalbalam tersebut bersifat multiyears,” ujar Tajuddin. (*/ryu)

Pertamina MOR II Salurkan Rp26 Miliar Dana Program Kemitraan

WARTABANGKA, PALEMBANG– PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II kembali menyaluran dana Program Kemitraan di tiga provinsi yaitu Jambi, Bengkulu dan Lampung senilai Rp 5,5 miliar pada periode November dan Desember tahun ini.

Total Program Kemitraan yang disalurkan oleh Pertamina selama tahun 2020 untuk seluruh wilayah Region Sumbagsel, di lima provinsi mencapai Rp 26,9 miliar untuk 210 Mitra Binaan di berbagai sektor usaha di antaranya Perdagangan, Perikanan, Pertanian, Perkebunan, Industri dan lainnya.

Program Kemitraan diberikan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil Mitra Binaan yang bertujuan menjadikan mereka mandiri dalam menjalankan usahanya.

Pjs. Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Ujang Supriadi menjelaskan, Program Kemitraan bukan hanya sekedar pemberian modal kerja namun juga mendampingi mitra binaan untuk tumbuh dan berkembang dengan memberikan pembinaan, pelatihan yang terarah serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar.

“Kita melewati masa sulit saat pandemi COVID-19 di sepanjang tahun 2020, di mana banyak Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak sehingga dengan adanya Program Kemitraan ini, diharapkan dapat membantu dan menjadi langkah awal UMKM untuk bangkit,”tambahnya.

Salah satu Mitra Binaan pemilik UMKM konveksi Chandra, Mustika menambahkan, Program Kemitraan ini sangat membantu kami sebagai pemilik UMKM apalagi saat adanya pandemi COVID-19, kami merasa mendapatkan “udara segar” dari Pertamina,” ujarnya.

Mulkan Resmikan Pusat Kuliner dan Kerajinan di Gedung Juang Sungailiat

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Bupati Bangka, Mulkan meresmikan pusat kuliner dan industri kerajinan yang berlokasi di Gedung Juang, Kelurahan Paritpadang, Kecamatan Sungailiat, Rabu (30/12).

Mulkan mengatakan pusat kuliner dan kerajinan ini dibangun untuk menampung aspirasi para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bangka, supaya bisa memasarkan hasil-hasil produk yang dibuatkan.

“Adapun lapak yang terdapat terdiri dari 10 kios. Dan tentunya diharapkan dapat memulihkan dan meningkatkan pendapatan ekonomi kerakyatan,khususnya di Kabupaten Bangka,” katanya.

Selain itu, ada beberapa tempat aset Pemkab yang dibangun untuk pemulihan ekonomi kemasyarakatan. Selain pusat kuliner di Gedung Juang ada IKM yang berada di depan Kolam Renang Tirta Sungailiat dan dijadikan sebagai lokasi bagi pengerajin menjahit.

“Jadi aset Pemkab Bangka itu haruslah dikelolah dengan baik. Sehingga nantinya Dinas tenaga kerja dan Perindag dapat mengatur untuk tidak ada lagi nya bangunan-bangunan lain, tenda-tenda ataupun gerobak-gerobak selain dari tempat 10 kios untuk perdagangan digedung Juang ini. Karena kalau dipenuhi lagi, nantinya akan kesusahan untuk menertibkannya,” ujarnya.

Untuk itu, dari awal inilah untuk mengantisipasinya supaya tidak terjadi digedung Juang ini. Karena kalau dipadati lagi, tentunya keindahan tempat ini akan berkurang.

“Jadi Gedung Juang ini harus menarik dan indah dipandang mata. Karena lokasi Gedung Juang ini merupakan pintu gerbang masuknya pusat Kota Sungailiat Kabupaten Bangka. Sehingga harus memiliki daya tarik dan tentunya menjadi kekaguman tersendiri bagi para tamu ataupun para wisatawan,” kata Mulkan.

Bersamaan diperesmian itu pula, Mulkan menyerahkan mesin cetak bakso,penggiling daging kepada kelompok UMKM Bangka, mesin piyame untuk kelompok penjahit dan timbangan kepada kelompok pedagang.(*/zen)

Liburan Nataru, Konsumsi Pertamax dan Pertalite di Tol Trans Sumatera Naik

WARTABANGKA, PALEMBANG– PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), mencatat adanya peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tol Trans Sumatera di masa Satgas Nataru jelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Dimasa Satgas Nataru 2020-2021, secara total, penjualan BBM mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 30,4% dibandingkan dengan konsumsi normal harian periode 1-15 Desember 2020.

Peningkatan tersebut dipicu seiring dengan mulai banyak beroperasi nya sarana transportasi umum dan peningkatan aktivitas kendaraan pribadi jelang Natal dan Tahun Baru 2020-2021.

Dimana berdasarkan data yang diberikan oleh PT. Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol ruas Bakaheuni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang, arus kendaraan yang melintas tol trans Sumatera naik 12,5% menjadi 28.806 kendaraan.

Pertamina menjamin ketersediaan dan ketahanan stok BBM di sepanjang SPBU tol trans Sumatera dalam kondisi aman, BBM akan selalu dikirim sesuai dengan kebutuhan selama periode Satgas Nataru.

Pertamina juga melakukan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan dan ketahanan stok BBM antara lain menyediakan SPBU Kantong BBM di SPBU Tol dan SPBU dekat wisata, menyediakan SPBU Motorist di jalur wisata dan exit tol, memonitoring kondisi stok BBM dan arus kendaraan serta melakukan pengecekan secara langsung ke lokasi SPBU tol secara berkala, melakukan koordinasi intensif dengan Pihak Polres melalui pemanfaatan Pos pelayanan di setiap rest area, serta pemasangan matprom SPBU Siaga di seluruh SPBU tol.

Pjs. Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR II Sumbagsel, Ujang Supriadi dalam keterangan resminya mengungkapkan, dibandingkan rerata normal harian periode 1-15 Desember 2020, konsumsi BBM Gasoline Nonsubsidi jenis Pertalite naik sebesar 67,8% yaitu menjadi sebesar 56,7 Kiloliter. Untuk Pertamax naik sebesar 62,6% yaitu menjadi 13,2 Kiloliter. Sementara, konsumsi Pertamax Turbo naik 34,2% yaitu menjadi sebesar 0,9 Kiloliter.

Untuk konsumsi BBM Gasoil Nonsubsidi jenis Dexlite naik sebesar 33,4% yaitu menjadi 4,2 Kiloliter. Pertamina Dex konsumsinya naik sebesar 48% yaitu menjadi 3,8 Kiloliter. Sementara, untuk konsumsi BBM Gasoil Subsidi jenis Biosolar naik sebesar 17,5% yaitu menjadi 144,1 Kiloliter dibandingkan dengan konsumsi normal harian periode 1-15 Desember 2020.

“Konsumsi BBM Nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex semakin meningkat, seiring dengan meningkatnya minat, kepedulian dan kesadaran konsumen terhadap penggunaan BBM terbaik untuk menjaga ketahanan mesin kendaraan dan kenyamanan saat berkendaraan”, kata Ujang.

Selain untuk menjaga performa mesin kendaraan, penggunaan Bahan Bakar Berkualitas (BBK) juga senantiasa menjaga udara tetap bersih, dikarenakan emisi gas buang yang dihasilkan berkadar karbon rendah dan ramah lingkungan.

Dimasa pandemi Covid-19, dalam layanannya Pertamina tetap memperhatikan prosedur protokol kesehatan baik di kantor maupun di seluruh fasilitas operasional. Salah satunya yaitu di SPBU sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan langsung terhadap masyarakat.

Sebelum memulai pekerjaan, seluruh operator dan petugas SPBU diperiksa suhu badannya serta dipastikan dalam kondisi fit. Diwajibkan mengenakan masker, hand sanitizer, sarung tangan, dan selalu jaga jarak. Secara rutin juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap seluruh fasilitas SPBU seperti toilet, musholla dan yang lainnya.

“Untuk menekan rantai penyebaran Covid-19, Pertamina menghimbau kepada seluruh konsumen setia untuk melakukan metode pembayaran secara nontunai atau cashless melalui aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh melalui aplikasi playstore dan app store”, tutup Ujang.

Dengan bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina, konsumen juga dapat memperoleh berbagai program promo dari Pertamina, salah satunya cashback Rp 250 rupiah/liter untuk pembelian Pertamax Series dan Dex Series.

Pertamina juga menyediakan layanan Motorist untuk melayani kebutuhan BBM konsumen di beberapa lokasi yaitu: objek wisata, exit tol dan di sekitar Pelabuhan Bakauheni.(rls)

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pertamina Optimalkan Layanan Transaksi My Pertamina

WARTABANGKA, PALEMBANG– Pertamina senantiasa mengedepankan pelayanan yang aman kepada masyarakat sesuai dengan protokol Covid-19, salah satu pelayanannya yaitu dengan mengoptimalkan layanan transaksi nontunai/cashless melalui aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh di playstore (android) dan app store (iOS) pada saat pengisian Bahan Bakar di SPBU.

Hal ini diungkapkan Umar Ibnu Hasan selaku Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II Sumbagsel.

Sistem pembayaran nontunai/ cashless ini merupakan kelanjutan program digitalisasi pipa pengisian (nozzle) yang dipasang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.

Dengan transaksi nontunai melalui aplikasi MyPertamina terbukti sebagai metode transaksi keuangan yang praktis, aman dan efisien. Konsumen tidak perlu repot menyiapkan uang tunai atau uang kembalian sehingga dapat mengurangi penyebaran Covid-19.

“Saat ini kita perlu menghindari penggunaan benda yang disentuh banyak orang, termasuk uang tunai. Dikarenakan penyebaran Covid-19 ini bisa saja berpindah dari satu orang ke yang lainnya”, tambah Umar.

Saat ini terdapat 452 SPBU Pertamina Sumbagsel yang wilayahnya meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung bisa bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina. 134 SPBU di Sumatera Selatan, 153 SPBU di Lampung, 57 SPBU di Kepulauan Bangka Belitung, 74 SPBU di Jambi, dan 34 SPBU di Bengkulu.

Berbagai upaya terus dilakukan Pertamina untuk mencegah penyebaran Covid-19 terutama di fasilitas bisnis seperti SPBU yang merupakan tempat publik dimana banyak orang berlalu-lalang. Selain mengantisipasi penyebaran virus yang kian mengkhawatirkan, perlu juga melindungi petugas/ operator SPBU sebagai garda terdepan Pertamina yang bersentuhan dan memberikan pelayanan langsung dengan masyarakat.

Upaya-upaya yang dilakukan Pertamina untuk menekan penyebaran Covid-19 di SPBU antara lain seluruh petugas wajib mengenakan masker dan tetap menjaga jarak, rutin melakukan pemeriksaan suhu bagi operator yang bertugas, mengenakan sarung tangan karet saat bertransaksi dengan uang tunai, menghindari menyentuh wajah, SPBU nenyediakan hand sanitizer dan rutin membersihkan sarana dan fasilitas SPBU dengan cairan disinfektan.

“Untuk menambah kenyamanan konsumen, upaya-upaya ini juga diberlakukan di seluruh jaringan bisnis Pertamina termasuk agen dan pangkalan,”tutup Umar.(rls)


Gelar Donor Darah di Tengah Pandemi Covid-19, Pertamina Kumpulkan 422 Kantong Darah

WARTABANGKA, PALEMBANG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel menggelar aksi donor darah yang dilaksanakan di Kantor Pertamina MOR II Jalan Jenderal A. Yani No.1247/ I Plaju – Palembang, Kamis (17/20).

Kegiatan dilakukan sebagai wujud kepedulian pekerja, mitra kerja dan keluarga Pertamina terhadap sesama yang memerlukan darah, yang mana akibat pandemi Covid-19 ini berakibat juga kepada takutnya masyarakat untuk mendonorkan darahnya sehingga berdampak juga terhadap penurunan stok darah bagi masyarakat.

Acara dibuka oleh Pjs. Executive GM Regional Sumbagsel, Pande Made Andi Suryawan bersama Staf Ahli Walikota Bidang Perekonomian Pembangunan Investasi Kota Palembang dr. Hj. Letizia M Kes, Camat Seberang Ulu 2 Rakhman Hidayat Pane, dan Kepala UTD PMI Kota Palembang dr. Selvi Dwi Putri.

Dalam sambutannya Pande mengungkapkan, di Hari Ulang Tahun (HUT) Pertamina ke-63 dengan mengambil tema Energizing You, Pertamina mengenergize seluruh masyarakat Indonesia di sektor energi. Kali ini Pertamina mengenergize masyarakat dalam bentuk lain, yaitu berupa sumbangan darah dari pekerja, mitra kerja dan keluarga sebagai perwira Pertamina.

Kegiatan donor darah ini dilaksanakan secara serentak di 5 provinsi dan 3 kabupaten wilayah Pertamina MOR II, yaitu Palembang, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Kabupaten Lahat, Baturaja dan Kota Lubuk Linggau.

“Aksi ini dilaksanakan dengan tetap mengikuti sejumlah protokol kesehatan Covid-19, yaitu 3M yakni Menggunakan masker, Menjaga Jarak dan Mencuci tangan serta tetap menjaga ventilasi yang terbuka, durasi yang tidak lama artinya bagi peserta yang telah selesai langsung kembali ke tempat masing-masing, serta jalur masuk/ keluar yang berbeda,” tambah Pande.

Hj. Letizia M.Kes dalam sambutannya juga menambahkan, manfaat bagi pendonor membuat tubuh tambah sehat dan segar. Setelah darah diambil maka sel-sel darah akan menciptakan darah baru.

“Hal ini akan mengurangi resiko penyakit jantung, terhindar dari hipertensi, menurunkan kolesterol dan menurunkan resiko kanker,” ujar Letizia.

Letizia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pertamina yang telah secara rutin menyelenggarakan kegiatan donor darah ini.

Adapun total darah yang terkumpul adalah sebesar 422 kantong darah dan akan disalurkan ke unit transfusi darah yakni Palang Merah Indonesia (PMI) di masing-masing provinsi dan kabupaten.

Selain membantu PMI, dengan mendonorkan darah juga dapat meningkatkan rasa kepedulian sosial pekerja, mitra kerja dan keluarga Pertamina untuk lebih tergerak lagi dalam berbagi dan membantu sesama. (rls)

Pertamina Pastikan Stok dan Distribusi LPG 3 Kg di Belitung Aman

WARTABANGKA, BELITUNG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II memastikan stok dan distribusi LPG 3 Kg dalam kondisi aman pasca insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Rizky Biliton di Selat Bangka dan Belitung pada Minggu (6/12).

KM Rizky Biliton merupakan kapal sewa agen LPG yang disewa ke pihak ketiga. Kapal dengan muatan tabung LPG ini diterpa badai dengan ketinggian gelombang 4-5 meter, pada saat akan putar balik ke Bangka menuju pelabuhan terdekat.

Menanggapi hal ini, Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan semua awak kapal selamat dari kejadian ini. Kini kasusnya sudah ditangani pihak yang berwenang.

“Pertamina telah menggunakan semua stock tabung buffer di Fuel Terminal Tanjung Pandan sebagai backup tabung yang hilang saat insiden kapal tenggelam,” ujar Umar.

Penggunaan buffer stock ini dilakukan dengan pengiriman sekitar 5.600 tabung LPG 3 Kg dengan menggunakan kapal bantuan dari Hiswana Migas.

Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat untuk menginvestigasi kejadian tersebut serta menjamin ketersediaan pasokan elpiji sesuai kebutuhan dan kuota yg telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan edaran KSOP Pangkalbalam dan Tanjungpandan, bahwa pada 6-11 Desember 2020 atau sampai kondisi cuaca di laut memungkinkan, KSOP tidak memberikan surat berlayar kepada kapal-kapal.

Sebagai bahan bakar alternatif, Pertamina juga telah menyiapkan LPG Non-PSO yang tersedia dalam kemasan 12 Kg dan Bright Gas, serta minyak tanah Non-PSO di Fuel Terminal Tanjungpandan.

Sebagai antisipasi kejadian yang sama akibat dari kondisi cuaca, Pertamina saat ini telah menyiapkan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) daerah Badau, Kabupaten Belitung yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian.

“Pertamina memerlukan dukungan dari berbagai pihak dan doa dari seluruh masyarakat untuk memastikan ketersediaan dan distribusi LPG 3 kg sampai kepada masyarakat yang berhak menerima, yaitu rumah tangga pra sejahtera dan usaha mikro”, tutup Umar. (*/rls)

Bentuk Satgas, Pertamina Siap Kawal Distribusi Energi Selama Natal dan Tahun Baru

WARTABANGKA, PALEMBANG– Di masa penghujung tahun 2020, dalam memastikan ketersediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG aman selama Natal 2020 dan Tahun Baru 2021(Nataru) PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II membentuk Tim Satgas pengendalian dan pemantauan kelancaran penyaluran BBM dan LPG.

Hal tersebut dilakukan mengingat kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG cenderung meningkat. Satgas Nataru ini akan memastikan pelayanan maksimal dalam mengkoordinir, memantau kelancaran penyaluran BBM dan LPG.

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan, dalam keterangan resminya mengungkapkan pasokan BBM dan LPG saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Untuk menghadapi lonjakan permintaan BBM dan LPG selama Natal dan Tahun Baru, Jika masih diperlukan, penyaluran BBM maupun LPG akan ditambah sesuai dengan kebutuhan, sementara untuk produk subsidi dan penugasan tentunya akan disesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah”, ujar Umar.

Selama masa satgas Nataru 2020-2021, konsumsi BBM jenis Gasoline (Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Premium) diprediksi mengalami peningkatan sebesar 3,2% dibandingkan dengan konsumsi harian normal sebelum masa satgas, yaitu dari 7.038 Kiloliter menjadi 7.264 Kiloliter. Sementara untuk konsumsi BBM jenis Gasoil (Dex, Dexlite, Biosolar) diprediksi mengalami penurunan sebesar 7,7% dari konsumsi harian normal, yaitu dari 4.234 Kiloliter menjadi 3.908 Kiloliter.

Untuk konsumsi LPG PSO dan Non PSO diprediksi mengalami peningkatan sebesar 5,3% dibandingkan dengan rata-rata konsumsi harian normal sebelum masa Satgas Natal Tahun Baru 2020-2021, yaitu dari 1.609 Metrik Ton menjadi 1.694 Metrik Ton.

“Mulai bergeliatnya aktivitas masyarakat, UKM, pusat perbelanjaan yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 masih menjadi alasan mulai naiknya konsumsi BBM jenis Gasoline dan naiknya konsumsi LPG PSO dan Non PSO sektor rumah tangga. Kondisi ini sudah kami antisipasi, karenanya saat ini kami telah menyiapkan proyeksi penyaluran fakultatif terutama di lokasi-lokasi yang menjadi tujuan mudik dan tujuan wisata untuk disalurkan menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021″, tutup Umar.

Pertamina juga senantiasa berupaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang belum berakhir. Dengan tetap memberlakukan sejumlah protokol kesehatan baik di lingkungan kantor maupun terhadap sejumlah fasilitas operasional di SPBU.

Pertamina juga menghimbau kepada seluruh pelanggan setia untuk bertransaksi secara cashless atau non tunai melalui aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh melalui apple store atau google playstore.(*/)

Yusmiati Mulkan Beri Motivasi Pelaku UMKM

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangka, Yusmiati Mulkan mengunjungi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Bangka, Selasa (8/12).

Kunjungan tersebut selain melihat perkembangan usaha di Kabupaten Bangka juga memberikan sedikit motivasi serta dukungan.

Didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kabupaten Bangka, Yuni Farid, Yusmiati mengunjungi sejumlah tempat olahan makanan seperti keripik dan kerupuk. Rombongan juga berkesempatan mencoba dan mencicipi olahan makanan tersebut.

Yusmiati menjelaskan sejauh ini sejumlah pelaku UMKM telah berinovasi guna memenuhi keinginan pasar. Mulai dari jumlah serta harga yang terjangkau juga diikuti dengan kualitas kemasan yang semakin baik juga.

“Agar produk kita dapat bersaing tentunya kita memerlukan inovasi seperti kemasan yang menarik. Dari yang kita lihat tadi juga ada beberapa kemasan yang cukup menarik dan ekonomis seperti keripik cumi tadi,” ungkap Yusmiati.

Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Bangka akan membangun galeri UMKM yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Sungailiat. Sehingga kedepan para pelaku UMKM dapat menjual dan memamerkan produknya di satu tempat.

“Nanti kita bangun galeri UMKM di seberang Kantor RRI Sungailiat. Sehingga produk lokal kita bisa dijual disana dan para wisatawan tidak kesulitan saat hendak membeli produk lokal kita,” tutur Yusmiati.

Pemerintah Kabupaten Bangka juga telah memberikan sejumlah kemudahan bagi para pelaku UMKM. Diantaranya yaitu kemudahan dalam kepengurusan izin usaha yang sekarang dapat diakses secara online dan membutuhkan waktu yang relatif singkat.(*/zen)

Ketua Dekranasda Melati Erzaldi Serahkan Bantuan Mesin untuk Pelaku UMKM

WARTABANGKA, TANJUNGNIUR – Ketua Dewan Kerajinan Nasinal Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi menyerahkan bantuan mesin peralatan teknologi tepat guna kepada Ara, seorang anggota Koperasi Serba Usaha Masyarakat Pesisir Kabupaten Bangka Barat, Senin (7/12).

Sebagai salah satu Kampung Tegap Mandiri pada masa pandemi Covid-19, Desa Tanjung Niur menjadi salah satu dari dua desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mendapatkan bantuan mesin peralatan teknologi tepat guna bagi pelaku UMKM.

Bantuan yang diberikan kepada Ara sebagai pelaku UMKM dengan produk terasi berupa tiga mesin pendukung pembuatan produk agar lebih efektif dan efisien dalam memproduksi produknya. Mesin yang diserahkan, antara lain mesin pencacah terasi, mesin penggiling terasi, dan pengering terasi (oven).

Pj Kepala Desa Tanjung Niur, Muhammad Nasir mengatakan 70 persen mata pencaharian masyarakat Tanjung Niur adalah sebagai nelayan. Demikian pula dengan Ara yang berprofesi mencari udang di laut sebagai bahan baku membuat produknya.

Dia berharap bantuan seperti ini bisa diberikan juga kepada masyarakat nelayan lain. Menurutnya, mesin seperti ini sangat membantu para nelayan dalam mendistribusikan hasil tangkapannya.

“Bantuan ini diajukan sejak tahun 2017 dan diberikan bantuan tahun ini. Apakah kami bisa mengajukan dan mendapat bantuan lebih cepat untuk masyarakat nelayan kami”, ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Melati Erzaldi menjelaskan bahwa, dalam mengajukan bantuan memang tidak bisa langsung diberikan karena menggunakan anggaran negara yang harus melalui beberapa proses. Proposal permohonan bantuan memang harus diajukan di tahun sebelumnya agar dapat dianggarkan pada tahun berikutnya.

“Solusi selain bantuan dari pemerintah, bantuan seperti ini juga bisa dilakukan oleh BUMN atau perusahaan di Babel melalui dana CSR. Teman-teman di disperindag akan mengarahkan jika ada bantuan seperti ini,” jelasnya.

Selain bertemu dan bertatap muka langsung dengan pelaku UMKM di Desa Tanjungniur, Melati Erzaldi juga melihat langsung produk UMKM terasi ini diproduksi dan efisiensi yang terjadi jika pelaku usaha menggunakan mesin tepat guna.

“Saat ini teknologi sudah canggih, menyikapi keterbatasan proses produksi yang alami, teknologilah solusinya,” ungkapnya.

Menurut Kadis Perindag, Sunardi, “by name by address” pendataan akan terus diusahakan untuk mengetahui kebutuhan tiap pelaku UMKM di Babel, dengan maksud jika peluang bantuan terbuka baik dari anggaran pemerintah maupun sumber lainnya, maka lebih cepat dalam pelaksanaannya.

Sumber: Dinas Kominfo