pertanian

Bangka Tengah Dapat Jatah Replanting Kebun Sawit 500 Hektare

WARTABANGKA, KOBA – Kabupaten Bangka Tengah pada tahun 2021 mendapatkan jatah luas perkebunan kelapa sawit yang akan direplanting sebanyak 500 hektare. Replanting ini akan dikhususkan bagi kebun sawit milik warga yang tidak produktif.

“Kita dapat kuota 500 hektare tahun ini. Program replanting tersebut, sudah masuk tahapan sosialisasi sekaligus pendataan kebun sawit warga,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bangka Tengah, Sajidin, Rabu (24/2).

Pihaknya, kata Sajidin, masih fokus di Kecamatan Koba dan Namang, selanjutnya diikuti 4 kecamatan lainnya di Bangka Tengah.

“Sudah ada beberapa petani yang mendaftarkan ke kami. Kami upayakan sebelum ramadan tahun 2021, rekomendasi teknis sesuai data yang masuk ini akan kami berikan ke pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Bangka Belitung,” kata Sajidin.

Dia menambahkan syarat mengikuti program replanting kebun sawit, yakni memiliki batang sawit tidak produktif, perkebunan sawit merupakan kawasan Area Pengguna Lainnya (APL) dan satu orang petani memiliki kebun sawit maksimal seluas 4 hektare.

“Peserta replanting kebun sawit ini mendapatkan anggaran biaya replanting senilai Rp30 juta per hektare. Anggaran tersebut digunakan sebagai biaya pembukaan lahan atau penebangan batang sawit non produktif, pembelian bibit hingga pembelian pupuk,” sebut Sajidin.

Terkait pembelian bibit untuk kegiatan replanting, kata Sajidin pihaknya akan memberdayakan penangkaran lokal yang memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP).

“Harapan kami melalui kegiatan replanting ini, dapat mensejahterakan petani di Bangka Tengah,” pungkasnya. (RN)

Agrowisata 7 Saudara Air Anyir, Bisa Langsung Petik Jambu Kristal

WARTABANGKA, MERAWANG – Bagi masyarakat Kabupaten Bangka yang ingin memetik buah jambu kristal langsung dari pohon, kini dapat langsung berkunjung ke Agrowisata 7 Saudara, Desa Air Anyir, Merawang, Kabupaten Bangka.

Selain jambu kristal, di lahan ini juga tertanam jeruk kalimantan dan jeruk madu. Bupati Bangka Mulkan, ikut merasakan dan memetik langsung buah jambu biji berjenis kristal di lahan itu.

Sembari memanen, dirinya juga mengajak masyarakat untuk memanfatkan pekarangan agar lebih produktif. Mulkan menjelaskan dengan memanfaatkan pekarangan rumah secara maksimal maka dapat menunjang kebutuhan buah atau sayuran bagi keluarga. Bahkan apabila dilakukan dengan serius maka dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

“Hari ini kita panen buah jambu kristal dan ini menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Sehingga kita berharap kedepannya masyarakat yang memiliki lahan meskipun tidak luas untuk dimanfaatkan secara optimal dan maksimal,” ungkap Mulkan, Jumat (15/2).

Selain itu dirinya beranggapan Kabupaten Bangka ini memiliki banyak potensi guna menunjang pendapatan masyarakat. Sehingga dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk merubah mindset dari pertambangan ke arah yang lebih ramah lingkungan.

“Daerah kita ini sebetulnya memiliki potensi yang besar, bahkan dengan melemparkan batang ubi saja sudah bisa tumbuh dan kita petik daunnya. Tinggal bagaimna kita merubah pola pikir masarakat dari ketergantungan pertambangan,” ujar Mulkan.

Untuk komoditi jambu kristal masih memiliki potensi pemasaran yang cukup luas. Bahkan untuk daerah Bangka Belitung belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan masih mengimpor dari luar daerah.

Pemilik sekaligus pengelola agrowisata Desa Air Anyir, Chandra menjelaskan bisnis pertanian masin terbuka luas dan memiliki potensi yang besar. Bahkan hampir seluruh buah yang ada di Bangka Belitung didatangkan dari luar daerah dan menjadi peluang bagi kita semua.

“Untuk jambu kristal sendiri skali panen mencapai satu ton dan dijual hanya di aeral Pangkal Pinang saja. Bahkan itupun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan jambu kristal di Bangka Belitung,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Ko Aen ini juga menambahkan, kebunnya telah dikelola sejak tahun 2017 lalu. Agrowisata 7 Saudara berdiri di lahan seluas 50 hektar dengan berbagai tanaman buah.

“Untuk jambu biji jenis kristal, di lahan 1 hektar sekali panen sebanyak 1 ton, untuk penjualan di sekitar Sungailiat dan Pangkalpinang. Sekarang kebutuhan baju biji kristal masih kurang, dijual seharga Rp 20.000 ribu,” jelasnya.

Selain itu ada jeruk jenis Kalimantan dan Madu sebanyak 20 ribu pohon. Setiap kali panen per hari bisa mencapai 5 hingga 10 ton yang dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan jeruk di Bangka Belitung.(*/zen)

Mau Santai dan Menikmati Kopi Asli Petani Babel, Geddong Kopi Tempatnya

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Di kawasan Taman UMKM Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel), Air Itam, Pangkalpinang kini ada tempat untuk bersantai dan nongkrong yang asyik sembari menikmati seduhan kopi. Gerai ini diberi nama Geddong Kopi.

Owner Geddong Kopi, M. Syarif Hidayatullah, mengatakan, gerai kopi ini merupakan unit usaha dari Forum Masyarakat Petani (Formap) yang menjual hasil pertanian petani yang tergabung dalam forum tersebut.

“Awalnya kami kesulitan tempat untuk memperkenalkan hasil pertanian petani yang tergabung dalam Formap ini, kemudian ditawarkan oleh pak gubernur, bahwa pemprov siap memfasilitasi, akhirnya kami dibantu tempat di taman UMKM ini, ” jelasnya, Rabu (17/2).

Di Geddong Kopi ini, menyediakan kopi asli Babel, gula aren, jahe merah halus dicampurkan dengan minuman kekinian, termasuk juga beberapa jus buah yang produk utamanya dihasilkan dari petani Formap.

Selain minuman, di gerai ini juga tersedia berbagai jenis makanan ringan dan cemilan, produk UMKM Babel.

Di taman UMKM ini, selain dihiasai spot foto yang menarik, juga ditanami barang kopi. Hal ini dimaksudkan, untuk memperkenalkan produk-produk pertanian Babel.

“Untuk kopi, kita ada kopi robusta, dan arabika. Selain kopi yang diseduh, ada juga kopi bubuk yang bisa dibeli oleh konsumen,” katanya.

Geddong sendiri, sebutannya, diambil dari nama lokasi di salah satu desa di Provinsi Babel, yakni Simpang Gedong.

Hasil dari penjualan di Geddong Kopi ini, juga akan disisihkan untuk membantu pemberdayaan petani yang bernaung dibawah Formap Babel.

Sementara, Kadis Koperasi dan UKM (DKUKM) Pemprov Babel, Elfiyena menyebutkan, pihaknya mendorong UMKM untuk naik kelas dan berkembang, salah satunya dengan fasilitasi pelaku UMKM untuk meningkatkan usahanya.

“Geddong Kopi ini salah satu UMKM Babel, mereka ada petani yang tergabung dalam Formap, disini juga yang dijual adalah produk pertanian dari petani dan pelaku UMKM, ” sebutnya.

Ia berharap, taman UMKM ini bisa menjadi salah satu tempat nongkrong di lingkungan perkantoran. (*/two)

Pemkab Bangka Uji Coba Tanam Bawang Merah di 15 Lokasi

WARTABANGKA, PUDINGBESAR – Pemerintah Kabupaten Bangka membudidayakan tanaman bawang merah di 15 lokasi, tersebar di 8 kecamatan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Elius Gani menyampaikan, budidaya bawang merah tersebut dikembangkan ada yang menggunakan dana insentif daerah maupun kerja sama dengan Bank Indonesia.

“Budidaya bawang merah ini tersebar di semua kecamatan Kabupaten Bangka. Dari 15 lokasi itu, tersisa Desa Cit Riau Silip yang belum panen,” kata Elius Gani saat menghadiri panen bawang merah di Desa Labu, Kecamatan Pudingbesar, Rabu (17/2).

Elius menjelaskan, produktivitas bawang merah dari yang ditanam cukup mengembirakan. Bahkan di Kemuja Mendo Barat kata Elius mencapai 8 ton.

“Ini mengembirakan bagi petani dan lainnya untuk mulai membudidayakan bawang merah. Komoditi ini digemari petani. Secara ekonomi menguntungkan,” kata Elius.

Disampaikan Elius, bawang merah bisa dipanen dalam jangka waktu 60 hari. Petugas penyuluh lapangan terus melakukan pendampingan agar hasil panen bisa maksimal.(*/zen)

Menuju Pertanian Modern, Gubernur Tinjau Sawah Desa Namang

WARTABANGKA, NAMANG – Perkembangan teknologi dewasa ini semakin pesat. Inovasi teknologi dilakukan untuk memudahkan manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satunya adalah pesawat tanpa awak/nir awak yang dikenal dengan teknologi drone bisa diaplikasikan sebagai bentuk inovasi dalam pertanian modern.

Menggunakan kecanggihan yang dimiliki teknologi drone, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman langsung menangkap peluang ini untuk meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat Babel.

Di Kawasan Sawah Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, seluas 53 hektar, Gubernur Erzaldi menyempatkan untuk melihat sekaligus menyurvei lokasi yang akan menjadi salah satu kawasan pemanfaatan teknologi drone untuk pertanian modern, Selasa (16/2).

Bersama dengan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Barat, Hadi S, sebagai pihak yang akan melaksanakan kerjasama dengan Pemprov. Babel dalam penggunaan teknologi ini. Serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Juaidi, di sawah yang akan memasuki masa panen tersebut.

Di sela-sela kunjungan, Gubernur Babel mengatakan, penggunaan teknologi drone menuju pertanian modern dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi dan pendataan lebih akurat.

“Mutlak kita harus memakai teknologi. Tinggal bagaimana kita mengajak para petani untuk terbiasa memakai teknologi ini. Teknologi ini kalau tidak kita mulai, ya tidak mulai-mulai,” ungkapnya.

Hal ini juga sebagai langkah agar masyarakat termotivasi menggunakan teknologi sebagai perwujudan perkembangan zaman di bidang apapun.

Dijelaskannya juga mengenai program penggunaan drone untuk pertanian ini, Pemprov. Babel menggandeng Kadin Jawa Barat yang telah teruji dalam penggunaannya.

Untuk tahap awal akan segera dilakukan pendataan menggunakan drone untuk jenis pertanian padi di bulan Maret ini, diikuti komoditi lada, sawit, dan porang di bulan Juni hingga Juli.

Menurut orang nomor 1 di Babel ini, teknologi tidak akan mengurangi sumber daya manusia (SDM) tetapi justru akan meningkatkan produktivitas serta lebih cepat dan tepat.

Sementara Wakil ketua umum Kadin Jabar, Hadi S menyampaikan, pihaknya akan membantu meningkatkan produktivitas pertanian Bangka Belitung. Sebagai ahli teknologi pangan, pihaknya akan mencoba menaikkan produktivitas panen dari 8 ton hingga ke 11 atau 12 ton dengan teknologi.

Drone akan berfungsi untuk mendeteksi hama, pemupukan dan penyemprotan, memilih benih hingga membantu petani untuk memonitor lahan pertaniannya.

Ikut mendampingi dalam kunjungan ini Direktur PT. Paidi Indoporang, Paidi; Plt. Kepala Dinas PU Babel, Jantani; Kepala Dinas Kehutanan Babel, Marwan; Kepala Balai Benih Pertanian Babel, Judnaidy; tokoh masyarakat Namang, Zaiwan; dan para petani Desa Namang.

Pada kunjungannya, Gubernur Erzaldi beserta rombongan berkesempatan mencicipi madu pelawan yang merupakan madu murni dari hutan pelawan Desa Namang. Madu ini terkenal memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. (Diskominfo Babel)

Bupati Bangka Hadiri Panen Bawang Merah di Desa Labu Puding Besar

WARTABANGKA, PUDINGBESAR– Pemerintah Kabupaten Bangka melakukan panen perdana bawang merah varietas bima brebes di Desa Labu, Kecamatan Puding Besar, Rabu (17/2).

Bupati Bangka, Mulkan menjelaskan, budidaya bawang sangat asing di Kabupaten Bangka. Bahkan, sebagian kecil masyarakat yang percaya jika tanaman bawang ini bisa hidup.

“Alhamdulillah berkat ketekunan dan kerjasama semua pihak, kita bisa panen perdana bawang merah ini,” kata Mulkan.

Mulkan menceritakan, niat menanam bawang adalah sebagai salah satu bentuk pemulihan ekonomi. Dipilihnya bawang lantaran komuditas ini lebih cepat masa panen.

“Hanya dengan 60 hari sudah panen. Ini juga sebagai bentuk proses pemulihan ekonomi bagi masyarakat secara cepat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Bangka Elius Gani menambahkan, panen bawang yang dilakukan adalah varietas Bima Brebes. “Ini kita mulai dari umbi. Nanti yang dari biji juga akan kita kembangkan,” kata Elius.

Disampaikannya, panen bawang ini adalah panen bawang bantuan dana DID tahun 2020 oleh Kelompok Tani Indo Tani Desa Labu. Elius berharap, ini bisa meningkatkan ekonomi berkelanjutan.

“Ini adalah tahap pertama. Nanti akan terus dikembangkan. Hari ini kita panen di lahan 0,375 hektare,” ucapnya.

Elius tak memungkiri jika petani sangat awam dalam menanam bawang merah. Namun berkat pendampingan dan kerjasama semua pihak, panen bisa dilakukan.(*/zen)

Pemprov Babel Dorong Petani Kembangkan Sorgum

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong para petani untuk dapat mengembangkan tanaman sorgum guna membantu ketahanan pangan daerah.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat panen Sorgum di Kelurahan Lubuk Kelik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (3/2) menjelaskan, menanam sorgum sangat mudah, mengingat tidak memerlukan lahan khusus seperti sawah, sorgum dapat dibudidaya di area bekas pertambangan biji timah.

“Pola tanam juga sederhana, sekali tanam dapat panen empat kali karena akan tunas baru dari batang awal,” kata Erzaldi.

Dari batang sampai buah, sorgum kata dia memiliki nilai jual. Batang sorgum mengandung air gula seperti tebu sedangkan buahnya dapat diolah berbagai jenis olahan makanan.

Erzaldi mengakui, budidaya tanaman sorgum oleh petani di daerahnya belum lama atau baru sejak tahun 2018, tetapi sekarang sudah banyak dikembangkan petani.

Dia mengatakan sektor pertanian menjadi perhatian penuh karena dianggap mampu mempertahankan kesimbungan dan kekuatan ekonomi masyarakat.

“Tidak ada tawaran lain saat ini kita menguatkan petani untuk mengembangkan berbagai komiditi pertanian,” jelasnya.

Erzaldi menjelaskan, meski sorgum dapat dibudidaya di area bekas pertambangan biji timah. Namun, sorgum di Babel belum sepopuler di luar.

“Pola tanam Sorgum sederhana, sekali tanam dapat panen empat kali karena akan tunas baru dari batang awal,” katanya.

Saat ini kata dia, area kebun sorgum di Babelbaru mencapai 60 hektare dengan kemampuan produksi panen kurang lebih empat sampai tujuh ton perhektar.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bangka, Elius Gani mengatakan saat ini terdata seluas 12.75 hektar kebun sorgum yang sudah siap panen yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan.

“Untuk di wilayah Kecamatan Sungailiat terdapat 6.75 hektare sorgum siap panen, Kecamatan Mendo Barat seluas empat hektare dan Kecamatan Riau Silip seluas dua hektare,” katanya.

Sedangan lahan yang siap ditanami sorgun seluas 11.5 hektar terdapat di Kecamatan Mendo Barat satu hektare, Kecamatan Belinyu 10 hektare dan di Kecamatan Sungailiat terdapat 0,5 hektare.

Sementara, Pemilik kebun sorgum Bambang Prayitno membeberkan, dirinya menanam sorgum di lahan seluas 4,5 hektare yang terletak di Kelurahan Lubuk Kelik, Kecamatan Sungailiat.

Bambang menceritakan awal ketertarikannya, hingga ia memutuskan untuk menggarap lahan miliknya menjadi kebun sorgum. Ia melihat di berita, dunia bahkan Indonesia bisa saja akan menghadapi krisis pangan. Sehingga muncul keinginan pada dirinya bertanam sorgum.

“Sorgum ini masa panen kurang lebih 100 hari atau tiga bulan. Tanaman Sorgum, termasuk tanaman pangan yang tidak mempunyai perlakuan khusus,” ucapnya.(*/zen)

Gubernur Babel Panen Sorgum di Kelurahan Lubuk Kelik

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Teriknya sinar matahari Rabu siang (3/2) sama sekali tak menyurutkan semangat masyarakat Kelurahan Lubuk Kelik, Sungailiat, Kabupaten Bangka untuk mengiringi Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman memanen sorgum di kebun sorgum milik Haji Bambang.

Masyarakat sekitar memang telah menunggu kedatangan gubernur. Bahkan menurut panitia, sedianya lebih banyak lagi masyarakat yang mau hadir untuk melihat gubernur mereka, namun harus dibatasi karena masih dalam suasana pandemi.

Di lokasi panen, gubernur langsung menyapa masyarakat yang hadir. “Makaseh pradik lah dateng ke sini dengan nyage protokol kesehatan, sekali agik makaseh (terimakasih saudara-saudara yang sudah datang ke sini dengan menjaga protokol kesehatan, sekali lagi terimakasih),” ujar gubernur.

Selanjutnya, Bang ER- demikian ia akrab disapa, langsung mencoba proses pengolahan sorgum, mulai dari penggilingan hingga menjadi beras, dan pengambilan saripati batang sorgum hingga menjadi air gula.

“Saya menjadi pembeli pertama hasil olahan sorgum ini, mulai dari beras dan air gula untuk meyakinkan masyarakat bahan sorgum ini aman dan sehat,” kata suami Melati Erzaldi ini.
 
Gubernur mengatakan, ketahanan pangan dunia terganggu akibat pandemi covid-19, sehingga kita harus mencari peluang agar tetap bertahan. Nah, sorgum adalah salah satunya sebagai alternatif pengganti beras.
 
Fokus ke Pertanian

Pemprov, memang memfokuskan diri untuk mempertahankan kesinambungan ekonomi, salah satunya dengan menguatkan para petani. “Dan pemerintah yang tidak memperhatikan nasib para petani, saya rasa sangat keliru,” tegas gubernur.

Gubernur Erzaldi juga memotivasi para penyuluh pertanian agar  tidak sekedar mengajar para petani cara bercocok tanam tetapi lebih aktif dalam memberikan pemahaman kepada para petani bahwa pertanian itu ada ladang bisnis yang apabila tekun dijalani akan menjadi usaha yang menjanjikan, dengan pemanfaatan lahan yang optimal dan pasarnya ada untuk hasil tanamnya. “Jangan menyuruh petani menanam sesuatu apabila pembelinya tidak ada,” pungkasnya

Sementara itu, Bambang Prayito, selaku penggagas sorgum di Babel berinisiatif untuk menanam sorgum dikarenakan budidaya yang efektif dan cocok untuk cuaca dan kondisi tanah di Babel.

“Sorgum mendekati beras, dan semua kondisi tanah bisa, hama sangat kecil, serta kemarau panjang tidak mempengaruhi cuaca,” jelasnya.

Di lahan seluas 4 hektar, Haji Bambang- sapaan akrabnya, menerangkan bahwa sorgum dalam sekali tanam dapat untuk empat kali panen, dengan proses hingga panen hanya 100 hari.

“Untuk saat ini kami menjual beras sorgum Rp 12.000 per kilogram,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Juaidi turut mendukung budi daya sorgum di Babel, dikarenakan kontur tanah Babel yang marginal membuat sorgun tetap tumbuh dikarenakan aslinya tumbuh di kawasan kering di Afrika.

“Produksi beras kita saat ini hanya 30 persen, dan ini salah satu solusi untuk menambah produksi pangan kita,” jelasnya.

Di ujung acara, gubernur menyempatkan diri mencoba olahan sorgum mulai dari puding, bolu dan bubur. (Diskominfo Babel)

Gubernur Erzaldi Menugal Padi Bersama Petani Desa Tuik  

WARTABANGKA, KELAPA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menanam padi dengan cara menugal di lahan persawahan bersama petani padi di Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Senin (9/11).

“Saya senang sekali masyarakat semangat menanam padi sayangnya, kawasan ini di lahan konservasi sehingga, belum menerima bantuan dari pemerintah. Untuk itu, saat ini sedang diurus legalitasnya,” ujar Gubernur Erzaldi.

Terkait permintaan masyarakat untuk perbaikan jalan produksi sepanjang 4 km, dermaga, dan pembangunan talut akan dilaksanakan setelah surat legalitas lahan diterbitkan.
Anggaran yang disiapkan oleh pemprov untuk pengembangan sarana prasarana sebesar Rp18 miliar.

“Kita mengurus legalitas lahan ini bukan untuk dimiliki, tapi untuk digarap. Lahan ini tidak boleh diperjualbelikan, hanya boleh diwariskan secara turun temurun,” ujarnya.

Gubernur Erzaldi minta persawahan seluas 800 ha dari 3 desa dikelola bersama pihak swasta dengan pola korporasi agar cepat maju.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Erzaldi juga mengajak warga untuk melakukan penanaman tanaman mangrove dan jambu mete untuk menunjang ekonomi masyarakat setempat.

“Nanti akan kami bantu bibit ketam bakau, alat pertanian, pupuk, dan bibit. Sedangkan jambu mete, nanti dikelola sebagai komoditi ekspor,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel, Juadi mengatakan, dari luas lahan persawahan 315 hektar yang sudah tergarap baru 95 persen.

Lahan di Desa Tuik, katanya, merupakan lahan hutan konservasi dan hutan produksi, saat ini pemprov sedang mengusahakan legalitas persawahan dengan kerja sama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sehingga, para petani bisa mendapat bantuan pemerintah.

“Kalau sudah diterbitkan bentuk kerja sama KPH dan BKSDA, petani sudah dapat menerima bantuan dari pemerintah,” jelasnya. (Diskominfo Babel)

Gubernur Erzaldi Tanam Porang dengan Sistem Tumpang Sari Lada dan Kayu Pelawan

WARTABANGKA, NAMANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi dan pegiat lingkungan sekaligus petani lada, Zaiwan menanam porang dengan sistem tumpang sari di lokasi Hutan Pelawan, Namang, Bangka Tengah, Rabu (21/10).

Porang yang ditumpang sari dengan tanaman lada serta, junjung hidup kayu pelawan ini merupakan inovasi pengembangan yang nantinya dapat memberikan nilai lebih kepada petani lada.

Gubernur Erzaldi usai melaksanakan penanaman mengatakan, dirinya sengaja diundang oleh tokoh pemerhati lingkungan sekaligus petani lada yang saat ini sedang memulai pengembangan penanaman porang dengan sistem tumpang sari yang dipadukan dengan tanaman lada dan junjung hidupnya yaitu kayu pelawan.

Porang adalah komoditi baru yang saat ini sedang tren dan diminati oleh banyak negara. Sebelumnya, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman juga telah mendorong dan menyaksikan penandatanganan kontrak antara 200 petani dengan pihak bank terkait penanaman porang ini.

Dalam kegiatan itu juga telah dilakukan perjanjian jual beli harga dengan “offtaker” atau pihak pembeli hasil produksi porang untuk memberikan jaminan beli. Sehingga para petani yang akan menanam porang, tidak ragu akan kemana nanti hasil produksi porangnya akan dijual.

Penanaman porang di sela-sela tanaman lada ataupun sawit sangat memungkinkan karena jenis tanaman ini adalah tanaman tumpang sari yang membutuhkan naungan sekitar 40 persen.

Menurut pendapat ahli, porang yang dihasilkan dari tanah bangka belitung ini lebih baik dan kadar glukomanannya akan lebih tinggi.

“Menurut peneliti jenis tanah di Bangka Belitung cocok untuk penanaman porang. Hasilnya akan lebih baik dan mempunyai kandungan glukomanan yang lebih tinggi. Porang diminati banyak orang karena, menjadi bahan olahan makanan yang sehat,” ungkapnya.

Sementara itu pemilik lahan, Zaiwan mengatakan saat ini pihaknya bersama para petani sekitar Hutan Pelawan mengembangakan tanaman tumpang sari porang dengan lada dan kayu Pelawan sekitar 10 hektar lahan miliknya.

Diharapkan 8 bulan ke depan hasilnya sudah dapat dirasakan. Dengan kebun porang, tempat ini juga akan dijadikan wisata edukasi bersama dengan komoditas lainnya.

Ikut mendampingi dalam penanaman porang ini, Camat Namang, kades, dan para petani lada sekitar. (Diskominfo Babel)

Penulis : Lulus
Foto : Iyas Zi
Editor : Listya