ekspor

Bahan Pangan Dorong Deflasi di Bangka Belitung

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pada Agustus 2020, Bangka Belitung tercatat mengalami deflasi sebesar 0,63% (mtm) yang didorong oleh deflasi sub kelompok makanan dan angkutan jasa penumpang.

Deflasi bulanan yang terjadi pada Agustus 2020 terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Dengan perkembangan inflasi tersebut, secara tahunan Bangka Belitung mengalami deflasi sebesar 0,60% (yoy) dengan inflasi tahun kalender sebesar -0,28% (ytd).

Demikian siaran pers yang diterima redaksi dari Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung, Selasa (8/9).

Sedangkan untuk inflasi tahunan Bangka Belitung pada Agustus 2020 tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,32% (yoy).

Deflasi subkelompok makanan terutama disebabkan oleh penurunan harga komoditas daging ayam ras dan tanaman hortikultura.

Lada Babel Resmi Dijual Melalui Bursa

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Lada Bangka Belitung (Babel) secara resmi diperjualbelikan melalui bursa, dibawah Jakarta Future Exchange (JFX) – Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Penjualan lada ini diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman, di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) lada, di Ruko City Hall, kawasan Kompleks Perkantoran Pemprov Babel, Sabtu (15/8).

“Pemerintah membuat beberapa strategi, hari ini akan kita resmikan ekspor lada ke Jepang, dan meresmikan lada penjualannya melalui bursa,” kata Erzaldi.

Ia berharap, dengan dijualnya lada melalui bursa ini, buyer bisa langsung membeli lada Bangka Belitung, bahkan petani juga akan bisa langsung berhubungan dengan buyer.

Erzaldi berharap, melalui bursa ini, harga lada Babel juga bisa bersaing dan meningkat, meskipun memang diakuinya pemerintah tidak bisa mengatur harga.

“Tapi kita bisa mengkonsolidasikan para pelaku lada ini, baik dari hulu ke hilir kita konsolidasikan, agar bisa mempengaruhi pasar, nah untuk itulah, baik petani dan eksportir kita harus kompak,” tukasnya.

Mantan Bupati Bateng ini menegaskan, pihaknya juga sudah meminta kepada International Pepper Community (IPC) untuk tidak lagi mencantumkan harga Muntok wallpaper atas dasar penilaian mereka.

“Muntok White Pepper itu harus ditetapkan komite penetapan harga Babel, artinya nanti harga itu tidak lagi dasarnya dari IPC, jadi ini harus kita lakukan kalau mereka tidak mau, saya sudah lapor ke Menteri, minta izin keluar dari IPC, nggak usah lagi koordinasi dengan IPC,” tegasnya.

Beberapa pekan terakhir, disebutkannya harga lada mulai ada peningkatan. Ia berharap, setelah nanti KPB dan komite penetapan harga lada menetapkan harga, bisa menjadi acuan bagi IPC untuk memasang harga dalam memasang harga jual di bursa.

Pelepasan ekspor ke Jepang dan peresmian penjualan lada melalui bursa ini juga dihadiri oleh para eksportir, dan pihak terkait lainnya. (*/)

Gubernur Babel Lepas Ekspor 45 Ribu Ton Lada Muntok White Pepper

Gubernur Babel Erzaldi Rosman menggunting pita saat pelepasan ekspor lada di Kantor KPB Lada Babel, Sabtu (15/8). (IST)

WARTABANGKA.COMPANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menghadiri peluncuran Pasar Fisik Lada dan Pelepasan Ekspor Lada Muntok White Papper ke Jepang yang dilaksanakan di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Lada Provinsi Kepulauan Babel, Sabtu (15/8).

KPB Lada Babel merupakan pusat layanan komoditi “Muntok White Pepper” yang berdiri sejak 2004. KPB merupakan upaya Pemprov. Babel untuk melestarikan kualitas produksi lada dari hulu ke hilir dengan total produk lada putih hingga 32.811,07 ton dalam 2018 dan 33.457,64 ton di 2020 (data Perkebunan Indonesia 2020).

KPB dibentuk dengan melibatkan para pemangku kepentingan terkait seperti Dinas Pertanian Babel, Disperindag Babel serta lembaga swadaya masyarakat lainnya yang bertanggung jawab untuk menjaga kualitas lada mulai dari prapenanaman hingga pascapanen. 

Ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Erzaldi bersama Direktur BUMD Babel, Direktur PT Makro Jaya Lestari, perwakilan PT JFX, dan Corporate Communication PT KBI, pelepasan ekspor lada resmi dilakukan. 

Lada putih kualitas SNI I (MWP1) yang akan diekspor ke Jepang sebanyak 45.000 kg yang dikemas dalam 900 double new paper bags dan telah melalui uji prosedur perdagangan lada putih ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 19 tahun 2020 tentang Tata Kelola Perdagangan Lada Putih Muntok White Pepper. 

Sebelumnya, Direktur BUMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penandatanganan surat rekomendasi ekspor lada white paper KPB

Lada Babel dan penyerahan kartu pelaku usaha lada terdaftar dari Prof. Saparudin selaku Direktur BUMD Babel kepada Ibu Melvina Rusli selaku eksportir dari PT Makro Jaya Lestari. 

“Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, saya lepas ekspor lada muntok white pepper melalui PT Makro Jaya Lestari ke Jepang, semoga masih ada ekspor-ekspor lainnya,” ungkap Gubernur Erzaldi.

Gubernur Erzaldi Rosman dalam kesempatan ini juga menegaskan untuk perlahan mengurangi ekspor ke Vietnam atau IVC, dengan adanya KPB Lada Babel ini, maka bursa akan terbentuk dengan harga yang tinggi dan kestabilan dengan segera membentuk Dewan Pengawas Harga Lada Babel.

“Bahkan di akhir September mendatang, Pemprov. Babel sudah bisa melakukan tes lab sebagai parameter spesifikasi “muntok white pepper” sendiri di laboratorium milik pemprov,” ungkapnya.

“Usaha bersama ini, harusnya menjadi semangat bagi semua pelaku untuk mengembalikan kejayaan lada Babel,” tambahnya. 

Dalam kesempatan ini juga dilakukan Demo Sistem Pasar Fisik PT JFX sebagai salah satu eksportir dan Demo Sistem Informasi Managemen KPB Lada Babel. Ini menjadi pasar lelang komoditas lada berbasis IT pertama di Indonesia.

“Dengan sistem berbasis IT, pelaksanaan ekspor akan lebih mudah dan cepat,” ungkap Prof. Saparudin. (Diskominfo Babel)

Penulis : Nona dp

Foto : Saktio

Editor : Listya