UMKM

Mulkan Resmikan Pusat Kuliner dan Kerajinan di Gedung Juang Sungailiat

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Bupati Bangka, Mulkan meresmikan pusat kuliner dan industri kerajinan yang berlokasi di Gedung Juang, Kelurahan Paritpadang, Kecamatan Sungailiat, Rabu (30/12).

Mulkan mengatakan pusat kuliner dan kerajinan ini dibangun untuk menampung aspirasi para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bangka, supaya bisa memasarkan hasil-hasil produk yang dibuatkan.

“Adapun lapak yang terdapat terdiri dari 10 kios. Dan tentunya diharapkan dapat memulihkan dan meningkatkan pendapatan ekonomi kerakyatan,khususnya di Kabupaten Bangka,” katanya.

Selain itu, ada beberapa tempat aset Pemkab yang dibangun untuk pemulihan ekonomi kemasyarakatan. Selain pusat kuliner di Gedung Juang ada IKM yang berada di depan Kolam Renang Tirta Sungailiat dan dijadikan sebagai lokasi bagi pengerajin menjahit.

“Jadi aset Pemkab Bangka itu haruslah dikelolah dengan baik. Sehingga nantinya Dinas tenaga kerja dan Perindag dapat mengatur untuk tidak ada lagi nya bangunan-bangunan lain, tenda-tenda ataupun gerobak-gerobak selain dari tempat 10 kios untuk perdagangan digedung Juang ini. Karena kalau dipenuhi lagi, nantinya akan kesusahan untuk menertibkannya,” ujarnya.

Untuk itu, dari awal inilah untuk mengantisipasinya supaya tidak terjadi digedung Juang ini. Karena kalau dipadati lagi, tentunya keindahan tempat ini akan berkurang.

“Jadi Gedung Juang ini harus menarik dan indah dipandang mata. Karena lokasi Gedung Juang ini merupakan pintu gerbang masuknya pusat Kota Sungailiat Kabupaten Bangka. Sehingga harus memiliki daya tarik dan tentunya menjadi kekaguman tersendiri bagi para tamu ataupun para wisatawan,” kata Mulkan.

Bersamaan diperesmian itu pula, Mulkan menyerahkan mesin cetak bakso,penggiling daging kepada kelompok UMKM Bangka, mesin piyame untuk kelompok penjahit dan timbangan kepada kelompok pedagang.(*/zen)

Yusmiati Mulkan Beri Motivasi Pelaku UMKM

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangka, Yusmiati Mulkan mengunjungi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Bangka, Selasa (8/12).

Kunjungan tersebut selain melihat perkembangan usaha di Kabupaten Bangka juga memberikan sedikit motivasi serta dukungan.

Didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kabupaten Bangka, Yuni Farid, Yusmiati mengunjungi sejumlah tempat olahan makanan seperti keripik dan kerupuk. Rombongan juga berkesempatan mencoba dan mencicipi olahan makanan tersebut.

Yusmiati menjelaskan sejauh ini sejumlah pelaku UMKM telah berinovasi guna memenuhi keinginan pasar. Mulai dari jumlah serta harga yang terjangkau juga diikuti dengan kualitas kemasan yang semakin baik juga.

“Agar produk kita dapat bersaing tentunya kita memerlukan inovasi seperti kemasan yang menarik. Dari yang kita lihat tadi juga ada beberapa kemasan yang cukup menarik dan ekonomis seperti keripik cumi tadi,” ungkap Yusmiati.

Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Bangka akan membangun galeri UMKM yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Sungailiat. Sehingga kedepan para pelaku UMKM dapat menjual dan memamerkan produknya di satu tempat.

“Nanti kita bangun galeri UMKM di seberang Kantor RRI Sungailiat. Sehingga produk lokal kita bisa dijual disana dan para wisatawan tidak kesulitan saat hendak membeli produk lokal kita,” tutur Yusmiati.

Pemerintah Kabupaten Bangka juga telah memberikan sejumlah kemudahan bagi para pelaku UMKM. Diantaranya yaitu kemudahan dalam kepengurusan izin usaha yang sekarang dapat diakses secara online dan membutuhkan waktu yang relatif singkat.(*/zen)

Ketua Dekranasda Melati Erzaldi Serahkan Bantuan Mesin untuk Pelaku UMKM

WARTABANGKA, TANJUNGNIUR – Ketua Dewan Kerajinan Nasinal Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi menyerahkan bantuan mesin peralatan teknologi tepat guna kepada Ara, seorang anggota Koperasi Serba Usaha Masyarakat Pesisir Kabupaten Bangka Barat, Senin (7/12).

Sebagai salah satu Kampung Tegap Mandiri pada masa pandemi Covid-19, Desa Tanjung Niur menjadi salah satu dari dua desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mendapatkan bantuan mesin peralatan teknologi tepat guna bagi pelaku UMKM.

Bantuan yang diberikan kepada Ara sebagai pelaku UMKM dengan produk terasi berupa tiga mesin pendukung pembuatan produk agar lebih efektif dan efisien dalam memproduksi produknya. Mesin yang diserahkan, antara lain mesin pencacah terasi, mesin penggiling terasi, dan pengering terasi (oven).

Pj Kepala Desa Tanjung Niur, Muhammad Nasir mengatakan 70 persen mata pencaharian masyarakat Tanjung Niur adalah sebagai nelayan. Demikian pula dengan Ara yang berprofesi mencari udang di laut sebagai bahan baku membuat produknya.

Dia berharap bantuan seperti ini bisa diberikan juga kepada masyarakat nelayan lain. Menurutnya, mesin seperti ini sangat membantu para nelayan dalam mendistribusikan hasil tangkapannya.

“Bantuan ini diajukan sejak tahun 2017 dan diberikan bantuan tahun ini. Apakah kami bisa mengajukan dan mendapat bantuan lebih cepat untuk masyarakat nelayan kami”, ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Melati Erzaldi menjelaskan bahwa, dalam mengajukan bantuan memang tidak bisa langsung diberikan karena menggunakan anggaran negara yang harus melalui beberapa proses. Proposal permohonan bantuan memang harus diajukan di tahun sebelumnya agar dapat dianggarkan pada tahun berikutnya.

“Solusi selain bantuan dari pemerintah, bantuan seperti ini juga bisa dilakukan oleh BUMN atau perusahaan di Babel melalui dana CSR. Teman-teman di disperindag akan mengarahkan jika ada bantuan seperti ini,” jelasnya.

Selain bertemu dan bertatap muka langsung dengan pelaku UMKM di Desa Tanjungniur, Melati Erzaldi juga melihat langsung produk UMKM terasi ini diproduksi dan efisiensi yang terjadi jika pelaku usaha menggunakan mesin tepat guna.

“Saat ini teknologi sudah canggih, menyikapi keterbatasan proses produksi yang alami, teknologilah solusinya,” ungkapnya.

Menurut Kadis Perindag, Sunardi, “by name by address” pendataan akan terus diusahakan untuk mengetahui kebutuhan tiap pelaku UMKM di Babel, dengan maksud jika peluang bantuan terbuka baik dari anggaran pemerintah maupun sumber lainnya, maka lebih cepat dalam pelaksanaannya.

Sumber: Dinas Kominfo

Pemkot Pangkalpinang Berencana Luncurkan Aplikasi Molen PGK

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang saat ini konsen membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam memasarkan produknya.

Bentuk bantuan yang dilakukan pemkot salah satunya ialah dengan aplikasi mall online yang diberi nama aplikasi Molen PGK.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Pangkalpinang, Suryo Kusbandoro mengatakan, aplikasi yang akan diluncurkan ini akan berisi fashion, lengkap dengan produk lainnya seperti makanan dan minuman.

“Aplikasi Mall Online yang diberi nama Molen PGK ini bertujuan untuk membantu UMKM di Kota Pangkalpinang agar dapat memasarkan semua produknya,” jelas Suryo saat memberikan paparan di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (2/12).

Suryo juga berharap kedepannya, aplikasi yang akan diluncurkan ini dapat dikembangkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Kota Pangkalpinang agar menjadi aplikasi yang digemari masyarakat.

“Semoga aplikasi ini dapat bermanfaat untuk UMKM dan usaha masyarakat, dan bisa di gunakan oleh seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang,” harapnya.(*/)

Satu Data UMKM, Pemprov Babel Bimbing Integrasi Data UMKM

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah mendukung kegiatan bimbingan teknis pendataan UMKM By Name By Address berbasis kecamatan di Babel. Hal ini sebagai implementasi dari Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 karena kegiatan tersebut sangat penting dalam pengembangan UMKM ke depannya

Hal itu dikatakannya ketika membuka kegiatan Bimbingan Teknis UMKM yang digelar secara virtual yang berlangsung di Ruang Rapat Wagub Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (26/11/20).

Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia bertujuan untuk mewujudkan keterpaduan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan yang perlu didukung dengan data yang akurat, terpadu, dan mudah diakses.

Data UMKM menggambarkan kondisi UMKM baik di sektor bidang usaha, kondisi usaha, omset, informasi tenaga kerja, serta sejauh mana digitalisasi diterapkan dalam pengembangan usaha.

“Data UMKM yang akurat dapat memberikan kemudahan dalam menyusun program dan kegiatan yang tepat dan bermanfaat di antaranya legalisasi, perizinan, inkubasi bisnis bagi para start up, pengembangan SDM UMKM, manajemen bisnis, pemasaran berbasis online, dan marketplace sehingga bisa menciptakan UMKM naik kelas yang go digital go global,” ujarnya.

Melalui kegiatan bimbingan teknis ini harapannya, keseriusan operator baik provinsi, kabupaten, dan kecamatan se-Babel untuk memasukkan data UMKM ke dalam aplikasi yang disediakan sehingga, dapat bersinergi dengan pemerintah pusat dan stakeholders lainnya.

Pendataan UMKM dinilai mendukung suksesnya visi gubernur dalam menciptakan Babel sejahtera, provinsi maju yang unggul di bidang inovasi agropolitan dan bahari dengan tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik yang efisien dan cepat berbasis teknologi.

“Bulatkan tekat kita, bulatkan semangat kita, pada awal 2021 kita harus sudah memiliki data UMKM berbasis kecamatan. Saya dukung penuh kegiatan ini mari, kita bersinergi sehingga, hanya ada satu data untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Elfiyena mengucapkan terima kasih kepada Wagub Abdul Fatah yang telah memberikan dukungan atas kegiatan ini sehingga, bimbingan By Name By Address kecamatan se-Babel tahun 2020 untuk mewujudkan satu data UMKM.

Sumber: Dinas Kominfo

Bangka Barat Dapat Dana Hibah Pariwisata Rp600 Juta

WARTABANGKA, MUNTOK – Kabupaten Bangka Barat mendapatkan dana hibah pariwisata sebesar Rp600 juta dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Total bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah pusat adalah sebesar Rp 3,3 triliun yang akan dibagikan kepada pelaku usaha restoran, hotel dan pemerintah daerah selama masa pandemi Covid-19.

“Besaran anggaran yang didapatkan oleh Kabupaten Bangka Barat sekitaran 600 juta dengan pembagian 70 persen untuk pelaku usaha hotel dan restoran, ini sedang dalam tahap permohonan penyaluran tahap I ,pemberkasam sedang kita lakukan juga untuk di tandatangani bupati, menteri untuk segera Bangka Barat menerima penyaluran tahap I dari bantuan hibah tersebut,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, Selasa ( 24/11).

Lebih lanjut dikatakan Seno, semua penggunaan dana hibah pariwisata dari pemerintah ini akan diawasi langsung oleh Inspektorat Kabupaten Bangka Barat.

“Kemudian 25 persen akan diperuntukkan sosialisasi protokol kesehatan, pengadaan alat protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan lain-lain di sejumlah destinasi tempat wisata di Kabupaten Bangka Barat, 5 persen sisanya digunakan untuk Aparat pengawasan Intern Pemerintah (APIP),” ungkap Seno.

Sementara itu, terkait data pelaku usaha industri, hotel, restoran, yang boleh menerima bantuan, kata dia, harus sudah membayar pajak di tahun 2019 dan memiliki izin. Saat ini dari data yang ada, terdapat sekitar 180 unit pelaku usaha yang sudah membayar pajak.

“Datanya bersumber dari wajib pajak. Kalau tidak memiliki perizinan tidak membayar pajak berarti tidak masuk kedalam database dan datanya bukan dari dinas kami, tapi bersumber dari data perizinan dari PTSP yang membayar pajak di tahun 2019,” imbuhnya.

Dengan begitu, Seno berharap di masa pandemi Covid-19, bantuan dana hibah ini sesegera mungkin diterima pelaku usaha. “Semoga dapat segera diterima pelaku usaha, karwna pelaku usaha di masa pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada penghasilanya,” tutupnya. (IBB/RLS)

Pelaku Usaha Terima Penghargaan Siddhakarya dari Gubernur Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman menyerahkan trofi dan penghargaan Siddhakarya tahun 2020 kepada para pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan produktivitas sejak tahun 2017-2019. Penganugrahan ini diselenggarakan di Hotel Bangka City, Kota Pangkalpinang, Rabu (18/11).

Gubernur Erzaldi dalam sambutanya mengatakan, penyerahan trofi dan penghargaan diberikan kepada 2 perusahaan dan 4 pelaku UMKM yang terbaik dari 15 pelaku usaha yang dinilai oleh auditor dan dewan juri.

“Saya mengimbau kepada perusahaan dan pelaku UMKM yang dianugerahi penghargaan Siddhakarya agar meningkatkan kinerja usaha sehingga, usaha yang dijalankannya bisa maju dan berkembang sekaligus, mampu menjadi teladan bagi pelaku usaha lain,” ujarnya.

Lemahnya daya saing menjadi faktor utama lambatnya perkembangan pelaku usaha di pasar global.

“Kegiatan ini menjadi motivasi agar para pelaku perusahaan dan UMKM berusaha memenuhi ketentuan penanganan tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja agar tertib mengikuti ketetapan pemerintah, sekaligus, menilai tingkat keberhasilan perusahaan dalam menerapkan konsep produktivitas dan kualitas dalam kegiatan usaha,” tuturnya.

Herawati, pelaku usaha minuman jeruk kunci bersyukur atas Penganugerahan Produktivitas Siddhakarya dari Pemprov Babel. Usaha ini dimulai sejak tahun 2012 kemudian, mendapatkan izin di tahun 2013.

Tepat tahun 2020, Herawati berhasil meraih Penganugerahan Produktivitas Siddhakarya. Dalam penjelasannya, terdapat kontribusi dari Pemprov. Babel pada pengembangan usaha ini.

“Usaha sirup kunci saya semakin berkembang dengan meluncurkan produk permen jeruk kunci, yang dipasarkan di kota/kabupaten se-Babel maupun secara online, alhamdulillah lancar,” ujarnya.

Adapun penerima Penghargaan Produktivitas Siddhakarya Pemprov Babel yakni PT Katini Utama, PT Pahala harapan lestari, UMKM Mirado, UMKM Mekar, UMKM Kosin dan UMKM Mandiri Jaya. (Diskominfo Babel)

Molen Tegaskan Pemkot Pangkalpinang Permudah Investor Berinvestasi

WARTABANGKA, PANGKALPINANG -Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang sekarang intens memudahkan calon investor untuk menanamkan investasinya di daerah itu.

Fokus DPMTSP ini sejalan dengan keinginan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) yang menginginkan ekonomi Pangkalpinang harus menggeliat. Oleh karenanya kebijakan ini sekarang juga menjadi fokus Pemkot Pangkalpinang sebagai otoritas penggerak pembangunan di kota beribu senyuman.

Wali kota saat menghadiri acara Sosialisasi Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal, Selasa (17/11/2020) mengatakan, untuk meningkatkan investasi perlu adanya pencanangan kemudahan perizinan maupun pelayanan terhadap pelaku usaha.

Sesuai tema acara, katanya, pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal ini bertujuan meningkatkan investasi melalui partisipasi pelaku usaha dalam pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi untuk meningkatkan investasi lagi di Pangkalpinang, sekali lagi kita lakukan pencanangan mempermudah perizinan dan pelayanan semuanya, terhadap orang-orang yang ingin berinvestasi di Pangkalpinang,” ujar wali kota.

Menurutnya pula pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal ini tidak lain mengarah kepada dipermudahnya orang yang ingin berinvestasi dan tanpa ada biaya lain-lain di Pangkalpinang.

“Kemudahan-kemudahan itu sebetulnya arahnya kesana, dengan tidak ada pembiayaan-pembiayaan terhadap orang yang ingin berinvestasi di Pangkalpinang,” jelasnya. (*/)

Pemprov Babel Alokasikan Rp 1 Miliar untuk Bantu UMKM

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar dari dana insentif daerah (DID) untuk membantu sektor Usaha Mikro Kecil dan Menangan (UMKM) di di Provinsi Babel.

“Dari dana insentif daerah yang didapat dari pusat , memang difokuskan sekitar Rp1 miliar untuk bantuan UMKM, bantuan modal tapi bukan berupa uang,” kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, usai menyerahkan bantuan peralatan kepada UMKM, di Ruang Pasirpadi, Kantor Gubernur Babel, Selasa (17/11).

Bantuan yang diberikan, sebutnya, bisa berupa peralatan produksi, atau apa saja yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM. “Seperti hari ini, dari Pemprov memberikan bantuan alat pemanggang roti dan bakso, untuk 20 pelaku UMKM di Kota Pangkalpinang, ” imbuhnya.

Tak hanya yang ada di Kota Pangkalpinang, nantinya, Pemprov juga akan menyerahkan bantuan ke Kabupaten lainnya, secara bertahap.

“Bantuan ini diharapkan bisa membantu pelaku UMKM untuk memulai usahanya atau melancarkan usahanya, apalagi di tengah pandemi, untuk membeli sendiri kemungkinan agak berat, Mudah-mudahan ini bisa membantu, ” harapnya.

Pemerintah, sambung orang nomor satu di Babel ini, akan mendatangkan dan memverifikasi mana saja pelaku yang layak dibantu, agar bantuan yang diberikan betul-betul tepat sasaran.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi UKM Babel, Elfiyena menambahkan, selanjutnya, bantuan akan diberikan ke kabupaten lainnya. Dan DKUKM akan melihat mana saja pelaku yang akan diberikan bantuan, berdasarkan usulan dari kabupaten/kota.

“Kita lihat mana yang layak, karena selain dari provinsi, bantuan juga ada dari Kabupaten/Kota, dan bantuan itu menyesuaikan kebutuhan mereka, sekarang sedang tahap pengadaan, ” tukasnya.

Bantuan ini, tambah dia, merupakan perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap sektor UMKM, ia berharap UMKM di Babel bisa meningkatkan usahanya sehingga ekonomi pun bisa meningkat. (*/two)

Mudahkan Masyarakat Belanja Produk UMKM, DKUKM Babel Gelar Pameran Virtual

WARTABANGKA.COM, RIAUSILIP – Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) menyelenggarakan pameran virtual produk UMKM Babel, yang akan dilaunching pada 28 Oktober 2020 mendatang.

Dalam pameran ini, tidak saja produk UMKM yang dipromosikan, tetapi lokasi pameran pun tak luput dari promosi sektor pariwisata, karena dilaksanakan di tepi Pantai Tuing Indah, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dan Ketua Dekranasda Melati Erzaldi, turut mempromosikan produk-produk yang sudah di kurasi oleh PLUT UMKM Babel.

“Ini sangat luar biasa, di tengah pandemi orang bisa melihat pameran secara virtual, dan konsep yang kita tawarkan sangat menarik, desain booth pameran juga unik, karena menggunakan tali tambang berukuran kecil sepanjang 2.500 yang dibuat sangat kreatif, ” kata Erzaldi, disela pengambilan video untuk pameran virtual, Rabu (21/10).

Ia mengapresiasi Dinas Koperasi dan UKM Babel yang membuat pameran virtual ini, ia yakin dengan pameran ini nantinya akan meningkatkan penjualan produk UMKM.

Pada kesempatan itu, gubernur juga melihat aneka produk yang dipamerkan, dan terdiri dari berbagai macam produk, mulai dari cemilan, olahan laut, makanan ringan, madu, air minum jeruk kunci, fashion (kain cual), hingga kerajinan dari lidi nipah dan lainnya.

“Kita bahkan berhasil meraih rekor MURI menyelenggarakan pameran virtual di luar ruangan dengan bahan tali tambang terpanjang, ” imbuhnya.

Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi berharap, melalui pameran ini produk-produk kerajinan Babel bisa lebih dikenal dan mendunia.

“Dekranasda akan terus mendorong pelaku kerajinan untuk meningkatkan inovasinya dan juga kreasi dalam mengembangkan produk, ” ulasnya.

Kepala DKUKM Babel, Elfiyena menambahkan, pameran virtual ini merupakan salah satu upaya Dinas Koperasi dan UKM memfasilitasi promosi produk UMKM di tengah pandemi.

“Mau tidak mau, digitalisasi harus dilaksanakan, pelaku UMKM harus mengenal dunia digital, ” pungkasnya. (*/two)