Mikro

Pemulihan Ekonomi di Babel, Adet Usulkan Pengembangan UMKM

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – Arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Tahun 2022, akan difokuskan pada pemulihan perekonomian.

Kendati belum berakhirnya Pandemi covid-19, namun Pemprov. Babel tetap berupaya, salah satunya dengan mendorong kemitraan antara koperasi dengan pelaku usaha.

Ketua komisi II DPRD Babel Adet Mastur, SH. MH, menjelaskan, DPRD mempunyai  tiga fungsi, yakni antara lain, Pertama, Anggaran, kedua, Legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah dan ketiga yakni Pengawasan atau Controling.

“Pemulihan ekonomi, jika berbicara anggaran. pemulihan ekonomi banyak sektor yang harus kita giatkan, terkhusus nya pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Babel yang harus kita berikan kebijakan-kebijakan di dalam pembahasan anggaran,” ungkap Adet Mastur, saat menjadi narasumber pada Kegiatan Temu Usaha Koperasi, di Hotel Soll Marina, Senin (27/9).

Kegiatan Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi keanggotaannya Lintas Daerah kabupaten/kota dalam satu daerah Provinsi, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan. Kegiatan yang diikuti sebanyak 64 peserta. menghadirkan narasumber antara lain, Ketua komisi II DPRD Babel Adet Mastur, Kepala BI Perwakilan Prov Kep Babel dan Direktur PT. Jamkrida Babel.

Lebih jauh Adet menjelaskan, terkait dengan regulasi yakni Legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah.

Terkait dengan perekonomian, di Bangka belitung telah memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.
 
“Perda tersebut, ada jaminan untuk para pelaku usaha, Untuk mempermudah berinvestasi di Bangka Belitung,  baik investasi besar maupun investasi kecil, jadi akan dipermudah untuk investasi yang ingin masuk ke Babel, Khususnya pengembangan UMKM yang mesti harus kita galakkan,” kata Ketua Fraksi PDIP itu.

Selain itu, DPRD juga akan menjalankan fungsi yang ketiga yaitu pengawasan atau kontrol terhadap koperasi yang ada di Bangka Belitung.

Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk melakukan verifikasi koperasi yang dikategorikan sehat, koperasi yang sedang sakit dan koperasi yang akan disehatkan.

Sebab menurutnya, masih banyaknya koperasi yang ada di Bangka Belitung terkesan sakit.

“Karena di suasana pandemi ini, untuk menumbuh kembangkan ekonomi di Babel lewat wadah koperasi inilah salah satu wadah yang akan meningkatkan ekonomi. Karena di koperasi inilah pusat dari ekonomi level bawah, karena akan mengakomodir pelaku usaha untuk tergabung dalam koperasi,” tegasnya.

Untuk itu, ia mengingatkan, bahwa di Tahun 2022 mendatang akan ada verifikasi terhadap koperasi di Bangka Belitung.

Untuk itu ia berharap, agar Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kep Bangka Belitung dapat menyampaikan data koperasi yang ada di Bangka Belitung.

“Karena jangan sampai koperasi di Babel tumbuh apabila adanya bantuan-bantuan. Saya menyebutkan ini adalah koperasi merpati, kenapa koperasi merpati, karena burung merpati itu jika ada makanan jagung, burung merpati pasti datang. Tetapi jika tidak ada jagung tidak tahu arahnya ke mana,” pungkasnya. (*/rls)

Ketua Dekranasda Melati Erzaldi Serahkan Bantuan Mesin untuk Pelaku UMKM

WARTABANGKA, TANJUNGNIUR – Ketua Dewan Kerajinan Nasinal Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi menyerahkan bantuan mesin peralatan teknologi tepat guna kepada Ara, seorang anggota Koperasi Serba Usaha Masyarakat Pesisir Kabupaten Bangka Barat, Senin (7/12).

Sebagai salah satu Kampung Tegap Mandiri pada masa pandemi Covid-19, Desa Tanjung Niur menjadi salah satu dari dua desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mendapatkan bantuan mesin peralatan teknologi tepat guna bagi pelaku UMKM.

Bantuan yang diberikan kepada Ara sebagai pelaku UMKM dengan produk terasi berupa tiga mesin pendukung pembuatan produk agar lebih efektif dan efisien dalam memproduksi produknya. Mesin yang diserahkan, antara lain mesin pencacah terasi, mesin penggiling terasi, dan pengering terasi (oven).

Pj Kepala Desa Tanjung Niur, Muhammad Nasir mengatakan 70 persen mata pencaharian masyarakat Tanjung Niur adalah sebagai nelayan. Demikian pula dengan Ara yang berprofesi mencari udang di laut sebagai bahan baku membuat produknya.

Dia berharap bantuan seperti ini bisa diberikan juga kepada masyarakat nelayan lain. Menurutnya, mesin seperti ini sangat membantu para nelayan dalam mendistribusikan hasil tangkapannya.

“Bantuan ini diajukan sejak tahun 2017 dan diberikan bantuan tahun ini. Apakah kami bisa mengajukan dan mendapat bantuan lebih cepat untuk masyarakat nelayan kami”, ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Melati Erzaldi menjelaskan bahwa, dalam mengajukan bantuan memang tidak bisa langsung diberikan karena menggunakan anggaran negara yang harus melalui beberapa proses. Proposal permohonan bantuan memang harus diajukan di tahun sebelumnya agar dapat dianggarkan pada tahun berikutnya.

“Solusi selain bantuan dari pemerintah, bantuan seperti ini juga bisa dilakukan oleh BUMN atau perusahaan di Babel melalui dana CSR. Teman-teman di disperindag akan mengarahkan jika ada bantuan seperti ini,” jelasnya.

Selain bertemu dan bertatap muka langsung dengan pelaku UMKM di Desa Tanjungniur, Melati Erzaldi juga melihat langsung produk UMKM terasi ini diproduksi dan efisiensi yang terjadi jika pelaku usaha menggunakan mesin tepat guna.

“Saat ini teknologi sudah canggih, menyikapi keterbatasan proses produksi yang alami, teknologilah solusinya,” ungkapnya.

Menurut Kadis Perindag, Sunardi, “by name by address” pendataan akan terus diusahakan untuk mengetahui kebutuhan tiap pelaku UMKM di Babel, dengan maksud jika peluang bantuan terbuka baik dari anggaran pemerintah maupun sumber lainnya, maka lebih cepat dalam pelaksanaannya.

Sumber: Dinas Kominfo

Molen Tegaskan Pemkot Pangkalpinang Permudah Investor Berinvestasi

WARTABANGKA, PANGKALPINANG -Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang sekarang intens memudahkan calon investor untuk menanamkan investasinya di daerah itu.

Fokus DPMTSP ini sejalan dengan keinginan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) yang menginginkan ekonomi Pangkalpinang harus menggeliat. Oleh karenanya kebijakan ini sekarang juga menjadi fokus Pemkot Pangkalpinang sebagai otoritas penggerak pembangunan di kota beribu senyuman.

Wali kota saat menghadiri acara Sosialisasi Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal, Selasa (17/11/2020) mengatakan, untuk meningkatkan investasi perlu adanya pencanangan kemudahan perizinan maupun pelayanan terhadap pelaku usaha.

Sesuai tema acara, katanya, pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal ini bertujuan meningkatkan investasi melalui partisipasi pelaku usaha dalam pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi untuk meningkatkan investasi lagi di Pangkalpinang, sekali lagi kita lakukan pencanangan mempermudah perizinan dan pelayanan semuanya, terhadap orang-orang yang ingin berinvestasi di Pangkalpinang,” ujar wali kota.

Menurutnya pula pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal ini tidak lain mengarah kepada dipermudahnya orang yang ingin berinvestasi dan tanpa ada biaya lain-lain di Pangkalpinang.

“Kemudahan-kemudahan itu sebetulnya arahnya kesana, dengan tidak ada pembiayaan-pembiayaan terhadap orang yang ingin berinvestasi di Pangkalpinang,” jelasnya. (*/)

Pemprov Babel Alokasikan Rp 1 Miliar untuk Bantu UMKM

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar dari dana insentif daerah (DID) untuk membantu sektor Usaha Mikro Kecil dan Menangan (UMKM) di di Provinsi Babel.

“Dari dana insentif daerah yang didapat dari pusat , memang difokuskan sekitar Rp1 miliar untuk bantuan UMKM, bantuan modal tapi bukan berupa uang,” kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, usai menyerahkan bantuan peralatan kepada UMKM, di Ruang Pasirpadi, Kantor Gubernur Babel, Selasa (17/11).

Bantuan yang diberikan, sebutnya, bisa berupa peralatan produksi, atau apa saja yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM. “Seperti hari ini, dari Pemprov memberikan bantuan alat pemanggang roti dan bakso, untuk 20 pelaku UMKM di Kota Pangkalpinang, ” imbuhnya.

Tak hanya yang ada di Kota Pangkalpinang, nantinya, Pemprov juga akan menyerahkan bantuan ke Kabupaten lainnya, secara bertahap.

“Bantuan ini diharapkan bisa membantu pelaku UMKM untuk memulai usahanya atau melancarkan usahanya, apalagi di tengah pandemi, untuk membeli sendiri kemungkinan agak berat, Mudah-mudahan ini bisa membantu, ” harapnya.

Pemerintah, sambung orang nomor satu di Babel ini, akan mendatangkan dan memverifikasi mana saja pelaku yang layak dibantu, agar bantuan yang diberikan betul-betul tepat sasaran.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi UKM Babel, Elfiyena menambahkan, selanjutnya, bantuan akan diberikan ke kabupaten lainnya. Dan DKUKM akan melihat mana saja pelaku yang akan diberikan bantuan, berdasarkan usulan dari kabupaten/kota.

“Kita lihat mana yang layak, karena selain dari provinsi, bantuan juga ada dari Kabupaten/Kota, dan bantuan itu menyesuaikan kebutuhan mereka, sekarang sedang tahap pengadaan, ” tukasnya.

Bantuan ini, tambah dia, merupakan perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap sektor UMKM, ia berharap UMKM di Babel bisa meningkatkan usahanya sehingga ekonomi pun bisa meningkat. (*/two)

Bahan Pangan Dorong Deflasi di Bangka Belitung

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pada Agustus 2020, Bangka Belitung tercatat mengalami deflasi sebesar 0,63% (mtm) yang didorong oleh deflasi sub kelompok makanan dan angkutan jasa penumpang.

Deflasi bulanan yang terjadi pada Agustus 2020 terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Dengan perkembangan inflasi tersebut, secara tahunan Bangka Belitung mengalami deflasi sebesar 0,60% (yoy) dengan inflasi tahun kalender sebesar -0,28% (ytd).

Demikian siaran pers yang diterima redaksi dari Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung, Selasa (8/9).

Sedangkan untuk inflasi tahunan Bangka Belitung pada Agustus 2020 tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,32% (yoy).

Deflasi subkelompok makanan terutama disebabkan oleh penurunan harga komoditas daging ayam ras dan tanaman hortikultura.