UMKM

Jadi Mitra Binaan PT Timah Tbk, Ready’s Tabulampot Berhasil Tanam Berbagai Jenis Buah dalam Pot

Ready Tabulampot

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Metode pertanian terus berkembang, lahan bukanlah jadi masalah untuk bisa memulai usaha pertanian.

Tabulampot atau tanaman buah dalam pot salah satu teknik pertanian yang bisa dikembangkan di lahan sempit, namun memiliki ekonomis.

Tabulampot ini sudah mulai banyak digandrungi para petani, salah satunya Redy Eko Putra, salah satu petani Tabulampot di Kota Pangkalpinang.

Redy telah berhasil menanam berbagai jenis buah dengan metode ini.

Usaha Tabulampot Redy terbilang sukses, dimulai sejak tahun 2015 silam usahanya terus berkembang.

Dengan brand Ready’s Tabulampot, pria ini telah berhasil menanam berbagai jenis buah dalam pot.

Tak mudah memang mengembangkan usahanya, banyak hal yang dialaminya.

Bahkan dirinya tak sengaja mendapatkan inspirasi dari para pekerjanya untuk memulai usaha ini.

“Saya pada tahun 1989 merantau ke Jawa Barat dan pulang ke Bangka pada tahun 2004. Pulang itu saya kerja tambang. Dari rekan-rekan saya menemukan inspirasi   untuk memulai tabulampot dari mulai teknik perbanyakan bibit, sambungan tanaman dan lain-lain. Saya juga memanfaatkan youtube untuk menambah pengetahuan seputar tabulampot,” cerita Redy.

Usaha tambang yang digelutinya tak bertahan lama, di tahun 2013 usahanya tutup.

Lalu dirinya sempat menjadi pengangguran, hal itulah yang membulatkan tekadnya untuk memulai usaha Tabulampot.

“Acuannya itu mekarsari saat itu lagi booming, tanaman pertama kali itu jambu king rose apple, citra dan lilin. Itupun saya masih mengembangkan dengan ember bekas dan kaleng cat, waktu itu ada sekitar 40-an dan Alhamdullillah berhasil,” katanya.

Setelah itu, Redy juga mengembangkan tanaman toga, bunga-bunga hias.

Bahkan ia pernah meraih juara 1 untuk Toga tingkat Kota Pangkalpinang tahun 2015 silam.

Dalam mengembangkan usahanya, Redy mengaku terdapat kesulitan dalam hal modal usaha, namun ia beruntung ada seorang teman yang membantunya.

“Pada tahun 2015, pada awal buka bisnis ini modalnya bukan lagi dari 0 tetapi minus. Saya berusaha untuk menjalani bisnis ini karena mengingat saya harus menghidupi keluarga. Untungnya ada teman saya yang memberikan support dalam hal bantuan biaya.” Kata Ready

Ketika usahanya mulai berjalan, ia sempat merasa bahwa pendapatannya masih terbilang kurang untuk mencukupi keluarganya, sehingga akhirnya ia menambah varian tanaman untuk dijual.

“Awal bisnis itu menjual tanaman dari semua jenis toga, tetapi saya rasa sepertinya kalau hanya menjual jenis tanaman itu pendapatan  masih kurang. Akhirnya saya menjual berbagai varian tanaman seperti jeruk, alpukat, durian, dan lain lainnya guna menambah pendapatan,” katanya.

“Saya juga dulu jual kembang-kembang seperti aglonema dan lainnya sekitar 10 tahun lalu. Tapi karena ini hanya trend sesaat saya jadi gak lagi,” sambungnya.

Dalam usaha tabulampot ini, Ready juga memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik.

“Untuk pupuk sendiri, saya membuatnya dengan limbah rumah tangga sehari-hari fungsi serta manfaatnya sama dengan pupuk buatan lainnya,” ujarnya.  

Permintaannya terus berkembang, bahkan pembelinya datang dari berbagai daerah di Luar Kota Pangkalpinang.

Hal inilah yang menjadi kendala baginya dalam mengantarkan pesanan lantaran tak punya kendaraan.

Semakin banyaknya permintaan untuk pengantaran Tabulampot, membuat Ia terus berpikir bagaimana caranya.

Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi mitra binaan PT Timah Tbk untuk mengembangkan usahanya.

“Dulu itu ada orang yang ingin kita antarkan langsung tabulampotnya kerumah, tetapi karena terbatasnya sarana transportasi sehingga menghambat penjualan, karena gak ada kendaraan,” ceritanya.

Setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, hambatan tersebut dapat dihilangkan serta juga semakin membantu proses pemasaran Ready’s Tabulampot.

Kini ia jemput bola menjual tabulampotnya ke tempat-tempat keramaian.

“Dengan menjadi mitra binaan PT Timah Tbk saya beli kendaraan dan peralatan untuk mengembangkan usaha. Usaha saya menjadi terjamin dan tidak was-was karena merasa sudah aman dari sisi permodalan. Sekarang syukurnya dengan modal yang ada bisa lebih memudahkan pemasaran produk. Selain itu juga, sekarang saya sudah bisa keliling berjualan gak hanya menunggu di rumah,” ujar Ready

Pada saat ini, pesanan yang datang tidak hanya dari dalam Bangka saja melainkan dari berbagai kota di Indonesia lainnya, seperti  Jakarta, Lampung, Palembang dan lainnya.

Redy menyampaikan, ia melakoni usaha ini juga sebagai upaya untuk mengajak masyarakat untuk menghijaukan Babel dengan tanaman yang menghasilkan.

“Tujuannya menghijaukan Bangka Belitung, saya mau mematahkan anekdot, dak kejak (jangan-red) nanam di Bangka, kalau nanam dak idup (enggak hidup), kalaupun hidup dak bebuah, kalaupun bebuah masam,” ceritanya.

Untuk itulah, menjadi petani tabulampot menjadi cara dia mengkampanyekan, bahwa apapun bisa ditanam dengan kesungguhan dan niat.

Ia mengakui, tidak hanya berfokus dalam mencari keuntungan melalui usaha ini tapi juga mencapai visi  dapat menghijaukan Bangka Belitung melalui tabulampot.

Dalam menjual tanamannya, Ia juga memberikan Treatment kepada para pembeli untuk perawatan tumbuhan.

Bahkan dirinya memberikan garansi bagi para pembeli.

“Disini kalau ada yang beli bibit tanaman dari kita, kita kasih garansi apabila tanaman yang dibeli dalam waktu 3 bulan rusak atau gagal tumbuh akan kita gantikan dengan bibit yang baru,” sebutnya.

Bagi anda yang penasaran untuk melihat Ready’s Tabulampot bisa mendatangi lokasinya di Jalan Rasamala, Tuatunu. Bisa juga melalui akun facebook ready’s tabulampot dan nomor ponsel 081366054222. (*/rls)

Pemulihan Ekonomi di Babel, Adet Usulkan Pengembangan UMKM

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – Arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Tahun 2022, akan difokuskan pada pemulihan perekonomian.

Kendati belum berakhirnya Pandemi covid-19, namun Pemprov. Babel tetap berupaya, salah satunya dengan mendorong kemitraan antara koperasi dengan pelaku usaha.

Ketua komisi II DPRD Babel Adet Mastur, SH. MH, menjelaskan, DPRD mempunyai  tiga fungsi, yakni antara lain, Pertama, Anggaran, kedua, Legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah dan ketiga yakni Pengawasan atau Controling.

“Pemulihan ekonomi, jika berbicara anggaran. pemulihan ekonomi banyak sektor yang harus kita giatkan, terkhusus nya pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Babel yang harus kita berikan kebijakan-kebijakan di dalam pembahasan anggaran,” ungkap Adet Mastur, saat menjadi narasumber pada Kegiatan Temu Usaha Koperasi, di Hotel Soll Marina, Senin (27/9).

Kegiatan Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi keanggotaannya Lintas Daerah kabupaten/kota dalam satu daerah Provinsi, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan. Kegiatan yang diikuti sebanyak 64 peserta. menghadirkan narasumber antara lain, Ketua komisi II DPRD Babel Adet Mastur, Kepala BI Perwakilan Prov Kep Babel dan Direktur PT. Jamkrida Babel.

Lebih jauh Adet menjelaskan, terkait dengan regulasi yakni Legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah.

Terkait dengan perekonomian, di Bangka belitung telah memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.
 
“Perda tersebut, ada jaminan untuk para pelaku usaha, Untuk mempermudah berinvestasi di Bangka Belitung,  baik investasi besar maupun investasi kecil, jadi akan dipermudah untuk investasi yang ingin masuk ke Babel, Khususnya pengembangan UMKM yang mesti harus kita galakkan,” kata Ketua Fraksi PDIP itu.

Selain itu, DPRD juga akan menjalankan fungsi yang ketiga yaitu pengawasan atau kontrol terhadap koperasi yang ada di Bangka Belitung.

Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk melakukan verifikasi koperasi yang dikategorikan sehat, koperasi yang sedang sakit dan koperasi yang akan disehatkan.

Sebab menurutnya, masih banyaknya koperasi yang ada di Bangka Belitung terkesan sakit.

“Karena di suasana pandemi ini, untuk menumbuh kembangkan ekonomi di Babel lewat wadah koperasi inilah salah satu wadah yang akan meningkatkan ekonomi. Karena di koperasi inilah pusat dari ekonomi level bawah, karena akan mengakomodir pelaku usaha untuk tergabung dalam koperasi,” tegasnya.

Untuk itu, ia mengingatkan, bahwa di Tahun 2022 mendatang akan ada verifikasi terhadap koperasi di Bangka Belitung.

Untuk itu ia berharap, agar Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kep Bangka Belitung dapat menyampaikan data koperasi yang ada di Bangka Belitung.

“Karena jangan sampai koperasi di Babel tumbuh apabila adanya bantuan-bantuan. Saya menyebutkan ini adalah koperasi merpati, kenapa koperasi merpati, karena burung merpati itu jika ada makanan jagung, burung merpati pasti datang. Tetapi jika tidak ada jagung tidak tahu arahnya ke mana,” pungkasnya. (*/rls)

Nico Plamonia Sosialisasikan Perda Pengembangan Ekonomi Kreatif

WARTABANGKA, PANGKALANBARU – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus berupaya mewujudkan Pembangunan di Provinsi Babel menjadi yang terbaik.

Terwujudnya kerja yang lebih efisien dan efektif terus digencarkan para wakil rakyat Babel.

Terbukti, dengan telah ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Babel, menjadi parameter para wakil rakyat bersama Pemprov Babel dalam menggerakkan roda pemerintahan yang lebih baik.

Penyebarluasan Perda merupakan tugas dan fungsi DPRD selaku wakil rakyat yaitu legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah dan pengawasan, kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

Hal ini diwujudkan, dengan melakukan sosialisasi Perda yang digelar 9-12 September 2021 lalu, yang dilakukan serentak oleh 45 anggota DPRD Babel, di seluruh wilayah Babel.

Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Babel daerah pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang, Nico Plamonia Utama.

Bertempat di Hotel Osella, Sabtu (11/9), Nico mensosialisasikan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengembangan ekonomi kreatif.

“Semua Anggota DPRD Bangka Belitung sesuai jadwal diberikan waktu dua kali menyebarluaskan Perda yang ada di Babel ini. Saya sendiri, Perda kedua yang disampaikan ini terkait Perda Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pengembangan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Nico menjelaskan, pentingnya penyebarluasan ini menimbang bahwa ekonomi kreatif memiliki arti penting dan strategis dalam penyediaan lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, memajukan pembangunan dalam rangka mencapai kesejahteraan umum.

Pemerintah daerah perlu mengembangkan ekonomi kreatif di Babel secara terencana, terarah dan terkoordinasi untuk mencapai hasil yang maksimal.

“Provinsi Babel belum memiliki Perda yang memberikan kepastian hukum bagi pemerintah daerah dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif. Karenanya, berdasarkan pertimbangan itu maka ditetapkan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengembangan ekonomi kreatif ini. Hal ini supaya pelaku usaha ini lebih kreatif lagi, bahwa ada dasar untuk mengembangkan usaha mereka ini lebih berkembang lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat harus kreatif dalam kehidupan sehari-hari, jangan hanya mengandalkan komoditi yang ada saja.

Seperti timah, karet dan lada, tapi bisa berkreasi dengan mengembangkan potensi lainnya dari alam yang ada di Babel ini.

“Peluang ekonomi kreatif itu sangat besar. Dunia saat ini terus bergerak dengan kreativitas, begitu juga masyarakat Babel tidak hanya bisa mengandalkan karet, timah dan lada saja, tapi harus ada hasil kreativitas lainnya yang bisa dijual atau ekspor,” jelasnya.

“Namun pemerintah daerah juga harus mempersiapkan dana untuk mendukung pelaku usaha ini, supaya dapat bergerak dan terus berkreativitas melakukan pengembangan usahanya,” tandasnya. (*/ryu)

DKUKM Babel Gandeng UBB Gelar Kegiatan Ramadan Berbagi

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bangka Belitung (DKUKM Babel), Elfiyena menggagas kegiatan Ramadan berbagi dengan menjual pakaian layak pakai harga murah, kemudian dibelanjakan produk UMKM yang akan diserahkan kepada yang berhak menerima.

Ia menyebutkan, kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas Universitas Bangka Belitung (UBB). Penjualan pakaian layak pakai ini dilaksanakan tiga hari.

“Hari ini di Petaling, Sabtu dan Minggu di pasar pagi Pangkalpinang. Baju yang kita jual paling tinggi harganya Rp50.000, ada yang Rp5.000, ” ujar Elfiyena, Jumat (23/4).

Hasil penjualan baju layak pakai ini, akan dibelanjakan produk UMKM Babel, hal ini tentunya membantu pelaku UMKM dalam memasarkan produknya, dan meningkatkan ekonomi.

“Kemudian produk UMKM yang kita beli itu, kami bagikan kepada yang membutuhkan, yang tidak mampu membeli cemilan untuk lebaran, misalnya pemulung, dan lainnya,” jelasnya.

Elfi menyebutkan, jika kegiatan ini sukses dan animo nya tinggi, tak menutup kemungkinan akan digelar kembali agar semakin banyak yang bisa mendapatkan keberkahan ramadan.

“Yang mau berdonasi baju layak pakai, bisa ikut disini, sekalian berdonasi membantu masyarakat berharap keberkahan di bulan ramadan ini, ” tandanya.

Donasi baju layak pakai ini bebas untuk segala usia, tentunya pakaian yang memang masih layak untuk dipakai. (two/*)

Melati Erzaldi Ajak Pelaku UMKM Melek Digital

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Ketua Dekranasda Bangka Belitung, Melati Erzaldi mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diajak untuk melek digital, dengan bertransaksi melalui cashless (nontunai) scan barcode.

Scan barcode menggunakan Quick Response Code (QR) yang digunakan adalah standar Bank Indonesia, yang bisa dibayar dengan bank apa saja, serta Link Aja.

Melati mengatakan, mau tidak mau pelaku UMKM harus dipaksa melek digital, salah satunya dengan mulai menerapkan pembayaran nontunai.

“Ini apresiasi luar biasa untuk Angkasa pura dan sinergi BUMN yang ada di Babel, memfasilitasi UMKM untuk memasarkan produknya, pembayarannya juga menggunakan cashless, tinggal scan barcode, bisa bayar pake Link Aja,” ujar Melati, disela meninjau bazar UMKM di Bandara Depati Amir, Bangka, Jumat (23/4).

Pembayaran dengan nontunai ini, selain lebih praktis dan mudah, juga bisa mengurangi transaksi tunai sentuhan dengan uang dan sebagainya.

“Belanja pake cashless ini seru, saya tadi malah pengen belanja terus, mikir masih cukup nggak ya saldonya,” sebut menceritakan keseruan belanja di bazar ini.

Executive General Manager PT. Angkasa Pura II Bandara Depati Amir, Muhammad Syahril menyebutkan, transaksi nontunai ini juga merupakan upaya mencegah penyebaran virus corona, menghindari kontak dengan penjual atau pembeli.

“Pembayaran pake QR, target kita cukup tinggi yang pake barcode, ini juga memudahkan bertransaksi,” tukasnya.

Bazar produk UMKM ini digelar mulai 23 April hingga 2 Mei 2021, di selasar terminal kedatangan Bandara Depati Amir. Ratusan produk dipajang di bazar ini, baik makanan ringan, kemplang, kricu, getas, aneka kue lebaran, kue basah, kerajinan, madu, kain cual, sembako dan lainnya. (two/*)

Bang Ayi Bersyukur Alfamart Beri Pelatihan kepada UMKM Bateng

WARTABANGKA, KOBA – PT Sumber Alfaria Trijaya (Tbk) pengelola jaringan ritel Alfamart bersama dengan Disperindagkop Kabupaten Bangka Tengah menggelar pelatihan manajemen ritel bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gedung Serba Guna Balai Benih Ikan (BBI), Kamis (18/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, manajemen Alfamart PT. Sumber Alfaria Trijaya (TBK) dan tamu undangan lainnya.

Area Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Bangka Belitung, Amirul Turiyadi menyampaikan kegiatan ini bertujuan agar para pedagang atau pelaku UKM memahami manajemen ritel modern.

“Materi yang diberikan untuk para pedagang antara lain, tips mengelola usaha ritel dengan sentuhan modern, tips mengatur persediaan (stock) barang, tips menata (mendisplay) barang, tips mengatur keuangan (cash flow) hingga product knowledge,” ujarnya.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi perusahaan, menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil. Jadi intinya, kami ingin berkembang bersama UMKM,” lanjutnya.

Amirul Turiyadi juga turut mengajak para pelaku UMKM di Kabupaten Bangka Tengah untuk dapat menjadi mitra Alfamart.

“Di sini ada banyak produk khas yang sangat digemari pasar. Bukan tidak mungkin produk tersebut bisa pula dipasarkan di Alfamart,” ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Bupati Bangka Tengah, dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis alat sekolah bagi anak Sekolah Dasar (SD), kemudian pelaksanaan pelatihan dan penutup.

Algafry Rahman bersyukur atas kepedulian dari pihak Alfamart kepada UKM Bateng.

“Ya Alhamdulilah ini salah satu bentuk kepedulian dari kawan-kawan Alfamart, serta ingin memberikan edukasi kepada para UMKM kita yang di Bangka Tengah. Saya lihat tadi memang yang hadir adalah orang-orang terpilih, ada 20 produk unggulan di Bangka Tengah dan ini cikal bakal produk-produk yang akan ditampilkan di gerai Alfamart, nanti akan diseleksi oleh kawan-kawan Alfamart dan hari ini diberikan pelatihannya, supaya secara manajerial nya mereka paham,” ungkap Algafry.

Dirinya juga menuturkan harapannya pada kegiatan ini.

“Harapannya agar masyarakat juga bisa tahu bagaimana pola kerja sama dengan Alfamart, misalnya bagaimana bentuk Alfamart dalam manajerial agar sejalan dengan Alfamart. Jika mereka mau masuk mereka bisa tahu syarat-syarat nya hari ini,” pungkas Algafry Rahman. (RN)

Bang Ayi: Penyuluh Keamanan Pangan Jadi Pilot Project Majukan UKM Bateng

WARTABANGKA, KOBA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bangka Tengah (Disperindagkop Bateng) menggelar kegiatan Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Hotel Osela, Kecamatan Pangkalanbaru, Selasa (16/3).

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Bateng, Algafry Rahman ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu dan keamanan serta kualitas tampilan di produk-produk rumahan untuk industri UKM.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyampaikan para pelaku usaha rumahan harus mulai berbenah dan serius dalam memasarkan produknya.

Menurutnya, peserta yang hadir dalam acara merupakan orang-orang yang beruntung karena dapat mendapatkan referensi serta ilmu yang akan diberikan oleh narasumber.

“Saya tekankan kepada seluruh peserta untuk terus berinovasi terhadap produk-produk yang dihasilkan mulai dari tampilan kemasan sampai dengan rasa dan ciri khas karena produk rumahan tersebut harus akan di jual ke pasar baik lokal maupun nasional bahkan bisa tembus internasional,” ucap pria yang biasa disapa Bang Ayi ini di hadapa peserta.

Ia menambahkan orang yang berhasil dan sukses tidak ada yang kebetulan semuanya dimulai dari usaha dan kerja keras. Penyuluh Keamanan Pangan atau PKP ini, katanya, merupakan pilot projects untuk kemajuan industri rumahan.

“Jadi jangan sia-siakan kesempatan yang ada dan jangan setengah-setengah harus tetap fokus dan serius minimal kita bisa bersaing dengan produk-produk lokal di Kabupaten lain,” ungkapnya.

“Dan saya minta kepada disperindagkop untuk terus memberikan pendampingan dalam koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat karena saya memiliki keinginan untuk memunculkan produk UKM kita di waralaba Alfamart,” tandasnya. (ADV/RN)

Batik Tulis Pakkis Hadirkan Sentuhan Balok Timah di Kain Batik

WARTABANGKA, KOBA- Batik memang identik di Pulau Jawa, namun di Pulau Bangka ternyata ada sekelompok warga yang menamakan diri sebagai Perkumpulan Kelompok Batik Tulis Simpangkatis atau yang dikenal dengan Batik Tulis Pakkis yang memproduksi batik dengan motif kearifan lokal Bangka Belitung.
 
Di Galery dan Workshop Batik Pakkis yang terletak di Jalan Raya Desa Sampingkatis, Kabupaten Bangka Tengah ini kita bisa menjumpai anggota kelompok Batik Tulis Pakkis sedang mengerjakan proses membatik, ada yang menulis batik dengan canting yang dipanasi di atas kompor sederhana, ada yang mewarnai batik, ada yang mengecap batik sesuai dengan motif yang diinginkan. Jejeran kain putih dengan berbagai jenis terlihat di beberapa sudut workshop, ada dua mesin tenunan yang juga tampak di workshop yang sebelumnya merupakan rumah pribadi.
 
Aktivitas membatik yang dilakukan kelompok Batik Pakkis ini sudah dimulai sejak tahun 2013 lalu, pasca sejumlah anggota kelompok mendapatkan pelatihan membatik dari Pemerintah kabupaten Bangka Tengah. Berbekal pengetahuan dari pelatihan kelompok yang kini terdiri dari 20 orang itu terus membatik dan telah memproduksi ribuan lembar batik. Keuletan mereka ini terlihat
 
“Dari pelatihan itulah kami coba, awalnya kelompok patungan sekitar Rp 200 ribuan per orang untuk beli bahan-bahan seperti kain, alat canting dan lainnya. Ini sambal kami mengasah kemampuan kami untuk menggambar dan menulis batik dengan cantingan ini, lama kelamaan banyak yang pesan,” kata ketua kelompok Batik Pakkis, Siti Dawiyah belum lama ini.
 
Siti mengatakan, batik yang diproduksi kelompoknya berbeda dengan batik-batik dari luar daerah, meski bahan bakunya masih mereka datangkan dari luar Bangka Belitung. Perbedaannya terletak di motif batik, Batik Tulis Pakkis menggambarkan tentang kearifan lokal dan sumber daya alam yang dimiliki Bangka Belitung seperti dambus, ketuyut, balok timah, daun katis yang melambangkan Desa mereka, resam, kepiting, udang dan jenis seafood lainnya, kembang kamboja dan motif-motif lainnya.
 
“Kita bermain di motif yang kita angkat kekayaan alam dan kearifan lokal kita tuangkan. Ciri khas kita itu disetiap batik yang kita produksi mengandung motif balok timah, meskipun kecil. Karena timah ini kan melambangkan sumber daya alam kita yang miliki dan melambangkan kesejahteraan,” katanya.
 
Kelompok Batik Tulis Pakkis ini juga membatik dengan berbagai jenis kain, sesuai dengan pesanan, tak hanya itu mereka juga memproduksi kain pantai. Mereka tidak hanya menjual kain batik namun juga menerima pesanan dalam bentuk baju.

Siti Dawiyah mengatakan, pesanan mereka tidak hanya datang dari Bangka Tengah saja, bahkan beberapa produknya sudah menjangkau mancanegara. Beberapa turis datang membeli dan melihat proses pembuayan batik yang dilaksanakan kelompok mereka.

Membutuhkan waktu yang panjang untuk proses membuat batik, tak ayal membuat harganya pun terbilang tidak murah. Pasalnya, proses membuat kain batik memakan waktu hampir seminggu dan ketelitian.

“Prosesnya panjang, awalnya menggambar motif di kain, mencanting, mewarnai, penguncian warna, perebusan, rendam dan jemur. Satu lembar kain kita butuhkan waktu satu minggu,” katanya.

Menurutnya, batik merupakan hal yang menarik dan telah memberikan penghasilan bagi masyarakat sekitar.

“Batik mengeluarkan ekspresi kita, kalau lagi mood mencantingnya bagus, kalau enggak mood pastinya hasil enggak bagus. Sama sepertinya dengan mewarnai,” katanya.

Menurutnya, dikala banyak pesenan banyak anak muda yang ikut membatik. Hal ini sengaja mereka lakukan untuk berbagi keahlian kepada generasi muda.

“Kalau lagi banyak pesenan, anak-anak yang libur sekolah ikut membatik juga. Kita membagi pengetahuan dan membiasakan mereka untuk bisa membatik jadi punya kecintaan dan keahlian,” katanya.

Menjalani usaha membatik ini tentunya banyak tantangan yang dihadapi antaranya masih minimnya pemahaman masyarakat bahwa menganggap batik yang mereka produksi batik cap. Padahal batik yang mereka produksi batik tulis dengan beragam tingkat kerumitan.

“Tantangannya soal harga yang lumayan mahal orang belum mengerti padahal ini kan batik tulis beda dengan batik cap. Pernah juga kita kehabisan barang baku harus menunggu lama,” katanya.

Saat ini kata dia semenjak pandemi banyak penurunan omset yang dialami. Oleh karena itu, pihaknya mengakses permodalan dengan menjadi mitra binaan PT Timah. Menurutnya, dengan kondisi ini usaha harus betul survive.

“Kami sangat terbantu dengan menjadi mitra PT Timah, apalagi saat ini omset yang jauh banget turunnya. Dengan jadi mitra binaan PT Timah kita bisa stok bahan baku lagi,” katanya.

Menurutnya, PT Timah juga membantu mempromosikan produk mereka sehingga nantinya diharapkan semakin banyak pesanan.

“Kita bisa tambah modal juga, dibantu promosi juga dan tentunya ini sangat bermanfaat bagi kami untuk melanjutkan usaha. Semoga semakin banyak pesanan dengan menjadi mitra PT Timah,” tutupnya.

Penasaran kan, bagi anda yang ingin melihat langsung dan memiliki Koleksi Batik Tulis Pakkis, anda bisa mengunjungi Galeri dan Workshopnya di Jalan Raya Simpang Katis Bangka Tengah atau bisa juga menghubungi kontak Siti Dawiyah di 081274898236 atau melalui akun media sosial batik_pakkiskis.(rls)

D’Blender Ontel Cafe Jadi Tempat Tongkrongan Favorit Bekawan Bateng

WARTABANGKA, KOBA – Anggota Bersama Komunitas Wartawan (Bekawan) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menjadikan D’Blender Ontel Cafe sebagai tempat nongkrong favorit. Di kafe ini selain suasananya nyaman buat nongkrong, menu makanan yang disajikan pun memanjakan lidah.

Bendahara Bekawan Bateng, Joni mengaku sangat menyukai menu mie kua susu D’Blender Ontel Cafe yang beralamatkan di Kelurahan Berok Kecamatan Koba ini. Setiap kali kafe itu, ia memesan satu porai mi kuah susu plus sosis daging jombo bakar.

“Enak menu ini, kita rekomendasikan kepada temen-temen yang hobi makan-makanan ringan,” kata Joni didampingi anggota Bekawan Bateng, Selasa (2/3).

Joni mengaku sempat kaget mengetahui ada menu mi instan kuah susu sapi murni. Penasaran bagaimana rasanya, iapun langsung mencicipi menu tersebut.

“Sampe sekarang, nagih makannya. Sampai sekarang D’Blender Ontel Cafe menjadi tempat tongkrongan kita Bekawan Bateng. Yo kesini bagi yang belum icip-icip,” ajak Joni.

Pemilik D’Blender Ontel Cafe, Opi berterimakasih kepada pelanggan yang setia mengunjungi tempatnya. Ia juga berkomitmen menjaga citra rasa hingga suasana yang membuat pelanggan lebih betah datang ketempatnya.

“Menu makanan andalan ditempat kami ada mie instan kua susu, jamur crispy dengan varian rasa, beef steak, beef teriyaki, nasi goreng D’blender Ontel. Cemilannya sama dengan kafe-kafe lain, ada sosis bakar, kentang goreng, roti bakar beragam varian, pisang bakar juga beragam varian,” ungkap Opi.

Untuk minumannya juga ada yang khusus, kopi D’blender Ontel, minuman dinginnya juga banyak tersedia. Ia juga menyiapkan menu sisha beragam varian rasa.

“Untuk harganya bersahabat, murah meriah tidak merogoh kantong hingga jebol,” candanya.

Ia menambahkan, di saat pandemi di D’Blender Ontel Cafe tetap menjalankan protokol kesehatan. Ia menyiapkan banyak tempat cuci tangan, handsanitizer hingga memasang spanduk area wajib menggunakan masker.

“Mendukung program pemerintah di tengah pademi Covid-19 ini, kita tetap membuka kafe seperti biasa dengan mematuhi protokol kesehatan. Kita ingin menjadi bagian pemutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Koba,” pungkasnya.(RN)

Bupati Bangka Resmikan Warung Makan dan Kopi Urang Kampong Due

WARTABANGKA – SUNGAILIAT – Bupati Bangka, Mulkan meresmikan warung makan dan kopi ‘Urang Kampong Due’, Selasa (2/3). Warung ini terletak di halaman Kolam Renang Loka Tirta Sungailiat. Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti oleh bupati.

Sebelum meresmikan, Mulkan berharap dengan bertambahnya tempat kuliner dapat memberi varian bagi masyarakat guna menekan angka kejenuhan dari minimnya list rekomendasi yang tersuguhkan.

“Kita harus membuat banyak tempat makanan, karena untuk menghindari titik kejenuhan di masyarakat kita,” tutur Mulkan.

Selain itu juga, menjadi momentum serapan tenaga kerja muda potensial bagi putra/putri Bumi Sepintu Sedulang.

“Seperti kita ketahui bahwa orang tua kita ini, Mang Gani ini terpanggil kembali ke daerah asalnya untuk memberi lapangan kerja,” tambahnya.

Untuk itu dirinya memberi apresiasi kepada owner putra asli daerah yang turut andil dalam kemajuan pembangunan di Bumi Sepintu Sedulang.

“Sosok Mang Gani ini harus kita beri penghargaan dan apresiasi, beliau tidak pernah lupa dengan daerah asalnya,” imbuhnya.

Sementara, owner warung makan dan kopi ‘Urang Kampong Due’ Abdul Gani Aup menyampaikan, tempat ini sebagai alternatif kuliner bagi masyarakat Kabupaten Bangka.

Berbeda dengan tempat lain, warung ini kata dia makannya tidak menggunakan penyedap rasa. “Silahkan di cicipi pasti lebih terasa nikmat,” kata pria yang akrab disapa Mang Gani ini.(zen)