UMKM

Bang Ayi Bersyukur Alfamart Beri Pelatihan kepada UMKM Bateng

WARTABANGKA, KOBA – PT Sumber Alfaria Trijaya (Tbk) pengelola jaringan ritel Alfamart bersama dengan Disperindagkop Kabupaten Bangka Tengah menggelar pelatihan manajemen ritel bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gedung Serba Guna Balai Benih Ikan (BBI), Kamis (18/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, manajemen Alfamart PT. Sumber Alfaria Trijaya (TBK) dan tamu undangan lainnya.

Area Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Bangka Belitung, Amirul Turiyadi menyampaikan kegiatan ini bertujuan agar para pedagang atau pelaku UKM memahami manajemen ritel modern.

“Materi yang diberikan untuk para pedagang antara lain, tips mengelola usaha ritel dengan sentuhan modern, tips mengatur persediaan (stock) barang, tips menata (mendisplay) barang, tips mengatur keuangan (cash flow) hingga product knowledge,” ujarnya.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi perusahaan, menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil. Jadi intinya, kami ingin berkembang bersama UMKM,” lanjutnya.

Amirul Turiyadi juga turut mengajak para pelaku UMKM di Kabupaten Bangka Tengah untuk dapat menjadi mitra Alfamart.

“Di sini ada banyak produk khas yang sangat digemari pasar. Bukan tidak mungkin produk tersebut bisa pula dipasarkan di Alfamart,” ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Bupati Bangka Tengah, dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis alat sekolah bagi anak Sekolah Dasar (SD), kemudian pelaksanaan pelatihan dan penutup.

Algafry Rahman bersyukur atas kepedulian dari pihak Alfamart kepada UKM Bateng.

“Ya Alhamdulilah ini salah satu bentuk kepedulian dari kawan-kawan Alfamart, serta ingin memberikan edukasi kepada para UMKM kita yang di Bangka Tengah. Saya lihat tadi memang yang hadir adalah orang-orang terpilih, ada 20 produk unggulan di Bangka Tengah dan ini cikal bakal produk-produk yang akan ditampilkan di gerai Alfamart, nanti akan diseleksi oleh kawan-kawan Alfamart dan hari ini diberikan pelatihannya, supaya secara manajerial nya mereka paham,” ungkap Algafry.

Dirinya juga menuturkan harapannya pada kegiatan ini.

“Harapannya agar masyarakat juga bisa tahu bagaimana pola kerja sama dengan Alfamart, misalnya bagaimana bentuk Alfamart dalam manajerial agar sejalan dengan Alfamart. Jika mereka mau masuk mereka bisa tahu syarat-syarat nya hari ini,” pungkas Algafry Rahman. (RN)

Bang Ayi: Penyuluh Keamanan Pangan Jadi Pilot Project Majukan UKM Bateng

WARTABANGKA, KOBA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bangka Tengah (Disperindagkop Bateng) menggelar kegiatan Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Hotel Osela, Kecamatan Pangkalanbaru, Selasa (16/3).

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Bateng, Algafry Rahman ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu dan keamanan serta kualitas tampilan di produk-produk rumahan untuk industri UKM.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyampaikan para pelaku usaha rumahan harus mulai berbenah dan serius dalam memasarkan produknya.

Menurutnya, peserta yang hadir dalam acara merupakan orang-orang yang beruntung karena dapat mendapatkan referensi serta ilmu yang akan diberikan oleh narasumber.

“Saya tekankan kepada seluruh peserta untuk terus berinovasi terhadap produk-produk yang dihasilkan mulai dari tampilan kemasan sampai dengan rasa dan ciri khas karena produk rumahan tersebut harus akan di jual ke pasar baik lokal maupun nasional bahkan bisa tembus internasional,” ucap pria yang biasa disapa Bang Ayi ini di hadapa peserta.

Ia menambahkan orang yang berhasil dan sukses tidak ada yang kebetulan semuanya dimulai dari usaha dan kerja keras. Penyuluh Keamanan Pangan atau PKP ini, katanya, merupakan pilot projects untuk kemajuan industri rumahan.

“Jadi jangan sia-siakan kesempatan yang ada dan jangan setengah-setengah harus tetap fokus dan serius minimal kita bisa bersaing dengan produk-produk lokal di Kabupaten lain,” ungkapnya.

“Dan saya minta kepada disperindagkop untuk terus memberikan pendampingan dalam koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat karena saya memiliki keinginan untuk memunculkan produk UKM kita di waralaba Alfamart,” tandasnya. (ADV/RN)

Batik Tulis Pakkis Hadirkan Sentuhan Balok Timah di Kain Batik

WARTABANGKA, KOBA- Batik memang identik di Pulau Jawa, namun di Pulau Bangka ternyata ada sekelompok warga yang menamakan diri sebagai Perkumpulan Kelompok Batik Tulis Simpangkatis atau yang dikenal dengan Batik Tulis Pakkis yang memproduksi batik dengan motif kearifan lokal Bangka Belitung.
 
Di Galery dan Workshop Batik Pakkis yang terletak di Jalan Raya Desa Sampingkatis, Kabupaten Bangka Tengah ini kita bisa menjumpai anggota kelompok Batik Tulis Pakkis sedang mengerjakan proses membatik, ada yang menulis batik dengan canting yang dipanasi di atas kompor sederhana, ada yang mewarnai batik, ada yang mengecap batik sesuai dengan motif yang diinginkan. Jejeran kain putih dengan berbagai jenis terlihat di beberapa sudut workshop, ada dua mesin tenunan yang juga tampak di workshop yang sebelumnya merupakan rumah pribadi.
 
Aktivitas membatik yang dilakukan kelompok Batik Pakkis ini sudah dimulai sejak tahun 2013 lalu, pasca sejumlah anggota kelompok mendapatkan pelatihan membatik dari Pemerintah kabupaten Bangka Tengah. Berbekal pengetahuan dari pelatihan kelompok yang kini terdiri dari 20 orang itu terus membatik dan telah memproduksi ribuan lembar batik. Keuletan mereka ini terlihat
 
“Dari pelatihan itulah kami coba, awalnya kelompok patungan sekitar Rp 200 ribuan per orang untuk beli bahan-bahan seperti kain, alat canting dan lainnya. Ini sambal kami mengasah kemampuan kami untuk menggambar dan menulis batik dengan cantingan ini, lama kelamaan banyak yang pesan,” kata ketua kelompok Batik Pakkis, Siti Dawiyah belum lama ini.
 
Siti mengatakan, batik yang diproduksi kelompoknya berbeda dengan batik-batik dari luar daerah, meski bahan bakunya masih mereka datangkan dari luar Bangka Belitung. Perbedaannya terletak di motif batik, Batik Tulis Pakkis menggambarkan tentang kearifan lokal dan sumber daya alam yang dimiliki Bangka Belitung seperti dambus, ketuyut, balok timah, daun katis yang melambangkan Desa mereka, resam, kepiting, udang dan jenis seafood lainnya, kembang kamboja dan motif-motif lainnya.
 
“Kita bermain di motif yang kita angkat kekayaan alam dan kearifan lokal kita tuangkan. Ciri khas kita itu disetiap batik yang kita produksi mengandung motif balok timah, meskipun kecil. Karena timah ini kan melambangkan sumber daya alam kita yang miliki dan melambangkan kesejahteraan,” katanya.
 
Kelompok Batik Tulis Pakkis ini juga membatik dengan berbagai jenis kain, sesuai dengan pesanan, tak hanya itu mereka juga memproduksi kain pantai. Mereka tidak hanya menjual kain batik namun juga menerima pesanan dalam bentuk baju.

Siti Dawiyah mengatakan, pesanan mereka tidak hanya datang dari Bangka Tengah saja, bahkan beberapa produknya sudah menjangkau mancanegara. Beberapa turis datang membeli dan melihat proses pembuayan batik yang dilaksanakan kelompok mereka.

Membutuhkan waktu yang panjang untuk proses membuat batik, tak ayal membuat harganya pun terbilang tidak murah. Pasalnya, proses membuat kain batik memakan waktu hampir seminggu dan ketelitian.

“Prosesnya panjang, awalnya menggambar motif di kain, mencanting, mewarnai, penguncian warna, perebusan, rendam dan jemur. Satu lembar kain kita butuhkan waktu satu minggu,” katanya.

Menurutnya, batik merupakan hal yang menarik dan telah memberikan penghasilan bagi masyarakat sekitar.

“Batik mengeluarkan ekspresi kita, kalau lagi mood mencantingnya bagus, kalau enggak mood pastinya hasil enggak bagus. Sama sepertinya dengan mewarnai,” katanya.

Menurutnya, dikala banyak pesenan banyak anak muda yang ikut membatik. Hal ini sengaja mereka lakukan untuk berbagi keahlian kepada generasi muda.

“Kalau lagi banyak pesenan, anak-anak yang libur sekolah ikut membatik juga. Kita membagi pengetahuan dan membiasakan mereka untuk bisa membatik jadi punya kecintaan dan keahlian,” katanya.

Menjalani usaha membatik ini tentunya banyak tantangan yang dihadapi antaranya masih minimnya pemahaman masyarakat bahwa menganggap batik yang mereka produksi batik cap. Padahal batik yang mereka produksi batik tulis dengan beragam tingkat kerumitan.

“Tantangannya soal harga yang lumayan mahal orang belum mengerti padahal ini kan batik tulis beda dengan batik cap. Pernah juga kita kehabisan barang baku harus menunggu lama,” katanya.

Saat ini kata dia semenjak pandemi banyak penurunan omset yang dialami. Oleh karena itu, pihaknya mengakses permodalan dengan menjadi mitra binaan PT Timah. Menurutnya, dengan kondisi ini usaha harus betul survive.

“Kami sangat terbantu dengan menjadi mitra PT Timah, apalagi saat ini omset yang jauh banget turunnya. Dengan jadi mitra binaan PT Timah kita bisa stok bahan baku lagi,” katanya.

Menurutnya, PT Timah juga membantu mempromosikan produk mereka sehingga nantinya diharapkan semakin banyak pesanan.

“Kita bisa tambah modal juga, dibantu promosi juga dan tentunya ini sangat bermanfaat bagi kami untuk melanjutkan usaha. Semoga semakin banyak pesanan dengan menjadi mitra PT Timah,” tutupnya.

Penasaran kan, bagi anda yang ingin melihat langsung dan memiliki Koleksi Batik Tulis Pakkis, anda bisa mengunjungi Galeri dan Workshopnya di Jalan Raya Simpang Katis Bangka Tengah atau bisa juga menghubungi kontak Siti Dawiyah di 081274898236 atau melalui akun media sosial batik_pakkiskis.(rls)

D’Blender Ontel Cafe Jadi Tempat Tongkrongan Favorit Bekawan Bateng

WARTABANGKA, KOBA – Anggota Bersama Komunitas Wartawan (Bekawan) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menjadikan D’Blender Ontel Cafe sebagai tempat nongkrong favorit. Di kafe ini selain suasananya nyaman buat nongkrong, menu makanan yang disajikan pun memanjakan lidah.

Bendahara Bekawan Bateng, Joni mengaku sangat menyukai menu mie kua susu D’Blender Ontel Cafe yang beralamatkan di Kelurahan Berok Kecamatan Koba ini. Setiap kali kafe itu, ia memesan satu porai mi kuah susu plus sosis daging jombo bakar.

“Enak menu ini, kita rekomendasikan kepada temen-temen yang hobi makan-makanan ringan,” kata Joni didampingi anggota Bekawan Bateng, Selasa (2/3).

Joni mengaku sempat kaget mengetahui ada menu mi instan kuah susu sapi murni. Penasaran bagaimana rasanya, iapun langsung mencicipi menu tersebut.

“Sampe sekarang, nagih makannya. Sampai sekarang D’Blender Ontel Cafe menjadi tempat tongkrongan kita Bekawan Bateng. Yo kesini bagi yang belum icip-icip,” ajak Joni.

Pemilik D’Blender Ontel Cafe, Opi berterimakasih kepada pelanggan yang setia mengunjungi tempatnya. Ia juga berkomitmen menjaga citra rasa hingga suasana yang membuat pelanggan lebih betah datang ketempatnya.

“Menu makanan andalan ditempat kami ada mie instan kua susu, jamur crispy dengan varian rasa, beef steak, beef teriyaki, nasi goreng D’blender Ontel. Cemilannya sama dengan kafe-kafe lain, ada sosis bakar, kentang goreng, roti bakar beragam varian, pisang bakar juga beragam varian,” ungkap Opi.

Untuk minumannya juga ada yang khusus, kopi D’blender Ontel, minuman dinginnya juga banyak tersedia. Ia juga menyiapkan menu sisha beragam varian rasa.

“Untuk harganya bersahabat, murah meriah tidak merogoh kantong hingga jebol,” candanya.

Ia menambahkan, di saat pandemi di D’Blender Ontel Cafe tetap menjalankan protokol kesehatan. Ia menyiapkan banyak tempat cuci tangan, handsanitizer hingga memasang spanduk area wajib menggunakan masker.

“Mendukung program pemerintah di tengah pademi Covid-19 ini, kita tetap membuka kafe seperti biasa dengan mematuhi protokol kesehatan. Kita ingin menjadi bagian pemutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Koba,” pungkasnya.(RN)

Bupati Bangka Resmikan Warung Makan dan Kopi Urang Kampong Due

WARTABANGKA – SUNGAILIAT – Bupati Bangka, Mulkan meresmikan warung makan dan kopi ‘Urang Kampong Due’, Selasa (2/3). Warung ini terletak di halaman Kolam Renang Loka Tirta Sungailiat. Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti oleh bupati.

Sebelum meresmikan, Mulkan berharap dengan bertambahnya tempat kuliner dapat memberi varian bagi masyarakat guna menekan angka kejenuhan dari minimnya list rekomendasi yang tersuguhkan.

“Kita harus membuat banyak tempat makanan, karena untuk menghindari titik kejenuhan di masyarakat kita,” tutur Mulkan.

Selain itu juga, menjadi momentum serapan tenaga kerja muda potensial bagi putra/putri Bumi Sepintu Sedulang.

“Seperti kita ketahui bahwa orang tua kita ini, Mang Gani ini terpanggil kembali ke daerah asalnya untuk memberi lapangan kerja,” tambahnya.

Untuk itu dirinya memberi apresiasi kepada owner putra asli daerah yang turut andil dalam kemajuan pembangunan di Bumi Sepintu Sedulang.

“Sosok Mang Gani ini harus kita beri penghargaan dan apresiasi, beliau tidak pernah lupa dengan daerah asalnya,” imbuhnya.

Sementara, owner warung makan dan kopi ‘Urang Kampong Due’ Abdul Gani Aup menyampaikan, tempat ini sebagai alternatif kuliner bagi masyarakat Kabupaten Bangka.

Berbeda dengan tempat lain, warung ini kata dia makannya tidak menggunakan penyedap rasa. “Silahkan di cicipi pasti lebih terasa nikmat,” kata pria yang akrab disapa Mang Gani ini.(zen)

Sertifikat Halal, Bukti Keseriusan Pemprov Babel Jamin Kualitas UMKM

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Seribu satu cara dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) untuk mendukung perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se-Babel.

Sebanyak 240 sertifikat halal diserahkan oleh Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman secara simbolis kepada pelaku UMKM se-Babel sehingga legalitas produknya lebih baik guna meningkatkan pengembangan usaha dan pemasaran produknya.

Bang ER dalam arahan mengatakan, sertifikat halal sangat penting dalam mendorong pengembangan usaha UMKM terutama kualitas produk lebih terjamin dan aman serta meningkatkan akses pemasaran lebih luas.

“Dengan sertifikat halal ini memberikan jaminan kesehatan, jaminan baiknya produk kita, sehingga konsumen aman untuk mengkonsumsi prodak kita,” ungkapnya di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Babel, Selasa (2/3).

Orang nomor satu di Babel ini meminta pelaku UMKM agar dapat menjaga kehalalan produk, mulai dari penyediaan bahan, kemasan, hingga pemasaran sesuai visi dan misi gubernur dalam pengembangan ekonomi kerakyatan di lakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas lembaga ekonomi masyarakat, seperti koperasi, UMKM, dan sentra-sentra produk unggulan.

“Alhamdulillah Pemprov Babel sejak tahun 2017 penyertaan sertifikat halal sudah dilakukan dan sudah ada perdanya dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal bernaung di Departemen Agama RI. Tinggal kabupaten kota bagaimana menyikapi hal ini,” tuturnya.

Menurutnya, UMKM memberikan peran penting dalam menunjang ekonomi nasional. Oleh sebab itu, melalui kebijakan Pemprov Babel memberikan sertifikat halal ini, legalitas produk tiap-tiap UMKM dapat terjamin dan usaha yang digeluti masyarakat dapat tumbuh, maju, dan berkembang sesuai harapan.

Di kesempatan ini gubernur mengingatkan kembali kepada pelaku usaha, agar tetap menjalankan protokol kesehatan di tempat usahanya, supaya Covid-19 cepat berakhir.

“Semua ini diatur oleh UU No. 33 tahun 2014, Perda No. 31 tahun 2019. Kalau kita sudah mempunyai sertifikat halal, berarti kita berkeyakinan kebersihannya, karena mereka itu sudah diaudit tim sertifikat. Kalau logo halal di kemasan, kita yakin akan higienisnya, jadi produk mereka itu sudah punya daya saing,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena.

Oleh sebab itu kepada mereka yang menerima sertifikat halal hari ini, agar mulai sekarang untuk menyisihkan penghasilan mereka supaya memperpanjang sertifikat selanjutnya di lakukan secara mandiri.

Sertifikat halal yang diserahkan hari ini sebanyak 240 sertifikat, 200 berasal dari Pemprov Babel dan 40 dari Kementerian Perindustrian RI.

Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Babel, Kepala Dinas Perdagangan Babel, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, serta undangan lainnya. (Diskominfo Babel)

Kelompok Lingkungan Bangka Hijau Binaan PT Timah Panen Kakap Putih 300 Kg

WARTABANGKA, BANGKA – Kelompok Lingkungan Bangka Hijau di Desa Penagan, Kabupaten Bangka yang mengembangkan lahan bekas tambang untuk budi daya perikanan air tawar kakap putih, pada panen perdana berhasil memanen sekitar 300 kg kakap putih.

Kelompok yang dibina PT Timah Tbk sejak tahun lalu mengembangkan kakap putih melalui program CSR bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Melalui program budidaya air tawar yang berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Kelompok Lingkungan Bangka Hijau Sopian mengatakan, pihaknya tak menyangka bisa panen perdana hingga 300 kg. Dengan pembinaan PT Timah, pihaknya mengikuti proses budi daya kakap putih sesuai dengan teori yang didapatkan saat pelatihan.

“Hasil panen perdana ini diluar dugaan kita sampai 300 kg, perkiraan kita itu hanya sekitar 150-200 kg, tapi ternyata ini melebihi. Ini membuat kami lebih semangat lagi untuk membudidayakan kakap putih,” katanya usai panen perdana, Senin (22/2).

Menurutnya, masyarakat Penagan juga sudah mulai antusias untuk membudidayakan ikan air tawar. Pihaknya, mengapresiasi PT Timah yan telah membina dan memberikan pemahaman tentang budi daya ikan air tawa di lahan bekas tambang.

“Kami sangat mengapresiasi PT Timah yang membina program air tawar yang memberikan pandangan bahwa kolong bekas tambang bisa memberikan unsur ekonomis yang dapat berpengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat kami, kami akan terus mengembangkan budi daya ikan air tawar ini,” tuturnya.

Kedepan, pihaknya akan kembali menebar bibit untuk membudidayakan kakap putih tahap selanjutnya. Pasalnya, ikan kakap putih memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan sudah memiliki pangsa pasar.

“Hasilnya lumayan besar dan ini sudah ada pembelinya, harganya juga bagus. Setelah ini, kami akan kembali membudidayakan kakap putih dari hasil panen perdana ini,” ujarnya.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan budi daya kakap putih ini merupakan bagian dari program PPM yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar tambang.

“Program ini berkelanjutan yang tujuannya untuk memandirikan masyarakat melalui lahan bekas tambang. Program ini kita lakukan di beberapa daerah, selain membina untuk awalnya kita juga membantu mereka menyiapkan sarana dan prasarana,” katanya. (rls)

Negara Seychelles Jajaki Kerja Sama dengan Babel

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Presiden Negara Kepulauan Seychelles sedang berusaha menjajaki kerjasama yang serius dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Nah, untuk memuluskan rencana tersebut utusan Presiden Seychelles untuk Asean, Nico Barito sengaja datang ke Babel dan diterima Gubernur Erzaldi Rosman, Senin (22/2).

Apa yang dikehendaki Presiden Seychelles?

Dubes Nico Barito mengatakan tujuan kedatangan mereka untuk melanjutkan persahabatan yang sudah terjalin lama dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya kerjasama Letter of Intent pada 13 Oktober 2011.

Hal ini juga sejalan dengan strategi Pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan pariwisata. Mengingat kondisi geografis Babel yang berbentuk kepulauan sama dengan Negara Seychelles, sehingga mereka menginiasi untuk melakukan kunjungan tersebut.

“Saya ingin menjajaki keberadaan Negara Seychelles untuk dapat mendukung pengembangan ekowisata di Bangka Belitung,” jelas dubes negara yang bertetangga dengan Maladewa tersebut.

Bagaimana Bangka Belitung?

Gubernur Provinsi Babel, Erzaldi Rosman yang menyambut langsung kedatangan rombongan tersebut mengatakan, ada berbagai kerja sama yang ditawarkan oleh Utusan Khusus Presiden Seychelles itu.

Di antaranya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Babel dan mempercepat kegiatan pembangunan pada sektor pariwisata.

“Selain itu, mereka juga menawarkan kerja sama penghijauan di lahan eks tambang timah,” ujarnya di Ruang VIP Bandar Udara Depati Amir.

Bang ER juga menambahkan, untuk menarik lebih banyak wisatawan asing berkunjung ke Babel, akan dilakukan kerjasama rute penerbangan langsung atau direct flight dari Tanjung Pandan – Seychelles melalui sistem carter.

“Doakan saja semoga kerja sama kita ini dapat ditindaklanjuti dengan baik dan segera direalisasikan,” harap gubernur.

Lalu, bagaimana hal ini menurut Bang ER?

Kata gubernur, hal ini mengindikasikan Bangka Belitung mulai menunjukkan geliat positif untuk menjadi magnet investasi, walaupun trend perekonomian global yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19.

“Terbukti dengan kedatangan utusan khusus Presiden Seychelles untuk Asean, guna menjajaki berbagai kerjasama dengan kita (Provinsi Babel),” ulas pria yang dianugerahi oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI sebagai bupati yang berhasil menjadikan Kabupaten Bateng yang ia pimpin dua periode Peduli Hak Asasi Manusia.

Rencananya, Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk Asean melakukan kunjungan di Babel selama dua hari. Di antaranya, melakukan kunjungan lapangan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sungailiat dan mengunjungi Kawasan Geopark Belitung.

Seychelles adalah negara kepulauan dengan 115 pulau yang tersebar di wilayah lautan seluas 1,4 juta kilometer persegi. Saat ini, Seychelles merupakan negara maju dengan pendapatan per kapita tinggi yang berasal dari sektor pariwisata, perikanan, jasa bisnis dan finansial internasional. (Diskominfo Babel)

PT Timah Berencana Latih Petani Lidi Nipah Kota Kapur Jadi Pengrajin

WARTABANGKA, PANGKALPINANG– PT Timah melalui CSR Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berencana akan melaksanakan pelatihan bagi para petani lidi nipah di Desa Kota Kapur untuk mengolah lidi nipah menjadi kerajinan. Hal ini agar lidi nipah memiliki nilai tambah sekaligus dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Para petani lidi nipah ini akan dilatih langsung oleh pengrajin lidi nipah Ristanda, warga Kabupaten Bangka yang selama ini bergelut dalam kerajinan lidi nipah.

Melalui pelatihan ini, diharapkan potensi lidi nipah yang dimiliki Desa Kota Kapur ini dapat dikembangkan menjadi berbagai macam produk kerajinan unggulan yang memiliki nilai ekonomis.

Pelatihan bagi petani lidi nipah ini merupakan program lanjutan pasca PT Timah membantu perahu untuk para petani mengumpulkan bahan baku lidi nipah. Nantinya, PT Timah juga berencana untuk membangun Etalase Kerajinan Lidi Nipah di Desa Kota Kapur. Sehingga nantinya, Kota Kapur dapat mempersiapkan diri menjadi destinasi wisata baru bagi wisatawan yang ingin melihat proses pembuatan kerajinan lidi nipah.

“Program PPM adalah program berkelanjutan dan dalam hal ini dikembangkan menjadi produk atau jasa dengan tujuan perlibatan dan pemandirian masyarakat dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang akan kita lakukan di Kota Kapur yang rencananya akan dimulai pada awal Maret nanti,” kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan.

Anggi mengatakan, selain memberikan pelatihan bagi para petani lidi nipah agar bisa menjadi pengrajin dengan bahan baku lidi nipah, PT Timah berencana membantu menyediakan sarana dan prasarana.

“Kita melakukan kerja sama multipihak seperti dengan trainernya untuk melatih para petani lidi nipah mengembangkan produk. Nantinya kita berharap mereka akan menjadi mitra binaan PT Timah, sehingga program ini linear dari hulu ke hilir dan masyarakat bisa mengembangkan produknya,” ujarnya.

Sementara itu, Ristanda mengaku siap membagikan ilmunya kepada para petani lidi nipah untuk menjadikan lidi nipah sebagai produk kerajinan dan tidak hanya dieskpor dalam bentuk lidi nipah. Ia mencontohkan lidi nipah bisa ditenun, selain itu bisa dikreasikan menjadi bahan wall mirror, bucket laundry, hampers, keranjang bunga dan lainnya.

“Saya sempat terkejut akan ada program ini, menariknya PT Timah juga punya program pelatihan untuk mengembangkan UMKM. Kami akan berusaha sebaik mungkin membagikan ilmu yang kami miliki akan kami tuangkan disana semoga ini jembatan amal buat kita,” kata pemilik brand Deshaanda Craft ini.

Menurutnya, lidi nipah bisa diolah menjadi berbagai macam produk, selama ini dirinya juga mengambil lidi nipah dari Desa Kota Kapur untuk menjadi bahan baku kerajinan yang diolahnya. Diakuinya, lidi nipah dari Desa Kota Kapur memang memiliki kualitas bagus selain panjang-panjang juga bersih.

“Program ini menarik, biar potensi di suatu daerah tergali dan muncul ke permukaan. Insya allah kami siap membagikan ilmu yang kami miliki untuk petani lidi nipah yang akan menjadi pengrajin lidi nipah di Kota Kapur,” katanya.

Ristanda mengatakan, dirinya dulu pernah menjadi mitra binaan PT Timah saat mengembangkan kerajinan akrilik. Ia berharap, nantinya melalui program ini akan banyak pengrajin yang berkembang.

Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan Dinas Koperasi dan UMKM Bangka Belitung, Ade Setiawan mengapresiasi program PPM PT Timah. Menurutnya, dengan adanya program ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi BUMN dan Pemerintah Provinsi untuk mengembangkan UMKM.

“Sebelumnya PT Timah bantu perahu untuk mencari lidi nipah, dan ini bersinergi lagi dengan kita akan melakukan pelatihan bagi petani lidi nipah agar bisa naik kelas menjadi pengrajin lipah. Ini sangat bagus lagi, sehingga nantinya kita tidak hanya ekspor lidi nipah tapi sudah jadi produk kerajinan dan kami siap membantu PT Timah untuk pelatihan ini,” katanya.

Sebelumnya, pihaknya juga telah pernah memberikan pelatihan bagi para pengrajin hanya saja masih terbatas, sehingga tidak semua bisa mendapatkan pelatihan. Ia meyakini, dengan adanya pelatihan PT Timah ini efektif untuk melatih para petani lidi nipah untuk mengkreasikan produknya.

“Kemarin itu baru sedikit yang dilatih, satu kelas untuk Pulau Bangka, jadi peserta dari Kota Kapurnya juga tidak banyak. Dengan adanya pelatihan ini semoga semakin banyak nantinya pengrajin lidi nipah dan ini akan efektif dilakukan di Kota Kapur karena juga bahan bakunya banyak di sana,” katanya.(rls)

Mau Santai dan Menikmati Kopi Asli Petani Babel, Geddong Kopi Tempatnya

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Di kawasan Taman UMKM Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel), Air Itam, Pangkalpinang kini ada tempat untuk bersantai dan nongkrong yang asyik sembari menikmati seduhan kopi. Gerai ini diberi nama Geddong Kopi.

Owner Geddong Kopi, M. Syarif Hidayatullah, mengatakan, gerai kopi ini merupakan unit usaha dari Forum Masyarakat Petani (Formap) yang menjual hasil pertanian petani yang tergabung dalam forum tersebut.

“Awalnya kami kesulitan tempat untuk memperkenalkan hasil pertanian petani yang tergabung dalam Formap ini, kemudian ditawarkan oleh pak gubernur, bahwa pemprov siap memfasilitasi, akhirnya kami dibantu tempat di taman UMKM ini, ” jelasnya, Rabu (17/2).

Di Geddong Kopi ini, menyediakan kopi asli Babel, gula aren, jahe merah halus dicampurkan dengan minuman kekinian, termasuk juga beberapa jus buah yang produk utamanya dihasilkan dari petani Formap.

Selain minuman, di gerai ini juga tersedia berbagai jenis makanan ringan dan cemilan, produk UMKM Babel.

Di taman UMKM ini, selain dihiasai spot foto yang menarik, juga ditanami barang kopi. Hal ini dimaksudkan, untuk memperkenalkan produk-produk pertanian Babel.

“Untuk kopi, kita ada kopi robusta, dan arabika. Selain kopi yang diseduh, ada juga kopi bubuk yang bisa dibeli oleh konsumen,” katanya.

Geddong sendiri, sebutannya, diambil dari nama lokasi di salah satu desa di Provinsi Babel, yakni Simpang Gedong.

Hasil dari penjualan di Geddong Kopi ini, juga akan disisihkan untuk membantu pemberdayaan petani yang bernaung dibawah Formap Babel.

Sementara, Kadis Koperasi dan UKM (DKUKM) Pemprov Babel, Elfiyena menyebutkan, pihaknya mendorong UMKM untuk naik kelas dan berkembang, salah satunya dengan fasilitasi pelaku UMKM untuk meningkatkan usahanya.

“Geddong Kopi ini salah satu UMKM Babel, mereka ada petani yang tergabung dalam Formap, disini juga yang dijual adalah produk pertanian dari petani dan pelaku UMKM, ” sebutnya.

Ia berharap, taman UMKM ini bisa menjadi salah satu tempat nongkrong di lingkungan perkantoran. (*/two)