Breaking News

pertanian

Gubernur Erzaldi Gencar Sosialisasikan KUR untuk Petani

WARTABANGKA, AIRGEGAS – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memberikan bantuan sapi dan bibit lada serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani yang ada di beberapa desa di Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Bencah, Selasa (15/9).

Gubernur Erzaldi dalam arahannya mengatakan, KUR merupakan salah satu cara untuk permodalan usaha bagi petani sehingga usaha pertanian dapat berkembang. Menurutnya, saat ini ada beberapa komoditi yang akan dikembangkan oleh petani dan investornya sudah ada. Komoditi yang akan dikembangkan sekarang selain lada yaitu, tanaman porang dan jahe merah.

“Kami tidak lagi memberikan bantuan modal secara langsung tetapi, melalui KUR bisa memberikan motivasi bagi petani,” jelas Gubernur Erzaldi. Lebih lanjut dijelaskan, untuk tanaman porang harga jual sekarang Rp 7.000 hingga Rp 8.000 dan komoditi ini siap untuk diekspor.

Selain porang, ke depan tanaman nanas akan diekspor juga, termasuk jahe merah. Untuk itu dalam waktu dekat ini, Pemprov Babel akan mendirikan UPT yang menangani ekspor jenis tanaman holtikultura.

“Intinya, kami pemerintah ini untuk membuat nilai tukar petani itu meningkat. Kita jangan bergantung dengan satu jenis komoditi, tetapi beragam komoditi sehingga pendapatan petani meningkat,” tuturnya.

Oleh karena itu, di kesempatan ini Gubernur Erzaldi mengajak petani untuk menanam berbagai komoditi dalam satu hamparan sehingga, satu sama lainnya saling mendukung dan secara tidak langsung pendapatan petani lebih baik.

“Penjualan sahang kita ke depan dengan sistem bursa. Petani bisa menjual ladanya sendiri melalui online. Itulah sebabnya kami mengangkat petani milenial di setiap desa menjalankan program ini. Masalah modal kita siapkan perbankan yang ditunjuk Pemprov. Babel, kita ada BUMD,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel, Juaidi mengatakan, bantuan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel di bidang peternakan antara lain, bantuan 10 sapi betina kepada kelompok tani bejemur, bantuan pakan ternak untuk Desa Nyelanding, dan 2.000 polibag bibit legum indigofera. Bantuan yang sama juga diberikan untuk kelompok tani rukun sentosa, serta Desa Sumber Jaya Permai.


Selain itu ada bantuan tanaman pangan berupa benih padi indrida, jagung hibrida, dan UPH jagung, juga bantuan sarana produksi cabai seluas 30 hektar. (Diskominfo Babel)

Penulis : Hasan A.M.
Foto : Saktio
Editor : Listya

Bahan Pangan Dorong Deflasi di Bangka Belitung

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pada Agustus 2020, Bangka Belitung tercatat mengalami deflasi sebesar 0,63% (mtm) yang didorong oleh deflasi sub kelompok makanan dan angkutan jasa penumpang.

Deflasi bulanan yang terjadi pada Agustus 2020 terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Dengan perkembangan inflasi tersebut, secara tahunan Bangka Belitung mengalami deflasi sebesar 0,60% (yoy) dengan inflasi tahun kalender sebesar -0,28% (ytd).

Demikian siaran pers yang diterima redaksi dari Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung, Selasa (8/9).

Sedangkan untuk inflasi tahunan Bangka Belitung pada Agustus 2020 tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,32% (yoy).

Deflasi subkelompok makanan terutama disebabkan oleh penurunan harga komoditas daging ayam ras dan tanaman hortikultura.

Gubernur Babel Ajak Petani dan Nelayan Muntok Manfaatkan Dana KUR

WARTABANGKA, MUNTOK– Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Roesman memanfaatkan kunjungan ke Muntok, Bangka Barat (Babar) untuk mensosialisasikan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu permodalan dan usaha petani serta nelayan.

Ia menyebutkan, di tengah pertumbuhan ekonomi yang minus, masyarakat diminta untuk tetap semangat dan berusaha. Pemerintah, katanya, memberikan bantuan melalui perbankan untuk permodalan.

“Ada program pemerintah yang diluncurkan dalam memperkuat ekonomi yang sedang terpuruk, untuk nelayan petani peternak, ada fasilitas KUR, disini kami sampaikan dan sosialisasikan, ” kata Erzaldi disela penyerahan bantuan di RM Aroma Dusun, Desa Air Belo, Kecamatan Muntok, Senin (7/9).

KUR ini, lanjutnya ada yang senilai Rp50 juta ke bawah tanpa agunan, kemudian ada yang Rp10 juta, tanpa bunga namun harus dilunasi dalam waktu tertentu.

Ia mengingatkan, setelah mendapatkan pinjaman KUR ini, penerima harus betul-betul memanfaatkannya untuk kepentingan yang produktif.

“Jangan begitu uang datang, untuk beli emas tanah, motor, tapi manfaatkan lah untuk kepentingan usaha, kami akan bina dan dampingi para petani, peternak,dan nelayan.
Pemerintah mendorong agar usaha tetap eksis dan berkembang,”katanya.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga menyerahkan bantuan untuk kelompok nelayan yang menerima bantuan kelompok usaha bersama (kube) dari dinas sosial, dan nelayan yang menerima peralatan dari dinas kelautan perikanan, serta santunan untuk veteran dan janda veteran. (*/two)

Kelompok Tani dan Ternak Dusun Rejosari Terima Bantuan dari Pemprov Babel

WARTABANGKA, MEMBALONG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyerahkan bantuan kepada kelompok petani dan peternak di Dusun Rejosari, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Rabu (2/9). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman di Lapangan Bola Dusun Rejosari.

Bantuan yang disampaikan berupa 30 ekor sapi, tiga hektar hijauan pakan ternak, dan satu unit shredder untuk bidang peternakan. Untuk bidang pertanian, disampaikan bantuan berupa perluasan tanaman lada, rehabilitasi dan intensifikasi tanaman lada berbentuk bibit lada dan pupuk.

“Saat pandemi Covid-19, Pemprov Bangka Belitung tidak tinggal diam untuk terus menstabilkan roda ekonomi di Babel. Saya berharap, akan muncul menjadi pahlawan untuk menahan krisis ekonomi kita di Babel adalah para petani dan peternak,” ungkap Gubernur Erzaldi.

Dalam penjelasannya, program ini sudah disusun untuk dilaksanakan pada awal tahun 2020, hanya saja terhenti beberapa waktu karena prioritas penanggulangan Covid-19.

Gubernur Erzaldi mengaku, refocusing anggaran mendukung program bantuan ini karena belakangan sektor-sektor lain di Babel mengalami penurunan yang cukup drastis, kecuali sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang masih berpeluang untuk mendongkrak perekonomian Babel.

“Hari ini kami berharap bantuan dapat menambah semangat kelompok petani dan peternak dapat mengembangkan bantuan yang disampaikan,” ungkapnya.

Budayakan Masyarakat Menanam, Desa Karya Makmur Siapkan Program Rumah Bibit

WARTABANGKA.COM, PEMALI – Pemerintah Desa Karya Makmur, Kabupaten Bangka sedang mempersiapkan program rumah bibit. Hal ini dilakukan dalam upaya membudayakan kegiatan menanam di masyarakat untuk menghijaukan kembali wilayah, khususnya di Desa Karya Makmur.

Kades Karya Makmur, Yusni Thamrin menjelaskan program rumah bibit ini merupakan kelanjutan dari kegiatan penanaman bibit oleh Pemdes Karya Makmur bersama dengan mahasiswa KKN Universitas Bangka Belitung.

“Kita Jumat Bedelew kemarin bersama mahasiswa UBB melakukan penanaman bibit. Nah ini nanti, agar tidak berhenti disini saja maka desa akan melanjutkan menjadi program rumah bibit,” kata Yusni, Rabu (12/8). 

Dia menerangkan, saat ini ketahanan pangan menjadi penting untuk diperhatikan. Program rumah bibit ini juga, menurutnya merupakan program yang sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam mendukung kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) berupa penyediaan bibit tanaman yang tersebar sampai dengan tingkat desa/kelurahan.

“Kawasan Rumah Pangan Lestari kita kan sudah ada. Sudah berjalan dan menghasilkan. Jadi program rumah bibit ini sejalan dengan apa yang sudah diperbuat sebelumnya,” tutupnya. (*/)

Gelar Unjuk Rasa di DPRD Bangka, Ini Tuntutan Puluhan Petani Singkong Pudingbesar

WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT – Puluhan petani singkong casesa Kecamatan Pudingbesar, Kabupaten Bangka mendatangi Gedung DPRD Bangka guna menyampaikan sejumlah tuntutan, Senin (10/8). Kehadiran para petani ini diterima Wakil Ketua DPRD Bangka, Mendra Kurniawan beserta anggota Taufik, Imelda dan Syahrudin. 

Koordinator aksi, Roni menyampaikan ada beberapa tuntutan petani singkong rakyat yang disampaikan. Misalkan, penyesuaian harga singkong mengikuti harga secara nasional. Dimana saat ini, pabrik hanya membeli singkong Rp1025 per kilogram.

Audiensi petani singkong dari Pudingbesar dengan wakil rakyat di DPRD Bangka, Senin (10/8). WARTABANGKA.COM/ZEN

“Kita juga minta pembelian singkong setiap hari kerja sesuai perjanjian dengan kapasitas 300 ton per hari di bawah naungan koperasi, menolak rencana penghapusan program KKSR dari perusahaan serta menolak takeover hutang pihak perbankan serta minta perhatian intens pemda terhadap budidaya singkong dan petani singkong,” tegas Roni.

Dia berharap, hal ini dapat ditindaklanjuti oleh perwakilan DPRD Bangka, sebab menyangkut hajat hidup petani singkong yang ada di Kabupaten Bangka.

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Bangka, Mendra Kurniawan meminta para petani dapat menyampaikan berkas permohonan tuntutan secara resmi ke DPRD Bangka.

“Kami tidak menerima surat apa pun terkait adanya aksi petani ini, ini pun baru kami ketahui pagi ini dari Satintelkam Polres Bangka dan Polsek Puding Besar. Maka dari itu, kedepan sampaikan dulu permohonan kepada kami, supaya bisa dimediasikan lagi,” kata Mendra. 

Dia melanjutkan, audiensi ini diharapkan dapat membuka wawasan para petani yang tergabung dalam Koperasi Berkah Bersama Bangka Belitung, ketika hendak menyampaikan aspirasi secara umum atau ke DPRD Bangka.

“Apa yang disampaikan ini kami terima, tapi nanti kami minta ada berkasnya supaya bisa dipelajari dengan seksama bersama instansi terkait di Pemkab Bangka,” jelas Mendra.

Dalam audiensi ini DPRD Bangka mendukung apapun investasi dalam rangka penciptaan ekonomi di Bangka. Di sisi lain,  masalah ini harus jadi perhatian karena sebelumnya keberadaan pabrik didukung oleh warga dengan ikut penyertaan tanah yang dijual ke perusahaan untuk kebun singkong.

“Kemarin PT BAA sekarang PT Sinar Baturusa Prima, masalahnya soal harga juga sama. DPRD Bangka beritikad untuk melakukan rakor dan meminta warga menyampaikan kronologis persoalan secara detail, supaya bisa ditindaklanjuti,” bebernya.

Pantauan wartawan, aksi para petani mendapat pengawalan ketat dari Polres Bangka dan Satpol PP Bangka, hingga audiensi dengan wakil rakyat selesai dilaksanakan. (*/)

Menteri Pertanian Lepas Ekspor Cangkang Sawit, Sagu dan Tapioka

WARTABANGKA.COMSUNGAILIAT – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi langkap ekspor cangkang kelapa sawit oleh PT Budi Agri Sejahtera (BAS) dan tepung tapioka serta sagu yang dikemas dalam bentuk mie instan produksi PT Bangka Asindo Agri (BAA), PT Langit Bumi Lestari (LBL) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Menteri Syahrul menggunting pita sebagai tanda pelepasan ekspor cangkang sawit didampingi Gubernur Babel dan sejumlah pejabat, Sabtu (8/8). WARTABANGKA.COM/ZEN

Hal ini mengingat untuk menjaga pasokan pangan tetap aman terutama di masa pandemi Covid 19. Dia mengatakan, selama ini di Indonesia banyak memiliki mie dari gandum, tapi hari ini bersama kita lihat ada mie yang dibuat dari tepung sagu dan tapioka.

“Ubi ini kan bisa ditanam dimana saja, maka dari itu kami berterima kasih kepada gubernur dan perusahaan yang sudah mengembangkan potensi ini,” ujar Menteri yang akrab disapa SYL di PT Bangka Asindo Agri Kenanga, Sabtu (8/8). 

Lanjutnya memang di Indonesia memiliki banyak tepung dan mie, namun dengan adanya mie dari tepung tapioka dan sagu ini menambah varian baru jenis bahan makanan di Indonesia.

“Kami harap ini bisa menjadi kekuatan kedepan, apalagi dimasa seperti sekarang ini akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.

Menurutnya, tidak hanya dengan tapioka dan tepung sagu, tapi saat ini juga cangkang kelapa sawit yang merupakan limbah sudah di ekpsor ke negara Jepang, sebagai bahan baku energi terbarukan di negara tersebut. 

“Ini berkat kerja sama masyarakat, pemerintah provinsi dan daerah serta perusahaan dibantu dengan situasi yang aman dan kondusif oleh Polri dan TNI,” paparnya. 

“Kalau melihat dari kondisi yang ada saat ini banyak daerah yang memiliki hal ini seperti cangkang kelapa sawit dan tepung tapioka, tapi potensi ekpsor nya ada di Babel ini, tinggal diperkuat saja,” pungkas Kementan. (*/)

Babel Dorong Industri Hilir Lada, Udin: Nilai Jual Akan Lebih Tinggi

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG– Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong petani dan industri untuk meningkatkan produk hilir lada di daerah itu. Hal ini dikarenakan, produk hilir lada ini, memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan produk butiran.

Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Babel, Saparuddin mengatakan untuk produk hilir saat ini di pasaran internasional Rp500.000 hingga Rp 600.0000 per kilogramnya.

Tanaman Lada. (IST)

“Lada kemasan itu di antara Rp500.000 sampai di Rp600.000 per kilo, di beberapa negara harganya demikian, tetapi sudah dalam bentuk kemasan bubuk,” sebut Saparuddin, Jumat (7/8). 

BUMD, kata dia, menelisik mengapa harga tersebut bisa mahal, selain karena sudah dikemas dalam produk hilir, dan kualitasnya pun terjaga.

“Di tingkat petani, harga lada masih rendah, Rp50.000 – Rp60.000,  ini yang harus menjadi perhatian kita,” imbuhnya.

Petani, tandasnya juga harus mendapatkan edukasi, selain cara bertanam dan pengolahan paska panen, juga pemilahan lada yang kualitas super dengan yang standar maupun biasa.

Oleh karenanya, kata Udin, yang perlu dilakukan adalah revitalisasi produk dan revitalisasi produk. Dengan produk yang semakin bervariatif dan pasar yang bertambah, diharapkan bisa mendongkrak harga lada.

“Produk hilir yang aktif produksi itu ada sekitar 5, penjualannya sudah mulai stabil itu ya,” imbuhnya.

Pihaknya menargetkan, terbentuk 15  rumah produksi hilirisasi lada, namun karena terbentuk Covid-19, belum berjalan maksimal. Tetapi lima yang sudah berjalan, bisa bertahan dan berjalan.

“Kita terus lakukan pembinaan, agar ini semakin berkembang,” tandasnya.(*/)