Pertamina

Pertamina MOR II Salurkan Rp26 Miliar Dana Program Kemitraan

WARTABANGKA, PALEMBANG– PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II kembali menyaluran dana Program Kemitraan di tiga provinsi yaitu Jambi, Bengkulu dan Lampung senilai Rp 5,5 miliar pada periode November dan Desember tahun ini.

Total Program Kemitraan yang disalurkan oleh Pertamina selama tahun 2020 untuk seluruh wilayah Region Sumbagsel, di lima provinsi mencapai Rp 26,9 miliar untuk 210 Mitra Binaan di berbagai sektor usaha di antaranya Perdagangan, Perikanan, Pertanian, Perkebunan, Industri dan lainnya.

Program Kemitraan diberikan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil Mitra Binaan yang bertujuan menjadikan mereka mandiri dalam menjalankan usahanya.

Pjs. Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Ujang Supriadi menjelaskan, Program Kemitraan bukan hanya sekedar pemberian modal kerja namun juga mendampingi mitra binaan untuk tumbuh dan berkembang dengan memberikan pembinaan, pelatihan yang terarah serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar.

“Kita melewati masa sulit saat pandemi COVID-19 di sepanjang tahun 2020, di mana banyak Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak sehingga dengan adanya Program Kemitraan ini, diharapkan dapat membantu dan menjadi langkah awal UMKM untuk bangkit,”tambahnya.

Salah satu Mitra Binaan pemilik UMKM konveksi Chandra, Mustika menambahkan, Program Kemitraan ini sangat membantu kami sebagai pemilik UMKM apalagi saat adanya pandemi COVID-19, kami merasa mendapatkan “udara segar” dari Pertamina,” ujarnya.

Liburan Nataru, Konsumsi Pertamax dan Pertalite di Tol Trans Sumatera Naik

WARTABANGKA, PALEMBANG– PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), mencatat adanya peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tol Trans Sumatera di masa Satgas Nataru jelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Dimasa Satgas Nataru 2020-2021, secara total, penjualan BBM mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 30,4% dibandingkan dengan konsumsi normal harian periode 1-15 Desember 2020.

Peningkatan tersebut dipicu seiring dengan mulai banyak beroperasi nya sarana transportasi umum dan peningkatan aktivitas kendaraan pribadi jelang Natal dan Tahun Baru 2020-2021.

Dimana berdasarkan data yang diberikan oleh PT. Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol ruas Bakaheuni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang, arus kendaraan yang melintas tol trans Sumatera naik 12,5% menjadi 28.806 kendaraan.

Pertamina menjamin ketersediaan dan ketahanan stok BBM di sepanjang SPBU tol trans Sumatera dalam kondisi aman, BBM akan selalu dikirim sesuai dengan kebutuhan selama periode Satgas Nataru.

Pertamina juga melakukan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan dan ketahanan stok BBM antara lain menyediakan SPBU Kantong BBM di SPBU Tol dan SPBU dekat wisata, menyediakan SPBU Motorist di jalur wisata dan exit tol, memonitoring kondisi stok BBM dan arus kendaraan serta melakukan pengecekan secara langsung ke lokasi SPBU tol secara berkala, melakukan koordinasi intensif dengan Pihak Polres melalui pemanfaatan Pos pelayanan di setiap rest area, serta pemasangan matprom SPBU Siaga di seluruh SPBU tol.

Pjs. Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR II Sumbagsel, Ujang Supriadi dalam keterangan resminya mengungkapkan, dibandingkan rerata normal harian periode 1-15 Desember 2020, konsumsi BBM Gasoline Nonsubsidi jenis Pertalite naik sebesar 67,8% yaitu menjadi sebesar 56,7 Kiloliter. Untuk Pertamax naik sebesar 62,6% yaitu menjadi 13,2 Kiloliter. Sementara, konsumsi Pertamax Turbo naik 34,2% yaitu menjadi sebesar 0,9 Kiloliter.

Untuk konsumsi BBM Gasoil Nonsubsidi jenis Dexlite naik sebesar 33,4% yaitu menjadi 4,2 Kiloliter. Pertamina Dex konsumsinya naik sebesar 48% yaitu menjadi 3,8 Kiloliter. Sementara, untuk konsumsi BBM Gasoil Subsidi jenis Biosolar naik sebesar 17,5% yaitu menjadi 144,1 Kiloliter dibandingkan dengan konsumsi normal harian periode 1-15 Desember 2020.

“Konsumsi BBM Nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex semakin meningkat, seiring dengan meningkatnya minat, kepedulian dan kesadaran konsumen terhadap penggunaan BBM terbaik untuk menjaga ketahanan mesin kendaraan dan kenyamanan saat berkendaraan”, kata Ujang.

Selain untuk menjaga performa mesin kendaraan, penggunaan Bahan Bakar Berkualitas (BBK) juga senantiasa menjaga udara tetap bersih, dikarenakan emisi gas buang yang dihasilkan berkadar karbon rendah dan ramah lingkungan.

Dimasa pandemi Covid-19, dalam layanannya Pertamina tetap memperhatikan prosedur protokol kesehatan baik di kantor maupun di seluruh fasilitas operasional. Salah satunya yaitu di SPBU sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan langsung terhadap masyarakat.

Sebelum memulai pekerjaan, seluruh operator dan petugas SPBU diperiksa suhu badannya serta dipastikan dalam kondisi fit. Diwajibkan mengenakan masker, hand sanitizer, sarung tangan, dan selalu jaga jarak. Secara rutin juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap seluruh fasilitas SPBU seperti toilet, musholla dan yang lainnya.

“Untuk menekan rantai penyebaran Covid-19, Pertamina menghimbau kepada seluruh konsumen setia untuk melakukan metode pembayaran secara nontunai atau cashless melalui aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh melalui aplikasi playstore dan app store”, tutup Ujang.

Dengan bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina, konsumen juga dapat memperoleh berbagai program promo dari Pertamina, salah satunya cashback Rp 250 rupiah/liter untuk pembelian Pertamax Series dan Dex Series.

Pertamina juga menyediakan layanan Motorist untuk melayani kebutuhan BBM konsumen di beberapa lokasi yaitu: objek wisata, exit tol dan di sekitar Pelabuhan Bakauheni.(rls)

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pertamina Optimalkan Layanan Transaksi My Pertamina

WARTABANGKA, PALEMBANG– Pertamina senantiasa mengedepankan pelayanan yang aman kepada masyarakat sesuai dengan protokol Covid-19, salah satu pelayanannya yaitu dengan mengoptimalkan layanan transaksi nontunai/cashless melalui aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh di playstore (android) dan app store (iOS) pada saat pengisian Bahan Bakar di SPBU.

Hal ini diungkapkan Umar Ibnu Hasan selaku Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II Sumbagsel.

Sistem pembayaran nontunai/ cashless ini merupakan kelanjutan program digitalisasi pipa pengisian (nozzle) yang dipasang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.

Dengan transaksi nontunai melalui aplikasi MyPertamina terbukti sebagai metode transaksi keuangan yang praktis, aman dan efisien. Konsumen tidak perlu repot menyiapkan uang tunai atau uang kembalian sehingga dapat mengurangi penyebaran Covid-19.

“Saat ini kita perlu menghindari penggunaan benda yang disentuh banyak orang, termasuk uang tunai. Dikarenakan penyebaran Covid-19 ini bisa saja berpindah dari satu orang ke yang lainnya”, tambah Umar.

Saat ini terdapat 452 SPBU Pertamina Sumbagsel yang wilayahnya meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung bisa bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina. 134 SPBU di Sumatera Selatan, 153 SPBU di Lampung, 57 SPBU di Kepulauan Bangka Belitung, 74 SPBU di Jambi, dan 34 SPBU di Bengkulu.

Berbagai upaya terus dilakukan Pertamina untuk mencegah penyebaran Covid-19 terutama di fasilitas bisnis seperti SPBU yang merupakan tempat publik dimana banyak orang berlalu-lalang. Selain mengantisipasi penyebaran virus yang kian mengkhawatirkan, perlu juga melindungi petugas/ operator SPBU sebagai garda terdepan Pertamina yang bersentuhan dan memberikan pelayanan langsung dengan masyarakat.

Upaya-upaya yang dilakukan Pertamina untuk menekan penyebaran Covid-19 di SPBU antara lain seluruh petugas wajib mengenakan masker dan tetap menjaga jarak, rutin melakukan pemeriksaan suhu bagi operator yang bertugas, mengenakan sarung tangan karet saat bertransaksi dengan uang tunai, menghindari menyentuh wajah, SPBU nenyediakan hand sanitizer dan rutin membersihkan sarana dan fasilitas SPBU dengan cairan disinfektan.

“Untuk menambah kenyamanan konsumen, upaya-upaya ini juga diberlakukan di seluruh jaringan bisnis Pertamina termasuk agen dan pangkalan,”tutup Umar.(rls)


Gelar Donor Darah di Tengah Pandemi Covid-19, Pertamina Kumpulkan 422 Kantong Darah

WARTABANGKA, PALEMBANG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel menggelar aksi donor darah yang dilaksanakan di Kantor Pertamina MOR II Jalan Jenderal A. Yani No.1247/ I Plaju – Palembang, Kamis (17/20).

Kegiatan dilakukan sebagai wujud kepedulian pekerja, mitra kerja dan keluarga Pertamina terhadap sesama yang memerlukan darah, yang mana akibat pandemi Covid-19 ini berakibat juga kepada takutnya masyarakat untuk mendonorkan darahnya sehingga berdampak juga terhadap penurunan stok darah bagi masyarakat.

Acara dibuka oleh Pjs. Executive GM Regional Sumbagsel, Pande Made Andi Suryawan bersama Staf Ahli Walikota Bidang Perekonomian Pembangunan Investasi Kota Palembang dr. Hj. Letizia M Kes, Camat Seberang Ulu 2 Rakhman Hidayat Pane, dan Kepala UTD PMI Kota Palembang dr. Selvi Dwi Putri.

Dalam sambutannya Pande mengungkapkan, di Hari Ulang Tahun (HUT) Pertamina ke-63 dengan mengambil tema Energizing You, Pertamina mengenergize seluruh masyarakat Indonesia di sektor energi. Kali ini Pertamina mengenergize masyarakat dalam bentuk lain, yaitu berupa sumbangan darah dari pekerja, mitra kerja dan keluarga sebagai perwira Pertamina.

Kegiatan donor darah ini dilaksanakan secara serentak di 5 provinsi dan 3 kabupaten wilayah Pertamina MOR II, yaitu Palembang, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Kabupaten Lahat, Baturaja dan Kota Lubuk Linggau.

“Aksi ini dilaksanakan dengan tetap mengikuti sejumlah protokol kesehatan Covid-19, yaitu 3M yakni Menggunakan masker, Menjaga Jarak dan Mencuci tangan serta tetap menjaga ventilasi yang terbuka, durasi yang tidak lama artinya bagi peserta yang telah selesai langsung kembali ke tempat masing-masing, serta jalur masuk/ keluar yang berbeda,” tambah Pande.

Hj. Letizia M.Kes dalam sambutannya juga menambahkan, manfaat bagi pendonor membuat tubuh tambah sehat dan segar. Setelah darah diambil maka sel-sel darah akan menciptakan darah baru.

“Hal ini akan mengurangi resiko penyakit jantung, terhindar dari hipertensi, menurunkan kolesterol dan menurunkan resiko kanker,” ujar Letizia.

Letizia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pertamina yang telah secara rutin menyelenggarakan kegiatan donor darah ini.

Adapun total darah yang terkumpul adalah sebesar 422 kantong darah dan akan disalurkan ke unit transfusi darah yakni Palang Merah Indonesia (PMI) di masing-masing provinsi dan kabupaten.

Selain membantu PMI, dengan mendonorkan darah juga dapat meningkatkan rasa kepedulian sosial pekerja, mitra kerja dan keluarga Pertamina untuk lebih tergerak lagi dalam berbagi dan membantu sesama. (rls)

Pertamina Pastikan Stok dan Distribusi LPG 3 Kg di Belitung Aman

WARTABANGKA, BELITUNG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II memastikan stok dan distribusi LPG 3 Kg dalam kondisi aman pasca insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Rizky Biliton di Selat Bangka dan Belitung pada Minggu (6/12).

KM Rizky Biliton merupakan kapal sewa agen LPG yang disewa ke pihak ketiga. Kapal dengan muatan tabung LPG ini diterpa badai dengan ketinggian gelombang 4-5 meter, pada saat akan putar balik ke Bangka menuju pelabuhan terdekat.

Menanggapi hal ini, Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan semua awak kapal selamat dari kejadian ini. Kini kasusnya sudah ditangani pihak yang berwenang.

“Pertamina telah menggunakan semua stock tabung buffer di Fuel Terminal Tanjung Pandan sebagai backup tabung yang hilang saat insiden kapal tenggelam,” ujar Umar.

Penggunaan buffer stock ini dilakukan dengan pengiriman sekitar 5.600 tabung LPG 3 Kg dengan menggunakan kapal bantuan dari Hiswana Migas.

Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat untuk menginvestigasi kejadian tersebut serta menjamin ketersediaan pasokan elpiji sesuai kebutuhan dan kuota yg telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan edaran KSOP Pangkalbalam dan Tanjungpandan, bahwa pada 6-11 Desember 2020 atau sampai kondisi cuaca di laut memungkinkan, KSOP tidak memberikan surat berlayar kepada kapal-kapal.

Sebagai bahan bakar alternatif, Pertamina juga telah menyiapkan LPG Non-PSO yang tersedia dalam kemasan 12 Kg dan Bright Gas, serta minyak tanah Non-PSO di Fuel Terminal Tanjungpandan.

Sebagai antisipasi kejadian yang sama akibat dari kondisi cuaca, Pertamina saat ini telah menyiapkan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) daerah Badau, Kabupaten Belitung yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian.

“Pertamina memerlukan dukungan dari berbagai pihak dan doa dari seluruh masyarakat untuk memastikan ketersediaan dan distribusi LPG 3 kg sampai kepada masyarakat yang berhak menerima, yaitu rumah tangga pra sejahtera dan usaha mikro”, tutup Umar. (*/rls)

Bentuk Satgas, Pertamina Siap Kawal Distribusi Energi Selama Natal dan Tahun Baru

WARTABANGKA, PALEMBANG– Di masa penghujung tahun 2020, dalam memastikan ketersediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG aman selama Natal 2020 dan Tahun Baru 2021(Nataru) PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II membentuk Tim Satgas pengendalian dan pemantauan kelancaran penyaluran BBM dan LPG.

Hal tersebut dilakukan mengingat kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG cenderung meningkat. Satgas Nataru ini akan memastikan pelayanan maksimal dalam mengkoordinir, memantau kelancaran penyaluran BBM dan LPG.

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan, dalam keterangan resminya mengungkapkan pasokan BBM dan LPG saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Untuk menghadapi lonjakan permintaan BBM dan LPG selama Natal dan Tahun Baru, Jika masih diperlukan, penyaluran BBM maupun LPG akan ditambah sesuai dengan kebutuhan, sementara untuk produk subsidi dan penugasan tentunya akan disesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah”, ujar Umar.

Selama masa satgas Nataru 2020-2021, konsumsi BBM jenis Gasoline (Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Premium) diprediksi mengalami peningkatan sebesar 3,2% dibandingkan dengan konsumsi harian normal sebelum masa satgas, yaitu dari 7.038 Kiloliter menjadi 7.264 Kiloliter. Sementara untuk konsumsi BBM jenis Gasoil (Dex, Dexlite, Biosolar) diprediksi mengalami penurunan sebesar 7,7% dari konsumsi harian normal, yaitu dari 4.234 Kiloliter menjadi 3.908 Kiloliter.

Untuk konsumsi LPG PSO dan Non PSO diprediksi mengalami peningkatan sebesar 5,3% dibandingkan dengan rata-rata konsumsi harian normal sebelum masa Satgas Natal Tahun Baru 2020-2021, yaitu dari 1.609 Metrik Ton menjadi 1.694 Metrik Ton.

“Mulai bergeliatnya aktivitas masyarakat, UKM, pusat perbelanjaan yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 masih menjadi alasan mulai naiknya konsumsi BBM jenis Gasoline dan naiknya konsumsi LPG PSO dan Non PSO sektor rumah tangga. Kondisi ini sudah kami antisipasi, karenanya saat ini kami telah menyiapkan proyeksi penyaluran fakultatif terutama di lokasi-lokasi yang menjadi tujuan mudik dan tujuan wisata untuk disalurkan menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021″, tutup Umar.

Pertamina juga senantiasa berupaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang belum berakhir. Dengan tetap memberlakukan sejumlah protokol kesehatan baik di lingkungan kantor maupun terhadap sejumlah fasilitas operasional di SPBU.

Pertamina juga menghimbau kepada seluruh pelanggan setia untuk bertransaksi secara cashless atau non tunai melalui aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh melalui apple store atau google playstore.(*/)

Konsumsi BBK di Tol Trans Sumatera Meningkat Signifikan Selama Cuti Bersama

WARTABANGKA, PALEMBANG – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), mencatatkan adanya peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tol Trans Sumatera selama libur nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Secara total Bahan Bakar Berkualitas (BBK) mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 56% dibandingkan dengan konsumsi normal harian periode 1-15 Oktober 2020, menjelang berakhirnya libur nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Peningkatan tersebut dipicu seiring dengan mulai banyak beroperasi nya sarana transportasi umum dan kendaraan pribadi, industri, pusat perbelanjaan, dan pelaku UMKM, di era kenormalan baru ini.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan dalam keterangan resminya mengungkapkan, konsumsi BBM Gasoline Nonsubsidi jenis Pertalite naik sebesar 51,3% yaitu menjadi 42,7 Kiloliter dari konsumsi normal harian yaitu sebesar 28,2 Kiloliter.

Untuk Pertamax naik sebesar 95% yaitu menjadi 12,6 Kiloliter dari konsumsi normal harian yaitu sebesar 6,5 Kiloliter. Sementara, konsumsi Pertamax Turbo naik sebesar 56,8% yaitu menjadi 0,7 Kiloliter dari konsumsi normal harian yaitu sebesar 0,5 Kiloliter.

Untuk konsumsi BBM Gasoil Nonsubsidi jenis Dexlite naik sebesar 5,7% yaitu menjadi 4,1 Kiloliter dari konsumsi normal harian yaitu sebesar 3,9 Kiloliter. Dan untuk Pertamina Dex konsumsinya naik sebesar 84,2% yaitu menjadi 4,6 Kiloliter dibandingkan dengan konsumsi normal harian yaitu sebesar 2,5 Kiloliter.

Sementara, untuk konsumsi BBM Gasoil Subsidi jenis Biosolar naik sebesar 20,4% yaitu menjadi 106 Kiloliter dibandingkan dengan konsumsi normal harian yaitu sebesar 88,1 Kiloliter.

Kenaikan tertinggi produk Gasoline ada di produk Pertamax yaitu sebesar 95%, diikuti oleh Pertamax Turbo yaitu sebesar 56,8%. Sementara, konsumsi Gasoil tertinggi ada di produk Pertamina Dex yaitu 84,2%. Umar menambahkan, secara umum ketahanan stok BBM di SPBU Tol Trans Sumatera relatif aman.

Untuk arus kendaraan terpantau aman dan ramai lancar, tercatat mengalami peningkatan sebesar 11,5% yaitu rata-rata menjadi 33.288 kendaraan per Hari dibandingkan dengan kondisi normal periode 1-15 Oktober 2020, yaitu sebesar 29.083 kendaraan.

“Konsumsi BBM Nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex semakin meningkat, hal ini seiring dengan meningkatnya minat, kepedulian dan kesadaran konsumen terhadap penggunaan BBM terbaik untuk menjaga ketahanan mesin kendaraan,” kata Umar.

Selain untuk menjaga performa mesin kendaraan, penggunaan BBK juga senantiasa menjaga stabilisasi udara, dikarenakan emisi gas buang yang dihasilkan berkadar karbon rendah dan ramah lingkungan.

Dimasa pandemi Covid-19 ini, dalam layanannya Pertamina tetap memperhatikan prosedur protokol kesehatan baik di kantor maupun di seluruh fasilitas operasional.

Sebelum memulai pekerjaan, seluruh operator dan petugas SPBU diperiksa suhu badannya serta dipastikan dalam kondisi fit. Saat bertugas, operator diwajibkan mengenakan masker, face shield dan sarung tangan. Secara rutin juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap seluruh fasilitas SPBU.

“Untuk menekan rantai penyebaran Covid-19, Pertamina menghimbau kepada seluruh konsumen setia untuk melakukan metode pembayaran secara nontunai atau cashless melalui aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh melalui aplikasi Play Store atau App Store,” tutup Umar.

Dengan bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina, konsumen juga dapat memperoleh berbagai program promo menarik seperti setiap pembelian produk Pertamax akan mendapatkan cashback sebesar Rp 250 ribu per liter sampai dengan periode Desember 2020. (*/rls)

Aktivitas Penerbangan Diprediksi Naik, Pertamina Jamin Pasokan Avtur Aman

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel  memastikan stok avtur saat ini dalam kondisi aman dengan ketahanan mencapai lebih dari 21 hari.

Menghadapi libur panjang cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dimana diprediksi akan terjadi peningkatan pergerakan penumpang pesawat, Pertamina akan memasimalkan layanan pengisian bahan bakar pesawat.

Peningkatan pergerakan penumpang akan meningkat melalui jalur udara hingga akhir tahun, setelah pemerintah mengeluarkan stimulus membebaskan biaya retribusi bandara atau airport tax, sehingga  jalur transportasi penerbangan akan bergeliat kembali dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.

“Pertamina tetap melakukan pengamanan, suplai dan distribusi serta segera menindaklanjuti jika sewaktu-waktu diperlukan tambahan stok akibat lonjakan frekuensi penerbangan,” ujar Unit Manager Comrell & CSR Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan.

Sejak ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi pada Maret 2020, diikuti dengan Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) dan transportasi udara tidak diijinkan beroperasi untuk mencegah penularan Covid-19,  telah berimplikasi pada  konsumsi avtur di seluruh wilayah di Indonesia.

Pada Agustus 2020, konsumsi avtur sempat mengalami kenaikan 62% dibandingkan dengan periode Juli 2020, dari  1.110 Kiloliter menjadi 1.783 Kiloliter, seiring dengan pemberlakuan  kenormalan baru yang diterapkan pemerintah. Konsumsi berangsur naik pada bulan September 2020 menjadi 1.878 kiloliter, namun masih jauh dari rata-rata konsumsi sebelum Covid-19 ( Jan-Feb) sebesar 4.756 kiloliter.

Umar menambahkan  dengan telah dibukanya tujuan wisata dan juga tradisi Maulid Nabi di wilayah Sumatera, diproyeksikan akan ada peningkatan konsumsi Avtur, di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) wialayah Sumbasel, yakni DPPU Sultan Thaha (Jambi),  DPPU SM Badaruddin II (Palembang) , DPPU Raden Inten (Bandar Lampung), DPPU Depati Amir (Pangkalpinang), DPPU Fatmawati (Bengkulu), dan DPPU Hanandjoeddin (Belitung), meski belum bisa kembali ke kondisi normal.

Secara umum, kondisi operasional di 4 (empat) DPPU dan 2 (dua) lokasi DPPU Kejasama Operasi (KSO), dalam kondisi aman dan lancar.

“Pertamina, senantiasa memantau kondisi di lapangan serta menyiapkan proyeksi kebutuhan masyarakat,” tutup Umar. (*/rls)

Baru Softlaunching, Angka Penjualan Pertamax Turbo di Pangkalpinang Terus Melonjak Naik

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Kehadiran  Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo yang telah diuji coba sejak seminggu lalu ternyata mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat Pangkalpinang.

Hal tersebut disampaikan Region Manager Retail Sales II, Riza Pahlefi didampingi Sales Area Manager Pertamina Sumsel Babel, Sadli Ario Priambodo saat peluncuran Pertamax Turbo di SPBU 23.331.11 Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Sabtu (24/10) pagi.

Region Manager Retail Sales II, Riza Pahlefi

“Alhamdulillah, sejak Pertamax Turbo pertama kali hadir di SPBU Pangkalbalam, Sabtu (9/10), omset saat ini mencapai 500 liter per hari, target kami 1.000 liter per hari. Pertamax Turbo akan hadir juga di Sungailiat dan Toboali Bangka Selatan,” kata Riza Pahlefi.

Kegiatan peluncuran Pertamax Turbo ini diikuti oleh para bikers dengan melakukan touring terbatas bersama komunitas Maxi Owner yang berangkat dari SPBU Pangkalbalam sekitar pukul 10.00 WIB menuju Danau Kaolin Koba, Bangka Tengah (Bateng) dengan jarak sepanjang 140 Km (Pulang Pergi).

“Seluruh peserta bersemangat dan  antusias menunggangi kendaraannya. Dengan mengusung tema “Motor MAXImal dengan Pertamax Turbo”,  dengan tetap memperhatikan rambu lalu lintas, protokol Covid-19 dan aspek keselamatan,” ujarnya.

Sementara, Unit Manager Com. Rel and CSR Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan, menambahkan, kehadiran Pertamax Turbo di Babel ini seiring dengan tingginya kesadaran konsumen setia Pertamina, menggunakan BBM terbaik di Indonesia untuk menjaga ketahanan mesin kendaraan.

“Dimana hasil pembakaran dari Pertamax Turbo tidak menyebabkan arang pada mesin sehingga asap menjadi lebih bersih. Dengan Research Octane Number (RON) sebesar 98, Pertamax Turbo merupakan BBM terbaik di Indonesia saat ini”, terang Umar. 

Terpisah, salah satu peserta touring Komunitas Yamaha NMax Club Indonesia, Ahmad Riadi mengaku puas dengan performa sepeda motor yang dikendarainya sejak memakai Pertamax Turbo.

“Pernah coba buat touring ke Sabang luar biasa performanya, tanjakan di daerah Padang dan daerah Aceh, gas sedikit langsung naik semuanya. Keiritan dan perbedaan tarikannya juga kami rasakan. Dengan Oktan 98, untuk motor 250 cc,” ungkap Ahmad.

Pria yang sudah malang melintang touring motor bermesin 250 cc itu juga mengaku siap menjajal lagi keandalan Pertamax Turbo dalam touring terbatas bersama komunitas Maxi Owner di Pangkalpinang.

Sebagai informasi, Formula Ignition Boost menyebabkan Pertamax Turbo membuat mesin lebih responsif, meningkatkan akselerasi dan performa mesin. Kadar oktan yang tinggi juga mengakibatkan sempurnanya pembakaran, efisiensi BBM, kecepatan kendaraan menjadi maksimal, kendaraan menjadi lebih nyaman untuk dikendarai. 

Pertamina juga senantiasa menjaga stabilisasi udara dengan meluncurkan Bahan Bakar Berkualitas (BBK) ramah lingkungan dengan emisi gas buang berkadar karbon rendah dan dengan kadar sulfur maksimal 50 part per million (ppm) atau setara dengan standar  Euro 4. (*/DEI)